Tektonik Lempeng : Mengakibatkan Gempa, Tsunami, Akumulasi Minyak dan Tambang Bijih
Posted by Bukit Barisan pada Oktober 31, 2010
Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi.
Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:
1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault).
2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain, cth : dasar Samudra Atlantik yang terus mengembang dan memisahkan Benua Afrika dan Amerika Selatan.
3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain(cth : Indonesia, Jepang), atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua, cth : terbentuknya Himalaya oleh tabrakan India dgn Asia).

Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama(jutaan tahun) karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer.

Animasi Lempeng yang mengambang di permukaan bumi
http://www.youtube.com/watch?v=xL6sKtG2UVs
Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/y.

Tampilan dari satelit n posisi lempeng yang mengapit Indonesia

Nama2 lempeng di sekitar dan menabrak Indonesia tercinta
-
#Hal-Hal Negatif karena Gerak Tektonik Lempeng#
1)Gempa Bumi
Beberapa ciri penting fenomena kegempaan yang perlu diketahui adalah :
* Datangnya tiba-tiba.
o Seringkali bergetar awal, gempa utama (main shock) selama 1-2 menit, kemudian ada jeda sekitar 10-15 menit diikuti gempa susulan.
o Gempa susulan lebih kecil dari gempa utama, lama dan besarnya tergantung dari besarnya gempa utama.
* Goyangannya merusak bangunan yang sudah ada.
o Gempa tidak menyebabkan kematian, tetapi bangunan dan runtuhan (longsoran) yang menyebabkan kematian
o Bangunan yang terkoyak oleh gempa utama seringkali menjadi hancur lebur pada gempa susulan.
* Hujan yang terjadi setelah gempa akan sangat berisiko menyebabkan longsoran lebih parah.
Berikut gambar yang saya copas dari blog dongeng-geologi.wordpress.com



Untuk gempa yang berada di Sumatra Oktober 2009 dan Pagai Oktober 2010 baru mengaktifkan salah satu bagian dari lempeng-lempeng kecil yang berada di barat Sumatra. Gempa yang lebih besar dapat terjadi bila yang aktif segmen Lempeng yang menabrak Mentawai. (Lihat di http://www.geotek.lipi.go.id)
2)Tsunami
Tsunami terjadi jika :
• Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
• Lokasi pusat gempa di laut
• Kedalaman dangkal < 40 Km
• Terjadi deformasi vertikal dasar laut

3) Terbentuknya Jalur Sesar(rekahan di permukaan bumi) yang beresiko longsor bila digoncang gempa lagi karena membuat struktur batuan yang lemah/goyah. Namun positifnya dapat membuat akumulasi mineral/bijih tambang di sepanjang jalur sesar dan membentuk cekungan baru yang kemudian terisi air yaitu danau-danau. Ini yang terjadi pada Cekungan OMBILIN di Sumbar sebagai penghasil batubara.



#Hal-Hal Positif akibat Gerak Tektonik Lempeng#
1) Akumulasi Bahan Tambang seperti Emas, Nikel dll
Akan terjadi pelelehan batuan di ujung lempeng dan melebur dengan magma, kemudian terjadi proses kimiawi yang mengakibatkan terkumpulnya mineral2 seperti emas, perak, uranium dll yang sesuai dengan kualitas dari dapur magma(asam atau basa) dan akibat suhu dan tekanan.

2) Akumulasi Minyak Bumi di bagian belakang dari tabrakan lempeng (back arc)

Akumulasi minyak bumi dan batubara dominan berada di belakang busur pegunungan(bukit barisan atau pegunungan selatan di Jawa)
3) Terbentuknya Gunung Api yang letusan dari abu vulkanisnya dapat menyuburkan tanah sebagai lahan pertanian

Jadi kita memang ditakdirkan hidup di daerah rawan bencana dan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Dan membutuhkan kearifan dan kewaspadaan masyarakat Indonesia
wallahu a’lam





.jpg)
agus sutopo berkata
terima kasih atas artikel peduli bencana, smoga dapat menjadi referensi. http://www.katama.co.id