Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Takluknya Ur Salim (Kota Kedamaian) Al Quds oleh Shalahuddin Al Ayyubi (Battle of Hattin 1187 M)

Posted by Bukit Barisan pada Desember 5, 2010

Bismillah,

Hampir 100 thn sebelum Sultan Qutuz & Imam Izzudin Abdissalam(Abdul Aziz bin Abdissalam) As Syafi’i memenangkan perang melawan Mongol di Ain Jalut. 90 th setelah Yerusalem/Ūrsālim-Al-Quds direbut oleh tentara Salib 1.

Akibat kekalahan Kekaisaran Byzantium/Romawi Timur yang dipimpin Romanos IV Diogenes sewaktu menyerang Kesultanan Seljuk Rum yang dipimpin Sultan Alp Arslan rahimahullah, maka Kaisar Alexius I Comnenos(Kristen Ortodoks) meminta pertolongan kepada Paus Urbanus II (Katolik Roma). Kemudian datanglah rombongan pasukan Salib menyerang Yerusalem dan menaklukkannya.  Dan terjadinya pembantaian muslimin di kota tersebut. Saksi sejarah Raymond d’ Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa  di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.

Akibatnya banyak keluarga2 kaum muslimin yang berhijrah ke Damaskus dalam rangka menunaikan kewajiban hijrah(1) dari negeri kafir ke negeri islam, sesuai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي اْلأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang(muslim) yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kalian ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah).” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahanam dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS an-Nisa’ [4]: 97).

Salah seorang dari keluarga-keluarga tersebut adalah keluarga Abul Abbas Ahmad Bin Muhammad Ibnu Qudamah, tulang punggung keluarga dari pohon nasab yang baik ini hijrah bersama keluarganya ke Damaskus dengan kedua anaknya, Abu Umar dan Muwaffaquddin(Ibnu Qudamah), juga saudara sepupu mereka, Abdul Ghani al-Maqdisi, sekitar tahun 551 H / 1146 M. Waktu itu umur Ibnu Qudamah 10 th.

Kemudian di belahan timur bumi yang lain 20 tahun sebelumnya yaitu tahun 532 H/1137 M tepatnya di Tikrit, Iraq lahirlah seorang bayi yang kelak akan menjadi pemimpin dan pemersatu para mujahidin menghadapi kaum kuffar. Bayi tersebut bernama Shalahuddin dari Bani Ayyub bangsa Kurdi.

Kota-Kota dalam Tarikh Islam

Kota-kota dalam tarikh islam

 

Ayahnya menjadi penguasa Kesultanan Turki Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Baalbek dan menjadi pembantu dekat Raja Syam/Suriah Nuruddin Mahmud dari Keluarga Zanky. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari islam selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169 M, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir/menteri.

PASUKAN MUSLIMIN

 

Sultan Nuruddin Zanky memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Dinasti SYIAH  FATHIMIYAH (2) dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Hal yang dilakukan Nuruddin adalah menyatukan Pasukan muslimin dengan menundukkan Dinasti Fathimiyah di Mesir. Nuruddin mengirim Panglimanya yang tangguh Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin ke Mesir. Asasudin Shirkuh merupakan paman Shalahuddin. Shalahuddin dan pamannya mengalahkan gabungan pasukan Fathimiyah dan Perancis. Setelah Khalifah Al-’Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Dibawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin(Dinasti Zangids) menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mousul, Irak bagian utara.

Para pengikut Nuruddin Zangi seperti Muzafaruddin Kukburi/Gokbori(Serigala Biru dalam bahasa Turki) yang merupakan musuh Shalahuddin sewaktu Perang Hama melawan Dinasti Zanky/Zangid dan merupakan penguasa Irbil di Iraq, yang kemudian menjadi salah satu panglima Dinasti Ayyub setelah merosotnya kekuatan Dinasti Zangi. Gokbori merupakan seorang laki-laki gagah berani, pahlawan berpikiran matang, pemimpin yang teguh dan dapat diandalkan menurut sejarawan. Gokbori dikenang di Suriah dan Iraq sebagai pahlawan besar dan pelindung para cendekiawan seperti Ibnu Khalikan sang ahli sejarah. Gokbori juga merupakan gubernur Iraq pertama yang mendukung maulid Nabi(3) yang mencontoh tradisi yang dilakukan komunitas besar Kristen di Irbil, Iraq.

Kemenakan Shalhauddin yang bernama Taqiyuddin juga merupakan salah seorang Panglima perang yang brilian dan haus akan kekuasaan dan penaklukan. Taqiyuddin pernah akan memberontak sewaktu dicopot dari jabatan Gubernur Mesir, namun kemudian berbaikan dengan Sultan Shalahuddin setelah dia diberi kekuasaan sebagai Gubernur di Miyafariqin, Hama di utara Damaskus di perbatasan Kerajaan Ayyubi dengan Kerajaan Antiokia.

Anak Shalahuddin yang bernama Al Afdhal juga diserahkan tugas sebagai panglima.Al Afdhal panglima yang mengalahkan Panglima Templars Gerard De Ridefort pada Perang Mata air Cresson. Komandan pasukan islam yang lain adalah seorang Mamluk yang bernama Husamuddin Lu’lu yang merupakan panglima yang mengalahkan serangan Reynald du Chattilon di Laut Merah tahun 1183 M.

Kerajaan di sekitar Yerusalem th 1135 M setelah Perang Salib 1 dan terlibat pada Perang Salib 2

Kerajaan di sekitar Yerusalem th 1135 M setelah Perang Salib 1 dan terlibat pada Perang Salib 2

PASUKAN SALIB EROPA BARAT

Pasukan salib terdiri dari para ksatria Ordo Templars dan Ordo Hospitaler, Kingdom of Jerusalem, Oultrejordain, dan County of Tripoli. Para pemimpin/baron di pasukan salib tidaklah bersatu total karena adanya friksi-friksi lama yang muncul kembali yang berimbas pada kepentingan-kepentingan politik masing-masing kekuasaan.

Perpecahan yang pertama adalah perpecahan antara pemimpin ksatria Templars dari Inggris yang bernama Gerard de Rideford (4) dengan Comte Raymond III Tripoli. Kejadiannya karena Raymond mengingkari janjinya untuk menikahkan Gerard de Rideford yang dulu merupakan bawahannya di County of Tripoli dengan Putri Botrun yaitu Lucia de Botrun. Karena sakit hati maka Gerard bergabung dengan Ksatria Templars dan kemudian menjadi pemimpinnya. Sakit hati dan kemarahan terhadap Raymond terus dibawanya hingga terjadi perselisihan politik di Kerajaan Yerusalem.

Perpecahan yang kedua adalah terkait dengan Putri Sybilla yang merupakan Putri dari Raja Yerusalem Amalric I dan Ratu Agnes. Setelah suaminya William Longsword (keponakan Raja Perancis Louis VII) meninggal dunia, maka banyak para baron/Raja kecil yang ingin menikahi Putri Sybilla, namun sang Putri sudah jatuh cinta kepada Baldwin D’Ibelin yang merupakan kakak Balian D’Ibelin. Malangnya Baldwin D’Ibelin ditangkap Sultan Shalahuddin pada tahun 1179 M, sehingga rencana pernikahannya batal. Kemudian di tahun 1180 M Raymond III Tripoli dan Bohemond III of Antioch bermaksud menikahi Putri Sybilla, namun karena desakan Ratu Agnes Courtenay yang merupakan Ibu Putri Sybilla, maka sang putri dinikahkan dengan Ksatria Salib yang berasal dari Poitiers, Perancis Barat yaitu Guy of Lusignan. Keluarga Lusignan tiba di tanah suci Yerusalem setelah diusir oleh Raja Richard the Lionheart(keturunan Normandy) karena pembunuhan bangsawan Norman di Poitiers, Perancis.

Raja Yerusalem Baldwin IV si Lepra (Ibnu Jubair mengatakan Baldwin IV Al Khinzir) meninggal th 1185 M dengan meninggalkan pewaris Baldwin V anak dari William Longsword(sudah mati) dan Putri Sybilla yang merupakan saudarinya. Otomatis tahta Yerusalem diserahkan pada Baldwin V yang  muda  dan sebagai wali raja adalah Raymond III Tripoli. Namun Raja Baldwin V meninggal th 1187 M, kemudian terjadi kegoncangan di Kerajaan Yerusalem. Terjadi perpecahan antara golongan Raymond III Tripoli yang didukung keluarga Ibelin dari Ramalah terhadap Putri Sybilla dan suaminya Guy of Lusignan yang di dukung oleh Gerard de Rideford. Yang menjadi penengah dalam friksi ini adalah Balian D’Ibelin, dan akhirnya tahta Yerusalem jatuh ke tangan Guy of Lusignan. Comte Raymond III Tripoli kemudian mengundurkan diri dan balik ke kota Tiberias ke tempat istrinya dan memimpin disana.

PERTEMPURAN HATTIN Juli 1187 M dan TAKLUKNYA YERUSALEM Okt 1187 M

Perang ini dipicu oleh seorang Baron atau raja kecil dari Kerak (sekarang wilayah Israel), Arnad/Reynald/Reynaud du Chatillon. Para Baron lain tahu bahwa satu-satunya cara untuk menjaga keutuhan wilayah mereka adalah dengan menghormati tetangga muslim dan tidak melanggar berbagai perjanjian yang telah disepakati. Namun Reynald du Chatillon, dengan semboyan “Die to all Muslims” dan “It is not a crime to kill infidels” berkali-kali melanggar perjanjian, dari merampok caravan pedagang Muslim, membunuh orang-orang yang pergi haji, menjarah kapal milik muslim, hingga menyerang secara terbuka pelabuhan Mekkah dan Madinah. Meskipun serangan ini gagal namun sudah membuat dunia islam gempar dan mencoreng reputasi Sultan Shalahuddin Al Ayyubi sebagai pelindung 2 kota suci Mekah n Madinah

Benteng Karak

Benteng Kerak

Kastil Reginald du Chattilon di Kerak. Dari sinilah si penjahat perang ini mengatur penyerangan terhadap kafilah haji.

Sultan Shalahuddin langsung menyerang balik di tahun 1183 M dan ditanggapi oleh Pasukan Salib/Latin dengan mengerahkan pasukan terbesar yang pernah dihimpun, namun tidak terjadi peperangan karena pasukan Salib bersifat pasif/defensif.

Kemudian 4 tahun kemudian pada bulan Mei tahun 1187 M, dimulailah pergerakan militer yang ofensif/jihad thulab oleh Sultan Shalahuddin. Beliau memobilisasi pasukan dari Mesir yang dipimpin anaknya Al Afdhal dan Husamuddin Lu’lu. Dan terjadi pertempuran di Mata Air Cresson dimana pasukan Salib kalah telak. Hal ini membuat perselisihan Guy of Lusignan dengan Comte Raymond III Tripoli mereda karena adanya musuh bersama yaitu pasukan Muslimin. Dan Raymond III Tripoli menyatakan tunduk pada Kerajaan Yerusalem dan memutus perjanjian damai dengan Shalahuddin.

Peta Pergerakan Pasukan Yang terlibat Perang

Peta Pergerakan Pasukan Yang terlibat Perang Hattin

Pergerakan Militer th 1187 M.
Daerah di arsir merah = Kekuasaan Reynal du Chattilon yang bernama Oultrejordain
Daerah di arsir Hijau = Kingdom of Jerusalem yang dipimpin Raja Guy of Lusignan dan Ratu Sybilla
Daerah di arsir kuning = Kekuasan istri Raymond III Tripoli
Daerah di arsir ungu di utara = Kekuasaan Raymond III Tripoli
-

Sementara itu terjadi perundingan diantar pasukan Salib di Kastil Sephorie/Saffuriyah di utara Nazareth. Raymond III Tripoli yang merupakan pemimpin Latin/Salib paling cerdas dan merupakan pakar taktik terhebat di Yerusalem memberikan nasehat agar pasukan Salib menunggu saja dan bertempur di Yerusalem, kemudian menyerang dengan hebat dan melumatkannya sewaktu pasukan muslim sudah lelah dengan pengepungan. Namun ditolak oleh pemimpin salib yang lainnya dan memberikan ide untuk menyerang secara terbuka ke arah Tiberias.

Kedua belah pihak baik muslim atau kristen sama-sama memobilisasi pasukan dengan jumlah yang sangat besar. Di pihak Kristen terkumpul 18.000 – 20.000 pasukan di pihak muslimin juga kurang lebih sama. Pasukan Shalahuddin mulai menyeberangi Sungai Yordan yang berada di selatan Danau Tiberias pada akhir Juni 1187 M. Pada tanggal 2 Juli 1187 M terjadi serangan dan pengepungan Kota Tiberias yang dikuasai Raymond III Tripoli, namun hanya terdapat Count Eschiva yang merupakan istri Raymond III, hingga kota tersebut jatuh ke tangan muslimin. Sebenarnya penyerangan pasukan muslim ke Tiberias ini mengandung resiko yang sangat besar yaitu bisa terjepit diantara 2 kekuatan musuh yang besar yaitu Kerajaan Yerusalem dan Tiberias sebelum pasukan muslim mencapai kota Tiberias. Namun karena pergerakan militer yang cepat maka Kota Tiberias jatuh dan mengakibatkan terpancingnya pasukan salib keluar dari kastil2 mereka di Yerusalem untuk menghadapi Sultan Shalahuddin dan pasukan muslim di Danau Tiberias.

Tanggal 3 Juli 1187 M,  semenjak sampai di daerah Turan sekitar 12 km sebelah timur Hattin pasukan salib yang merupakan sumber air terdekat, kuda2 tunggangan tidak mau meminum air dan para pasukan ada yang terus berangkat hingga ke Kafr Sabt/Caffarset dekat perkemahan muslimin. Hal ini sangat fatal karena pasukan sudah kelelahan dan haus apalagi di bulan Juli yaitu puncak musim panas. Shalahuddin kemudian memfokuskan pasukan di Caffarset dan meninggalkan sedikit pasukan di Tiberias, kemudian mulai menyerang pasukan salib. Pasukan salib banyak yang tidak mau meneruskan penyerangan menembus barikade depan muslimin . Sehingga terjadi perubahan rencana mendadak, pasukan salib yang bergerak ke arah timur ke arah Tiberias, kemudian berbelok ke utara dengan maksud melewati Bukit Hattin lalu menuju mata air Hattin yang berjarak 6 km atau langsung ke Danau Tiberias yang berjarak 12 km untuk mendapatkan sumber air melimpah untuk persiapan perang. Kemudian pasukan salib berkemah di Hattin malam 4 Juli 1187 M.

Pasukan Salib yang diserang & dikepung di Puncak Hattin oleh Sultan Shalahuddin(tengah hijau), Panglimanya Taqiyuddin(kanan hijau), dan Panglimanya Muzafaruddin Gokbori (Kiri Hijau)

Pasukan Salib yang diserang & dikepung di Puncak Hattin oleh Sultan Shalahuddin(tengah hijau), Panglimanya Taqiyuddin(kanan hijau), dan Panglimanya Muzafaruddin Gokbori (Kiri Hijau)

Sultan Shalahuddin dapat membaca hal ini kemudian memerintahkan Taqiyuddin untuk mencegat pasukan salib di dekat puncak Hattin (utara). Beliau sendiri akan menyerang dari tengah(timur) dan Muzafaruddin Gokbori dengan sayap kirinya menyerang dari arah belakang(barat) pasukan salib.

 

PERTEMPURAN HATTIN 4 JULI 1187 M

Fajarpun menyingsing pada pagi 4 Juli 1187 M di puncak Hattin, terjadilah pertempuran dahsyat. Sayap kanan yang dipimpin Taqiyuddin mendapatkan serangan dahsyat dan hampir jebol oleh serangan pasukan salib pimpinan Raymond III Tripoli yang membabi buta dengan maksud mencapai mata air Hattin di utara. Taqiyuddin berinisiatif meloloskan pasukan Raymond III daripada membuat pasukan muslim banyak terbunuh dan sekaligus melemahkan pasukan salib dengan berkurangnya pasukan Raymond III. Dan Raymond III berhasil lolos ke utara dan melarikan diri ke kota Tyre/Tyrus tanpa kembali ke kota istrinya Tiberias yang lebih dekat karena takut dijebak Sultan Shalahuddin. Pasukan salib pimpinan Guy of Lusignan dan Gerard De Ridefort semakin terdesak menuju puncak Hattin Utara dan pasukan infanteri pasukan salib sudah tidak bersemangat berperang karena haus. lelah, dan kesalahan strategi pemimpinnya. Di sebelah selatan yaitu dekat tanduk Hattin selatan, pasukan Templars pimpinan Balian D’Ibelin dapat melarikan diri ke Selatan menerobos kepungan Muzafaruddin Gokbori.

Panorama Hattin sekarang di dekat Danau Tiberias

Panorama Hattin sekarang di dekat Danau Tiberias

Pasukan Shalahuddin vs Pasukan Salib dengan salib sucinya di Medan Hattin

Akhirnya pasukan muslimin sayap kanan pimpinan Taqiyuddin berhasil merebut Salib Suci yang dipegang Uskup Besar Akre dan Uskup Lidde di tanduk Hattin utara. Hal ini membuat mental pasukan salib jatuh dan mulai tampak tanda-tanda kekalahan di mata mereka. Pasukan muslimin menjadi gembira, namun Sultan Shalahuddin berkata pada pasukannya agar jangan gegabah sebelum berhasil meruntuhkan Tenda Merah Besar Kerajaan Yerusalem di Tanduk Hattin. Dan akhirnya rubuhlah tenda merah besar itu dan berakhirlah Perang Hattin dengan kemenangan di pihak muslimin. Para pemimpin salib hampir semuanya ditawan kecuali Balian D’Ibelin, Raymond III Tripoli, dan Joscelyn de Courtnay . Para pemimpin yang ditawan adalah Guy of Lusignan sebagai Raja yerusalem, Reynaud/Reynald du Chattilon, Gerard de Ridefort, Uskup Lidde, Humphrey II de Toron, pemimipin ordo Hospitaller dll.

Kemudian Sultan Shalahuddin memenggal kepala sang penjahat Reynal du Chattilon dan membebaskan Raja Guy of Lusignan, Gerard de Ridefort dan yang lainnya.

Setelah mengalahkan pasukan salib maka pasukan muslimin terus menuju ke kota-kota dan benteng-benteng pasukan salib di wilayah Kerajaan Yerusalem untuk melakukan pengepungan dan penaklukan.

Dua bulan kemudian pada akhir bulan September (20-30 Sept 1187 M) pasukan muslimin mengepung kota Yerusalem. Shalahuddin mengerahkan segenap kekuatan mujahidin untuk menggempur benteng Palestina/Yerusalem. Barisan pelontar batu api (manjaniq) dikerahkan untuk meruntuhkan benteng Yerusalem. Balian de Ibelin juga balas melontarkan manjaniq-nya sehingga kaum muslimin menjemput syahid. Tekanan mujahidin begitu kuat, sehingga Balian mengirim dua orang utusan untuk meminta jaminan keselamatan dari Shalahuddin. Namun Shalahuddin menolak dan mengingakan mereka akan pembantaian besar yang mereka lakukan seratus tahun lalu di tahun 1099 M. Akhirnya Balian de Ibelin datang sendiri menghadap Shalahuddin dan mengancam akan membunuh semua manusia di dalam benteng, menghancurkan masjid Al-Aqsa, dan berjuang sampai mati, jika permohonannya tidak mendapat jaminan keamanan.

Setelah mengadakan syura/musyawarah dengan beberapa ulama dan penasihat militer, Shalahuddin menerima permintaan Balian de Ibelin. dan akhirnya takluklah Yerusalem pada tgl 2 Oktober 1187 M tanpa adanya pembantaian yang keji oleh pasukan muslimin terhadap kristen, dan hal ini bertolak belakang dengan takluknya Yerusalem oleh pasukan Salib tahun 1099 M dimana terjadi pembantaian keji terhadap muslimin oleh pasukan salib.

ULAMA yang BERPERANG di MEDAN HATTIN

Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy (541 H/ 1146 M – 629 H/ 1232 M) juga seorang mujahid yang terjun di medan jihad fisabilillah bersama pahlawan besar Shalahuddin al-Ayyubi  yang berhasil menyatukan kekuatan militer umat Islam pada tahun 583 H / 1187 M untuk menumpas tentara salib dan membersihkan tanah suci Quds dari najis mereka. Para penulis biografi Imam Ibnu Qudamah Al Hambali menyebutkan bahwa belia dan saudara kandungnya, Abu Umar, beserta murid-murid beliau dan beberapa orang keluarganya turut berjihad di bawah panji-panij para mujahidin yang dimenangkan oleh Allah ini. Beliau berdua dan murid-muridnya mempunyai satu kemah yang senantiasa berpindah-pindah kemanapun para mujahidin berpindah dan mengambil posisi. Beliau adalah salah satu ulama penasihat Sultan Shalahuddin Al Ayyubi disamping Ibnu Az-Zaki Asy-Syafi’i  dan Ibnu Naja’ al-Qadiri al Hambali

Setelah pertempuran yang sangat menentukan ini wilayah Kesultanan Shalahuddin Al Ayyubi meliputi Mesir, Syam/Syiria, Hijaz, hingga sebagian Iraq

Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna pink). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin Al Ayyubi

Saking terkenalnya Sultan Shalahuddin al Ayyubi ini di dunia barat, sampai2 bila para lelaki salib berangkat perang dan berjanji pada tunangannya untuk pulang dengan selamat, maka tunangannya akan berkata “WE THRUST SALADIN BECAUSE HE NEVER LIES”.Dengan kata lain kami tak percaya kamu dengan membandingkannya dengan Saladin

-

Notes:

1). Imam Ibnu Qudamah menyatakan:

Ayat ini merupakan peringatan sangat keras yang menunjukkan pada hukum wajib. Sebab, melaksanakan kewajiban agama merupakan kewajiban bagi orang yang mampu melaksanakannya. Hijrah termasuk kewajiban yang sangat penting, sekaligus penyempurna bagi kewajiban lain. Jika suatu kewajiban tidak sempurna kecuali oleh sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib. (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, X/514).

2) lihat–> http://muslim.or.id/manhaj/hegemoni-syiah.html
http://www.hakekat.com/
http://haulasyiah.wordpress.com/

3) Maulid Nabi termasuk inovasi/bid’ah dalam agama islam(muncul 500 th setelah nabi wafat). Bid’ah adalah segala sesuatu yang diada-adakan di dalam agama islam tanpa adanya petunjuk dari Rasulullah shalllallahu alaihi wassalam. Bid’ah tidak termasuk masalah dunia, justru masalah dunia harus ada inovasi,seperti membuat pesawat, peralatan tempur, mikrofon utk masjid dll.

“Barangsiapa mengada-adakan(bid’ah) dalam perkara (agama) kami ini apa-apa yang bukan darinya maka amalan tersebut tertolak(tidak diterima Allah).” (HR. Al-Bukhariy no.2550 dan Muslim no.1718

http://www.rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2929-benarkah-ibnu-taimiyah-ibnu-hajar-shalahuddin-al-ayubi-pro-maulid-nabi.html

4) aslinya orang Flanders/Flemming dari Belgia yang bergabung dengan orang Norman pimpinan William Sang Penakluk /Guillaume Ier d’Angleterre)yang menaklukkan Inggris dalam pertempuran Hasting 1066

-

sumber:

Hattin 1187 by David Nicolle

http://www.saudiaramcoworld.com/issue/197003/saladin-story.of.a.hero.htm
http://www.saudiaramcoworld.com/issue/196202/champion.of.the.faithful.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Hattin_Battle
http://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Jerusalem
http://en.wikipedia.org/wiki/Vassals_of_the_Kingdom_of_Jerusalem

Satu Tanggapan to “Takluknya Ur Salim (Kota Kedamaian) Al Quds oleh Shalahuddin Al Ayyubi (Battle of Hattin 1187 M)”

  1. Muhammad Idris said

    Assalamualaikum WBT,

    Hebat penulisan Tuan.
    Saya ingin menawarkan peluang menulis. Mohon emel untuk kita bincang lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: