Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

GHIBAH: Apa hendak dikata…Pahala tak Tersisa…Dosa Bertumpuk pula..

Posted by Bukit Barisan pada September 10, 2014

Bismillah,
”Hati-hati dengan berghibah ria, karena membuka aib orang lain itu sama halnya dengan dibongkarnya aib kita oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kita bongkar 1 aib orang mungkin Allah subhanahu wa ta’ala akan membongkar 3,4 atau 10 aib kita sekaligus. Naudzubillah min dzalik.

Riba termasuk dosa besar seperti memakan bunga bank, rentenir, dan dosa riba yang paling berat sama dengan ghibah
“Satu dirham karena hasil riba yang dimakan oleh seseorang padahal dia tahu, lebih berat di sisi Allah dibandingkan tiga puluh perzinahan.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Thabrani, lihat Goyatul Marom :172, Ar-Roudl An-Nadzhir: 459, As-Shahihah 1033, Shahih Al-Jami’ 3375)

Sesungguhnya termasuk riba yang paling parah/buruk adalah mengulurkan lisan terhadap kehormatan seorang muslim tanpa hak (HR Abu Dawud IV/269 no 4876. Dan hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 3950)
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan amalan shalat, puasa dan zakat dalam keadaan dahulunya mencaci orang lain, memfitnah orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, memukul orang lain. Maka diambil kebaikannya untuk diberikan kepada orang yang telah ia zalimi tersebut. Apabila telah habis kebaikannya sementara urusannya belum selesai maka kejelekan orang yang dizalimi akan diberikan padanya kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Ibadah yang kita sudah kita kerjakan saja belum tentu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. bagaimanapula ibadah yang sudah kita kerjakan dengan ikhlas dan diterima Alah kemudian dengan enaknya nanti di akhirat diberikan kepada korban ghibah kita.

Say no to Ghibah

Say no to Ghibah

Berkata Ibrahim bin Adham, “Wahai para pendusta, engkau bakhil dalam urusan duniamu terhadap kawan kawanmu, tetapi engkau begitu dermawan dalam urusan akhiratmu terhadap musuh-musuhmu, padahal engkau tidak tercela dengan kebakhilanmu dan tidak terpuji dengan kedermawananmu.” Demikian seorang pendusta telah mengirimkan pahala kepada bekas musuh-musuhnya di akhirat melalui ghibah, sementara dengan itu dia sendiri mengumpulkan dosa. Sungguh teramat rugi bagi orang yang suka GHIBAH!

Darimana pula ada dalil klo sekeluarga atau suami istri boleh curhat(baca -mengghibah-) orang.
Bahkan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam sangat memperhatikan masalah ghibah ini di dalam keluarga Beliau. Suatu hari Aisyah istri Beliau pernah berkata kepada Rasulullah tentang Shafiyyah istri Beliau yg lain bahwa dia adalah wanita yang pendek. Maka beliau bersabda:
لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَو مُزِجَتْ بِمَاءِ البَحْرِ لَمَزَجَتْهُ
“Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu.” (H.R. Abu Dawud 4875 dan lainnya)
Dapat merubah rasa dan aroma air laut, disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut.

Bahkan sangat dianjurkan bagi seseorang yang mendengar saudaranya dighibahi bukan hanya sekedar mencegah gibah tersebut tetapi untuk membela kehormatan saudaranya tersebut, sebagaimana sabda Nabi:
“Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya.” (Riwayat At-Tirmidzi 1931 dan Ahmad 6/450, berkata Syaikh Salim Al-Hilali : “Shohih atau hasan”)

Berkata Imam Nawawi dalam Al Adzkar: “Jika dia mampu untuk mengingkari dengan lisannya atau dengan memotong pembicaraan ghibah tadi dengan pembicaraan yang lain, maka wajib bagi dia untuk melakukannya. Jika dia tidak melakukannya berarti dia telah bermaksiat.”

Jikalau anda sedang lapar kemudian datang bertamu ke rumah orang, kemudian orang tsb menghidangkan kepada anda bangkai ayam pasti anda marah semarah-marahnya dan terlontar dari mulut anda “kurangajar anda!”

Lha ini ghibah memakan bangkai manusia, anda disuguhkan bangkai manusia diam saja…

وَلاَ يغتبَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ
Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. (QS. Al Hujurat 12)

sumber:

http://www.radiorodja.com/menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-1-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/

http://www.radiorodja.com/menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-2-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Sudah Dekatkah Waktunya?

Posted by Bukit Barisan pada Agustus 10, 2014

Bismillah,

Biarkan hadits nabi dan fakta yang berbicara. Masih menyambung dari link tentang Dajjal ini

7gate

Silahkan lihat di google map kota Madinah sekarang. 7 jalan masuk utama (warna kuning di google map) ke Masjid Nabawi di Madinah

masjid nabawi sekarang masjid nabawi awal

Nabi Muhammad berkata 1400 tahun yang silam disaat Masjid Nabawi belum dibangun berwarna putih dari marmer dan pualam, Masjid Nabawi dibangun di abad 20 ini.

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Nabi Adam dan Manusia Dahulu Kala

Posted by Bukit Barisan pada Juni 27, 2014

Tahukah anda bahwa manusia dahulu kala ukurannya besar-besar hampir seperti Nabi Adam. “Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 dzira’ (hasta). Kemudian setelah Adam manusia berkurang tingginya seperti sekarang ini” (H.R Shahih Bukhari). 1 dzira’ atau hasta itu kira-kira 50 cm (berkisar 45 – 52 cm tergantung orang Arab, Indonesia, atau Eropa) jadi tinggi Nabi Adam kira-kira 30 meter.

 

kira-kira 16 kali orang Eropa(tinggi 180 cm) atau 18 kali orang Asia (165 cm):

Gambar

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضى الله تعالى عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم  قَالَ: خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا ثُمَّ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنَ الـْمَلاَئِكَةِ فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّوْنَكَ تَحِيَّتَكَ وَتَحِيَّةَ ذُرِّيَّتكَ. فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوْا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ. فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللهِ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْـجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلِ الْـخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الْآنَ (HR.Bukhari No.3326)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Nabi Shalallahu’alaihi wasallam pernah bersabda : “Allah menciptakan Adam setinggi 60 Dziro’. Kemudian Allah berfirman, ‘Pergilah, kemudian ucapkan salam kepada para malaikat dan dengarkan jawaban mereka, karena jawaban tersebut akan menjadi salammu dan salam keturunannmu’. Maka Adam mengucapkan ‘Assalamu’alakum’. Para Malaikat menjawab, ‘Assalamu’alaika Warahmatullah’. Para malaikat menambahkan kata Warahmatullah. Setiap orang masuk surga tubuhnya akan berpostur seperti Adam. Anak cucu Adam diciptakan semakin mengecil hingga sekarang.” (HR. Bukhari, Kitab Kisah Para Nabi, Bab Penciptaan Adam dan Keturunannya)

Dalam hadits yang lain:
إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit” (HR Al-Bukhari 3327)

Berikut ukuran kaki manusia zaman dahulu yang ditemukan sebagai fosil:

Gambar

Ukuran jangkar kapal yang digunakan manusia zaman dahulu:

Gambar

gimana cara mengangkatnya ya ke kapal?

Gambar

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Tragedi Suriah – Pembantaian Puluhan ribu Muslimin oleh rezim Syiah Nushairiyyah

Posted by Bukit Barisan pada Mei 6, 2012

Tragedi Pembantaian kaum muslimin sunni oleh Syiah Nushairiyyah

Wahai kaum muslimin fakta-fakta apalagi yang diperlukan untuk menjelaskan sejarah pengkhianatan dan kejahatan Syiah terhadap kaum muslimin. Bukankah banjir darah di Baghdad th 1258 M karena pengkhianatan SYIAH terhadap khalifah Abbasiyah yang menyebabkan dibantainya jutaan muslimin oleh Mongol. Perang pura-pura hizbullah dengan zionis Israel pun yang jadi korban adalah rakyat sunni. https://bukitbarisan.wordpress.com/2009/02/02/agama-syiah/#more-28

Hassan Hizbullah Syiah Rafidhah, Bashar Al Assad Syiah Nushairiyyah, Ahmadinejad Syiah Imamiyah(Yahudi bermarga Sabourijan) sebagai Syiah Imamiyah sejati harus pandai berTAQIYAH. Sok pengen menyerang Israel, bukankan DAJJAL dan tentaranya Yahudi berasal dari ISFAHAN/Asbahan, IRAN

Al-Imam Asy-Syafi’I rahimahullah (salah seorang Imam 4 madzhab, 204 H):

الإمام الشافعي أنه قال:

((لم أر أحداً من أصحاب الأهواء أكذب في الدعوى، ولا أشهد بالزور من الرافضة))أخرجه ابن بطة في الإبانة الكبرى 2/545، واللالكائي في شرح أصول اعتقاد أهل السنة 8/457

“Aku tidak pernah melihat dari para pengikut hawa nafsu yang lebih dusta di dalam ucapan, dan bersaksi dengan saksi palsu dari syiah rafidhah”.(diriwayatkan Ibnu Baththah dalam kitabnya “Al-Ibanah Al-Kubro 2/545, dan Al-Lalikai dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah 8/457)

Mereka suka ber Taqiyah (menutup-nutupi ke syiah an mereka di depan sunni, jadi mereka pura-pura muslim/beriman di depan sunni namun kalau berkumpul sesama mereka maka mencela dan mengkafirkan sunni), bahkan kalau mereka berkuasa akan membantai sunni Jadi sifat mereka ini persis seperti MUNAFIKIN.

lihatlah kesyirikan yang dilakukan mereka dengan menyembah Bashar Assad dan memaksa rakyat juga untuk menyembah gambar Bashar Assad. silahkan searching di youtube ttg SYIAH..

http://www.youtube.com/watch?v=KkiBXZCueeY

Surat elektronik (email) Presiden Suriah Bashar al-Assad diretas dan isinya dibocorkan ke publik. Dalam salah satu email tersebut terungkap bahwa Presiden Assad pernah mendapatkan saran dari Iran dalam menangani unjuk rasa menentang rezimnya yang meluas di Suriah.

Assad menerima saran dari otoritas Iran maupun seseorang yang duduk dalam pemerintahan Iran. Diketahui bahwa sebelum menyampaikan pidatonya kepada publik pada Desember 2011 lalu, konsultan media Assad mempersiapkan daftar panjang soal tema-tema yang akan disampaikan Assad. Hal itu didasarkan saran-saran hasil konsultasi dengan sejumlah orang termasuk penasihat politik dan penasihat untuk Duta Besar (Dubes) Iran.

Dalam surat elektronik tersebut, Assad juga disaranan untuk menggunakan bahasa yang ‘kuat dan dahsyat’.

PENJELASAN MARKAZ AL-ALBANI TERKAIT TRAGEDI SURIAH

الحمد للّه رب العالمين، ولا عدوان إلا على الظالمين، والصلاة والسلام على سيد المرسلين، وبعد

Tidak samar lagi bagi semua orang peristiwa yang dialami oleh rakyat Suriah akibat tindakan bengis Nushairiyah, -sebuah kelompok kecil- berupa pembunuhan, pengusiran, penyiksaan dan dijemur diterik matahari yang membakar sejak kurang lebih setahun, bahkan dari empat ikatan, kelompok brutal yang hendak merampas negara, menghinakan para hamba dan berusaha menyebarkan kerusakan di bumi Allah Azza wa Jalla sampai-sampai tindakan kotor mereka telah menodai semua yang suci.

Sebagai upaya menjelaskan hak bagi orang-orang yang berhak, maka kami jelaskan bahwa kewajiban seluruh kaum Muslimin, baik yang duduk sebagai penguasa ataupun rakyat untuk membantu saudara-saudara mereka di Suriah sesuai dengan kemampuannya, berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla.

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ

“Kenapa kamu tidak tolong menolong?” [As-Shafaat/37:25]

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًاأومَظْلُوْمًا

“Tolonglah saudaramu, baik yang berbuat zhalim ataupun yang dizhalimi”. [HR Muslim]

Minimalnya, bantuan berbentuk harta, obat-obatan dan menampung orang yang terusir dan berdo’a kepada Allah agar Allah Azza wa Jalla menghilangkan penderitaan mereka dan menyeru kaum Muslimin Suriah untuk merealisasikan Tauhid, menjaga Shalat, senantiasa Istighfar dan mengembalikan barang-barang yang diambil secara zhalim. Maka bisa jadi Allah Azza wa Jalla menjadikan orang zhalim menguasai kita akibat dari perbuatan dosa yang kita lakukan. Dan Allah Azza wa Jalla memiliki ketentuan Sunnatullah yang berlaku pada makhluknya.

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka, dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. [Al-Anfaal/8:33]

Dan kami memuji Allah Azza wa Jalla, Dia adalah Dzat yang terpuji dalam segala keadaan, yang telah menyingkapkan bagi kaum Muslimin, baik di bumi belahan timur ataupun barat, jatidiri para pembuat kerusakan dan sekutunya. Seandainya tidak buah (hikmah) lain dari musibah ini selain terungkapnya (keburukan) Syi’ah Rafidah bagi penduduk Syam khususnya dan kaum Muslimin umumnya, rencana jahat mereka dan kedustaan mereka terhadap kaum Muslimin sehingga aqidah mereka terpelihara, maka itu sudah cukup.

Dan hendaklah saudara-saudara kami di Suriah mengetahui bahwa kezhaliman para pelaku kezhaliman akan segera hilang insya Allah Azza wa Jalla, karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Perkasa lagi mempunyai hukuman, tidak ada sesuatu pun di dunia ataupun di langit yang bisa melemahkan-Nya dan Dialah yang memberi jaminan kepada negeri Syam dan penduduknya, lewat lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kebanyakan kaum Muslimin meninggalkan dan membiarkan penduduk negeri Syam pada saat mereka sangat membutuhkan bantuan, maka sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan menolong mereka dengan karunia-Nya dan kalian akan mendengar kabarnya sebentar lagi. Walhamdulillahi Rabbil A’lamin. عمان- الأردن 3 /4/1433 – 25/2/2012

sumber : majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XVI/1433/2012M

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Siapa bilang Akhlak Mulia bukan Aqidah??

Posted by Bukit Barisan pada Maret 23, 2012

“Akh, ana lebih senang bergaul dengan ikhwan yang akhlaknya baik walaupun sedikit ilmunya”. [SMS seorang ikhwan]

“Kok dia suka bermuka dua dan dengki sama orang lain, padahal ilmunya masyaAlloh, saya juga awal-awal “ngaji” banyak tanya-tanya agama sama dia”. [Pengakuan seorang akhwat]

“Ana suka bergaul dengan akh Fulan, memang dia belum lancar-lancar amat baca kitab tapi akhlaknya sangat baik, murah senyum, sabar, mendahulukan orang lain, tidak egois, suka menolong dan ana lihat dia sangat takut kepada Alloh, baru melihatnya saja, ana langsung teringat akherat”. [Pengakuan seorang ikhwan]

Mungkin fenomena ini kadang terjadi atau bahkan sering kita jumpai di kalangan penuntut yang sudah lama “ngaji”(1) . Ada yang telah ngaji 3 tahun atau 5 tahun bahkan belasan tahun tetapi akhlaknya tidak berubah menjadi lebih baik bahkan semakin rusak. Sebagian dari kita sibuk menuntut ilmu tetapi tidak berusaha menerapkan ilmunya terutama akhlaknya. Sebaliknya mungkin kita jarang melihat orang seperti dikomentar ketiga yang merupakan cerminan keikhlasannya dalam beragama meskipun nampaknya ia kurang berilmu dan. semoga tulisan ini menjadi nasehat untuk kami pribadi dan yang lainnya.

Akhlak adalah salah satu tolak ukur iman dan tauhid

Baca entri selengkapnya »

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Berbakti Kepada OrangTua

Posted by Bukit Barisan pada November 9, 2011

Seorang Ibu bila bisa menumpahkan uneg-unegnya pada anaknya akan berkata “aku inilah pahalamu…ibumu… pahalamu… tanpa engkau harus memerdekakan budak atau banyak-banyak berinfak dan bersedekah…”

“Engkau berletih mencari pahala… engkau telah beramal banyak… tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar… di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu masuk surga…”

anakku pernah engkau mendengar sabda Rasulullah shalllallahu alaihi wassalam yang menyifati aku dengan surgamu:

الوالد أوسط أبواب الجنة فإن شئت فأضع ذلك الباب أو احفظه

Orang tua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah! (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dishohihkan oleh Al Albani)

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | Leave a Comment »

Zakat Profesi?

Posted by Bukit Barisan pada Maret 3, 2011

Zakat merupakan ibadah yang sangat memiliki fungsi dan peranan stretegis. Di samping zakat merupakan bentuk taqorrub (pendekatan diri) kepada Allah, ia juga merupakan sarana penting untuk membersihkan jiwa manusia dari noda-noda hati dan sifat-sifat tercela seperti kikir, rakus dan egois. Sebagaimana zakat juga dapat memberikan solusi untuk menanggulangi problematika krisis ekonomi yang menimpa umat manusia.

Pada zaman kita sekarang, telah muncul berbagai jenis profesi baru yang sangat potensial dalam menghasilkan kekayaan dalam jumlah besar. Masalahnya, bagaimana hukum fiqih Islam tentang zakat profesi yang dikenal oleh sebagian kalangan sekarang ini? Apakah itu termasuk suatu bagian dari zakat dalam Islam? Ataukah itu adalah suatu hal yang baru dalam agama? Inilah yang akan menjadi bahasan utama kita pada kesempatan kali ini. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Defenisi Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Profesi tersebut ada dua macam:

Pertama: Profesi yang dihasilkan sendiri seperti dokter, insinyur, artis, penjahit dan lain sebagainya.

Kedua: Profesi yang dihasilkan dengan berkaitan pada orang lain dengan memperoleh gaji seperti pegawai negeri[1] atau swasta, pekerja perusahaan dan sejenisnya.[2]

Istilah Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah istilah zakat yang baru pada abad sekarang. Menurut kaidah pencetus zakat profesi bahwa orang yang menerima gaji dan lain-lain dikenakan zakat sebesar 2,5% tanpa menunggu haul (berputar selama setahun), bahkan pada sebagian kalangan malah tanpa menunggu nishob dan haul!!!

Mereka menganalogikan dengan zakat pertanian. Zakat pertanian dikeluarkan pada saat setelah panen. Disamping mereka menganalogikan dengan akal bahwa kenapa hanya petani-petani yang dikeluarkan zakatnya sedangkan para dokter, eksekutif, karyawan yang gajinya hanya dalam beberapa bulan sudah melebihi nisab, tidak diambil zakatnya.

Zakat Harta yang Syar’i

Kaidah umum syar’i sejak dahulu menurut kesepakatan para ‘ulama[3] berdasarkan hadits Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassallam adalah wajibnya zakat harta harus memenuhi dua kriteria, yaitu :

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | 6 Comments »

Memaksakan Diri Di Luar Kemampuan

Posted by Bukit Barisan pada Februari 24, 2011

Bismillah,

Heran..gimana manusia dengan gampangnya menjadi ustad (mendadak ustad). Dengan bahasa Arab dan pemahaman ilmu yang secukupnya , lalu dengan lantang berbicara di depan orang ramai …”Silahkan bila ada pertanyaan tentang islam akan saya jawab, apapun ayo silahkan”.. naudzubillah min dzalik..Tiba-tiba menjadi seorang ahli fiqih seperti Imam Syafi’i (tidak menjawab dengan qalallahu wa qalar rasul ‘ala fahmi salaful ummah atau alim ulama) namun jawabnya dengan hadits/quran tapi dengan embel2 “menurut saya seperti ini..”

Seperti perkataan orang:

“orang bodoh yang tidak tahu dirinya bodoh adalah yang paling celaka”

“orang yang berkata dirinya saya alim (maka saksikanlah dia adalah orang yang paling bodoh ttg syariat ini = ru’unah/kebodohan paling dasar/kebodohan kuadrat pangkat 10) -perkataan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah(literatur??)-

Orang yang tidak tahu kadar dirinya bagaimana dapat mengukur kadar orang lain…

Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Benarlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam ttg ruwaibidhah (orang yang memaksakan sesuatu diluar kemampuannya)

sumber: muslim.or.id





Posted in ISLAM | 1 Comment »

Sunnatullah..Arabian Shield

Posted by Bukit Barisan pada Desember 19, 2010

BAB 654 H: Catatan Sejarah kota Madinah: Selasa, malam Rabu, 3 Jumadil Akhir 654 Hijriyah. Enam abad lebih sesudah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam wafat. Dini hari sudah menjelang habis, tapi subuh masih agak jauh, ketika warga kota Madinah dibangunkan dari tidurnya karena ada suara menggelegar, yang disusul terjadinya gempa besar mengguncangkan tanah, dinding, atap, kayu, dan pintu. Kejadian itu berlangsung selama 3 hari berturut-turut sampai hari Jumat tanggal 5 bulan tersebut.

Kemudian muncul api raksasa di Harrah dekat Quraizah, di pinggiran Madinah. Orang-orang yang tinggal di pusat kota bisa melihat api yang mengamuk itu dari rumahnya, seakan ada di samping mereka, karena begitu dekatnya. Lidah apinya lebih besar dari tiga buah menara. Api itu kemudian dilaporkan mengalir ke wadi (oase) Syahza seperti air yang mengalir di sungai, dan akhirnya api itu menghentikan aliran air di wadi Syahza sehingga tidak mengalir lagi.

Sesudah api menyebar tiba-tiba gunung-gunung batu di sekitar Madinah berubah menjadi lautan api, sehingga menutup Herat yang merupakan jalur haji dari arah Iraq. Api itu terus merambat sampai ke Herat dan berhenti, lalu api itu kembali menjalar ke arah timur. Dari tengah-tengah api muncul bukit-bukit api yang melahap batu-batu.

Seorang ‘alim Madinah pada masa itu, Abu Syamah, atau nama lengkapnya Imam al-‘Allamah al-Hafizh Syihab ad-Din Abu Syamah al-Maqdisi menulis sebuah catatan yang dua abad kemudian dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan-Nihayah:

“..dari api itu muncul oase api seluas 12 mil, panjang 4 mil, dan  dalamnya 1,5 kaki. Api itu menjalar di muka bumi dan memunculkan  bukit-bukit kecil, dan merambat di permukaan tanah sehingga batu-batu  meleleh hingga sebulan lamanya..” (Tanda2 Hari Kiamat oleh DR. Abdullah Sulaiman Al Ghufaily)

Harrah/Batuan Hitam/Lava Basaltic hasil letusan Leleran(Erupsi Efusif) bukan Ekplosif/Ledakan

Demi melihat batu-batu hitam inilah Bangsa Yahudi pindah ke Madinah untuk menanti sang Nabi terakhir yang akan diutus untuk memerangi orang musyrik. Dan juga bahwa Yahudi berimigrasi ke Madinah pada abad pertama dan kedua masehi terutama setelah Kaisar Romawi yaitu Titus menghancurkan Kerajaan Israel pada th 70 M. Mereka berharap sang Nabi dari bangsa Yahudi yang akan dilahirkan di tengah2 mereka di daerah berbatu hitam sesuai isi penjelasan Taurat mereka, namun sayang sang Nabi berasal dari saudara mereka lain Ibu yaitu Arab dari keturunan Ismail bin Ibrahim alaihissalam. Sehingga menyebabkan kedengkian yang sangat pada diri-diri mereka.

Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu

Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.(QS. Al Baqarah 89-90)

Rekahan di Laut Merah yang menyebabkan terbentuknya batuan hitam basalt di Madinah n sekitarnya

Contoh Rekahan di Afrika Timur (Calon Laut Merah baru)



Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berumur 700-an juta tahun. Kawasan itu berupa endapan lava “alkali basaltik” (theolitic basalt) seluas 180.000 km persegi yang berusia muda (muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an kilo meter melalui zona rekahan sepanjang 600 kilo meter yang dikenal sebagai “Makkah-Madinah-Nufud volcanic line(Keselurusan Rekahan, biasanya dgn panjang 1km-1000km)”

Mineral Hijau Olivin yang terdapat di bebatuan hitam sekitar Madinah



Lava Basalt yang bersifat basa yang pernah hampir masuk ke Kota Madinah kemudian tiba-tiba berbelok jalurnya ke Timur kota Madinah

Shahabat beliau Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shalllallahu Alaihi Wassalam bersabda ttg salah satu ciri kiamat,

“Kiamat tidak akan terjadi sampai keluar api dari tanah Hijaz, menerangi punuk-punuk unta di Bushrah.” (1)(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Selama 4.500 tahun terakhir Harrah Rahat telah meletus besar sebanyak 13 kali dengan periode antar letusan rata-rata 346 tahun sekali. Letusan besar terakhir terjadi pada 26 Juni 1256 M, yang memuntahkan 500 juta meter kubik lava lewat 6 kerucut kecilnya selama 52 hari kemudian. Lava ini mengalir hingga 23 km ke utara dan hampir menenggelamkan kota suci Madinah yang letaknya memang lebih rendah, jika saja tidak ada mukjizat yang membuat aliran lava berhenti ketika jaraknya tinggal 4 km saja dari Masjid Nabawi.

Lempeng Arab..dan pemekaran samudra di Laut Merah dan Teluk Aden/Laut Arab



“Api yang akan keluar dari dataran terendah kota Aden yang akan menggiring manusia” (HR. Muslim dalam Al Fitan Wa Asyratus Sa’ah 2901, At Tirmidzi dalam Al Fitan 2183, Adu Dawud dalam Al Malahiim 4311)

“Api akan keluar dari Hadhramaut, atau laut Hadhramaut,” (HR. Ahmad Al Musnad (7/133) no. 5146 dgn tahqiq Syaikh Ahmad Syakir: Shahih dan juga di shahihkan Syaikh Albani dalam Shahihul Jami’)

Apakah Harrah2 di Semenanjung Arab ini yang tercantum dalam Sirah para ulama salaf tentang api yang mendekati kota Madinah?? dan apakah juga nanti api yang mengumpulkan manusia ke arah Syam/Syria yang muncul dari Yaman juga karena aktivitas yang sangat besar dari lava ini yang terus keluar  seperti leleran (efusif)… wallahu a’lam

Rentetan Kejadian yang terekam Sejarah :
1256 M : Lava Madinah
1257 M : Banjir bandang di Bashrah, Iraq, akibat meluapnya Sungai Dajlah/Tigris n Eufrat
1258 M : Jatuhnya Baghdad dan runtuhnya Kekhalifahan Abbasiyah dihancurkan Mongol (Hulaghu Khan)

Nota :

1) Kota Bushra di Syam dekat Harran bukan Bashrah di Iraq

sumber:

http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200602/volcanic.arabia.htm

http://www.saudicaves.com/lava/introobl.htm

http://www.springerlink.com/content/w5r104r036175j26/

http://en.wikipedia.org/wiki/Bowen%27s_reaction_series

http://teknologi.vivanews.com/news/read/193483-bagaimana-benua-afrika-terbelah

Hari Kiamat sudah Dekat oleh Yusuf Abdullah Al Wabil

Tanda-Tanda Hari Kiamat oleh DR. Abdullah Sulaiman Al Ghufaily

Posted in UMUM | Leave a Comment »

Takluknya Ur Salim (Kota Kedamaian) Al Quds oleh Shalahuddin Al Ayyubi (Battle of Hattin 1187 M)

Posted by Bukit Barisan pada Desember 5, 2010

Bismillah,

Hampir 100 thn sebelum Sultan Qutuz & Imam Izzudin Abdissalam(Abdul Aziz bin Abdissalam) As Syafi’i memenangkan perang melawan Mongol di Ain Jalut. 90 th setelah Yerusalem/Ūrsālim-Al-Quds direbut oleh tentara Salib 1.

Akibat kekalahan Kekaisaran Byzantium/Romawi Timur yang dipimpin Romanos IV Diogenes sewaktu menyerang Kesultanan Seljuk Rum yang dipimpin Sultan Alp Arslan rahimahullah, maka Kaisar Alexius I Comnenos(Kristen Ortodoks) meminta pertolongan kepada Paus Urbanus II (Katolik Roma). Kemudian datanglah rombongan pasukan Salib menyerang Yerusalem dan menaklukkannya.  Dan terjadinya pembantaian muslimin di kota tersebut. Saksi sejarah Raymond d’ Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa  di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.

Akibatnya banyak keluarga2 kaum muslimin yang berhijrah ke Damaskus dalam rangka menunaikan kewajiban hijrah(1) dari negeri kafir ke negeri islam, sesuai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي اْلأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang(muslim) yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kalian ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah).” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahanam dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS an-Nisa’ [4]: 97).

Salah seorang dari keluarga-keluarga tersebut adalah keluarga Abul Abbas Ahmad Bin Muhammad Ibnu Qudamah, tulang punggung keluarga dari pohon nasab yang baik ini hijrah bersama keluarganya ke Damaskus dengan kedua anaknya, Abu Umar dan Muwaffaquddin(Ibnu Qudamah), juga saudara sepupu mereka, Abdul Ghani al-Maqdisi, sekitar tahun 551 H / 1146 M. Waktu itu umur Ibnu Qudamah 10 th.

Kemudian di belahan timur bumi yang lain 20 tahun sebelumnya yaitu tahun 532 H/1137 M tepatnya di Tikrit, Iraq lahirlah seorang bayi yang kelak akan menjadi pemimpin dan pemersatu para mujahidin menghadapi kaum kuffar. Bayi tersebut bernama Shalahuddin dari Bani Ayyub bangsa Kurdi.

Kota-Kota dalam Tarikh Islam

Kota-kota dalam tarikh islam

 

Ayahnya menjadi penguasa Kesultanan Turki Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Baalbek dan menjadi pembantu dekat Raja Syam/Suriah Nuruddin Mahmud dari Keluarga Zanky. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari islam selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169 M, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir/menteri.

PASUKAN MUSLIMIN

 

Sultan Nuruddin Zanky memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Dinasti SYIAH  FATHIMIYAH (2) dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Hal yang dilakukan Nuruddin adalah menyatukan Pasukan muslimin dengan menundukkan Dinasti Fathimiyah di Mesir. Nuruddin mengirim Panglimanya yang tangguh Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin ke Mesir. Asasudin Shirkuh merupakan paman Shalahuddin. Shalahuddin dan pamannya mengalahkan gabungan pasukan Fathimiyah dan Perancis. Setelah Khalifah Al-‘Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Dibawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin(Dinasti Zangids) menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mousul, Irak bagian utara.

Para pengikut Nuruddin Zangi seperti Muzafaruddin Kukburi/Gokbori(Serigala Biru dalam bahasa Turki) yang merupakan musuh Shalahuddin sewaktu Perang Hama melawan Dinasti Zanky/Zangid dan merupakan penguasa Irbil di Iraq, yang kemudian menjadi salah satu panglima Dinasti Ayyub setelah merosotnya kekuatan Dinasti Zangi. Gokbori merupakan seorang laki-laki gagah berani, pahlawan berpikiran matang, pemimpin yang teguh dan dapat diandalkan menurut sejarawan. Gokbori dikenang di Suriah dan Iraq sebagai pahlawan besar dan pelindung para cendekiawan seperti Ibnu Khalikan sang ahli sejarah. Gokbori juga merupakan gubernur Iraq pertama yang mendukung maulid Nabi(3) yang mencontoh tradisi yang dilakukan komunitas besar Kristen di Irbil, Iraq.

Kemenakan Shalhauddin yang bernama Taqiyuddin juga merupakan salah seorang Panglima perang yang brilian dan haus akan kekuasaan dan penaklukan. Taqiyuddin pernah akan memberontak sewaktu dicopot dari jabatan Gubernur Mesir, namun kemudian berbaikan dengan Sultan Shalahuddin setelah dia diberi kekuasaan sebagai Gubernur di Miyafariqin, Hama di utara Damaskus di perbatasan Kerajaan Ayyubi dengan Kerajaan Antiokia.

Anak Shalahuddin yang bernama Al Afdhal juga diserahkan tugas sebagai panglima.Al Afdhal panglima yang mengalahkan Panglima Templars Gerard De Ridefort pada Perang Mata air Cresson. Komandan pasukan islam yang lain adalah seorang Mamluk yang bernama Husamuddin Lu’lu yang merupakan panglima yang mengalahkan serangan Reynald du Chattilon di Laut Merah tahun 1183 M.

Kerajaan di sekitar Yerusalem th 1135 M setelah Perang Salib 1 dan terlibat pada Perang Salib 2

Kerajaan di sekitar Yerusalem th 1135 M setelah Perang Salib 1 dan terlibat pada Perang Salib 2

PASUKAN SALIB EROPA BARAT

Pasukan salib terdiri dari para ksatria Ordo Templars dan Ordo Hospitaler, Kingdom of Jerusalem, Oultrejordain, dan County of Tripoli. Para pemimpin/baron di pasukan salib tidaklah bersatu total karena adanya friksi-friksi lama yang muncul kembali yang berimbas pada kepentingan-kepentingan politik masing-masing kekuasaan.

Perpecahan yang pertama adalah perpecahan antara pemimpin ksatria Templars dari Inggris yang bernama Gerard de Rideford (4) dengan Comte Raymond III Tripoli. Kejadiannya karena Raymond mengingkari janjinya untuk menikahkan Gerard de Rideford yang dulu merupakan bawahannya di County of Tripoli dengan Putri Botrun yaitu Lucia de Botrun. Karena sakit hati maka Gerard bergabung dengan Ksatria Templars dan kemudian menjadi pemimpinnya. Sakit hati dan kemarahan terhadap Raymond terus dibawanya hingga terjadi perselisihan politik di Kerajaan Yerusalem.

Perpecahan yang kedua adalah terkait dengan Putri Sybilla yang merupakan Putri dari Raja Yerusalem Amalric I dan Ratu Agnes. Setelah suaminya William Longsword (keponakan Raja Perancis Louis VII) meninggal dunia, maka banyak para baron/Raja kecil yang ingin menikahi Putri Sybilla, namun sang Putri sudah jatuh cinta kepada Baldwin D’Ibelin yang merupakan kakak Balian D’Ibelin. Malangnya Baldwin D’Ibelin ditangkap Sultan Shalahuddin pada tahun 1179 M, sehingga rencana pernikahannya batal. Kemudian di tahun 1180 M Raymond III Tripoli dan Bohemond III of Antioch bermaksud menikahi Putri Sybilla, namun karena desakan Ratu Agnes Courtenay yang merupakan Ibu Putri Sybilla, maka sang putri dinikahkan dengan Ksatria Salib yang berasal dari Poitiers, Perancis Barat yaitu Guy of Lusignan. Keluarga Lusignan tiba di tanah suci Yerusalem setelah diusir oleh Raja Richard the Lionheart(keturunan Normandy) karena pembunuhan bangsawan Norman di Poitiers, Perancis.

Raja Yerusalem Baldwin IV si Lepra (Ibnu Jubair mengatakan Baldwin IV Al Khinzir) meninggal th 1185 M dengan meninggalkan pewaris Baldwin V anak dari William Longsword(sudah mati) dan Putri Sybilla yang merupakan saudarinya. Otomatis tahta Yerusalem diserahkan pada Baldwin V yang  muda  dan sebagai wali raja adalah Raymond III Tripoli. Namun Raja Baldwin V meninggal th 1187 M, kemudian terjadi kegoncangan di Kerajaan Yerusalem. Terjadi perpecahan antara golongan Raymond III Tripoli yang didukung keluarga Ibelin dari Ramalah terhadap Putri Sybilla dan suaminya Guy of Lusignan yang di dukung oleh Gerard de Rideford. Yang menjadi penengah dalam friksi ini adalah Balian D’Ibelin, dan akhirnya tahta Yerusalem jatuh ke tangan Guy of Lusignan. Comte Raymond III Tripoli kemudian mengundurkan diri dan balik ke kota Tiberias ke tempat istrinya dan memimpin disana.

PERTEMPURAN HATTIN Juli 1187 M dan TAKLUKNYA YERUSALEM Okt 1187 M

Perang ini dipicu oleh seorang Baron atau raja kecil dari Kerak (sekarang wilayah Israel), Arnad/Reynald/Reynaud du Chatillon. Para Baron lain tahu bahwa satu-satunya cara untuk menjaga keutuhan wilayah mereka adalah dengan menghormati tetangga muslim dan tidak melanggar berbagai perjanjian yang telah disepakati. Namun Reynald du Chatillon, dengan semboyan “Die to all Muslims” dan “It is not a crime to kill infidels” berkali-kali melanggar perjanjian, dari merampok caravan pedagang Muslim, membunuh orang-orang yang pergi haji, menjarah kapal milik muslim, hingga menyerang secara terbuka pelabuhan Mekkah dan Madinah. Meskipun serangan ini gagal namun sudah membuat dunia islam gempar dan mencoreng reputasi Sultan Shalahuddin Al Ayyubi sebagai pelindung 2 kota suci Mekah n Madinah

Benteng Karak

Benteng Kerak

Kastil Reginald du Chattilon di Kerak. Dari sinilah si penjahat perang ini mengatur penyerangan terhadap kafilah haji.

Sultan Shalahuddin langsung menyerang balik di tahun 1183 M dan ditanggapi oleh Pasukan Salib/Latin dengan mengerahkan pasukan terbesar yang pernah dihimpun, namun tidak terjadi peperangan karena pasukan Salib bersifat pasif/defensif.

Kemudian 4 tahun kemudian pada bulan Mei tahun 1187 M, dimulailah pergerakan militer yang ofensif/jihad thulab oleh Sultan Shalahuddin. Beliau memobilisasi pasukan dari Mesir yang dipimpin anaknya Al Afdhal dan Husamuddin Lu’lu. Dan terjadi pertempuran di Mata Air Cresson dimana pasukan Salib kalah telak. Hal ini membuat perselisihan Guy of Lusignan dengan Comte Raymond III Tripoli mereda karena adanya musuh bersama yaitu pasukan Muslimin. Dan Raymond III Tripoli menyatakan tunduk pada Kerajaan Yerusalem dan memutus perjanjian damai dengan Shalahuddin.

Peta Pergerakan Pasukan Yang terlibat Perang

Peta Pergerakan Pasukan Yang terlibat Perang Hattin

Pergerakan Militer th 1187 M.
Daerah di arsir merah = Kekuasaan Reynal du Chattilon yang bernama Oultrejordain
Daerah di arsir Hijau = Kingdom of Jerusalem yang dipimpin Raja Guy of Lusignan dan Ratu Sybilla
Daerah di arsir kuning = Kekuasan istri Raymond III Tripoli
Daerah di arsir ungu di utara = Kekuasaan Raymond III Tripoli

Sementara itu terjadi perundingan diantar pasukan Salib di Kastil Sephorie/Saffuriyah di utara Nazareth. Raymond III Tripoli yang merupakan pemimpin Latin/Salib paling cerdas dan merupakan pakar taktik terhebat di Yerusalem memberikan nasehat agar pasukan Salib menunggu saja dan bertempur di Yerusalem, kemudian menyerang dengan hebat dan melumatkannya sewaktu pasukan muslim sudah lelah dengan pengepungan. Namun ditolak oleh pemimpin salib yang lainnya dan memberikan ide untuk menyerang secara terbuka ke arah Tiberias.

Kedua belah pihak baik muslim atau kristen sama-sama memobilisasi pasukan dengan jumlah yang sangat besar. Di pihak Kristen terkumpul 18.000 – 20.000 pasukan di pihak muslimin juga kurang lebih sama. Pasukan Shalahuddin mulai menyeberangi Sungai Yordan yang berada di selatan Danau Tiberias pada akhir Juni 1187 M. Pada tanggal 2 Juli 1187 M terjadi serangan dan pengepungan Kota Tiberias yang dikuasai Raymond III Tripoli, namun hanya terdapat Count Eschiva yang merupakan istri Raymond III, hingga kota tersebut jatuh ke tangan muslimin. Sebenarnya penyerangan pasukan muslim ke Tiberias ini mengandung resiko yang sangat besar yaitu bisa terjepit diantara 2 kekuatan musuh yang besar yaitu Kerajaan Yerusalem dan Tiberias sebelum pasukan muslim mencapai kota Tiberias. Namun karena pergerakan militer yang cepat maka Kota Tiberias jatuh dan mengakibatkan terpancingnya pasukan salib keluar dari kastil2 mereka di Yerusalem untuk menghadapi Sultan Shalahuddin dan pasukan muslim di Danau Tiberias.

Tanggal 3 Juli 1187 M,  semenjak sampai di daerah Turan sekitar 12 km sebelah timur Hattin pasukan salib yang merupakan sumber air terdekat, kuda2 tunggangan tidak mau meminum air dan para pasukan ada yang terus berangkat hingga ke Kafr Sabt/Caffarset dekat perkemahan muslimin. Hal ini sangat fatal karena pasukan sudah kelelahan dan haus apalagi di bulan Juli yaitu puncak musim panas. Shalahuddin kemudian memfokuskan pasukan di Caffarset dan meninggalkan sedikit pasukan di Tiberias, kemudian mulai menyerang pasukan salib. Pasukan salib banyak yang tidak mau meneruskan penyerangan menembus barikade depan muslimin . Sehingga terjadi perubahan rencana mendadak, pasukan salib yang bergerak ke arah timur ke arah Tiberias, kemudian berbelok ke utara dengan maksud melewati Bukit Hattin lalu menuju mata air Hattin yang berjarak 6 km atau langsung ke Danau Tiberias yang berjarak 12 km untuk mendapatkan sumber air melimpah untuk persiapan perang. Kemudian pasukan salib berkemah di Hattin malam 4 Juli 1187 M.

Pasukan Salib yang diserang & dikepung di Puncak Hattin oleh Sultan Shalahuddin(tengah hijau), Panglimanya Taqiyuddin(kanan hijau), dan Panglimanya Muzafaruddin Gokbori (Kiri Hijau)

Pasukan Salib yang diserang & dikepung di Puncak Hattin oleh Sultan Shalahuddin(tengah hijau), Panglimanya Taqiyuddin(kanan hijau), dan Panglimanya Muzafaruddin Gokbori (Kiri Hijau)

Sultan Shalahuddin dapat membaca hal ini kemudian memerintahkan Taqiyuddin untuk mencegat pasukan salib di dekat puncak Hattin (utara). Beliau sendiri akan menyerang dari tengah(timur) dan Muzafaruddin Gokbori dengan sayap kirinya menyerang dari arah belakang(barat) pasukan salib.

 

PERTEMPURAN HATTIN 4 JULI 1187 M

Fajarpun menyingsing pada pagi 4 Juli 1187 M di puncak Hattin, terjadilah pertempuran dahsyat. Sayap kanan yang dipimpin Taqiyuddin mendapatkan serangan dahsyat dan hampir jebol oleh serangan pasukan salib pimpinan Raymond III Tripoli yang membabi buta dengan maksud mencapai mata air Hattin di utara. Taqiyuddin berinisiatif meloloskan pasukan Raymond III daripada membuat pasukan muslim banyak terbunuh dan sekaligus melemahkan pasukan salib dengan berkurangnya pasukan Raymond III. Dan Raymond III berhasil lolos ke utara dan melarikan diri ke kota Tyre/Tyrus tanpa kembali ke kota istrinya Tiberias yang lebih dekat karena takut dijebak Sultan Shalahuddin. Pasukan salib pimpinan Guy of Lusignan dan Gerard De Ridefort semakin terdesak menuju puncak Hattin Utara dan pasukan infanteri pasukan salib sudah tidak bersemangat berperang karena haus. lelah, dan kesalahan strategi pemimpinnya. Di sebelah selatan yaitu dekat tanduk Hattin selatan, pasukan Templars pimpinan Balian D’Ibelin dapat melarikan diri ke Selatan menerobos kepungan Muzafaruddin Gokbori.

Panorama Hattin sekarang di dekat Danau Tiberias

Panorama Hattin sekarang di dekat Danau Tiberias

Pasukan Shalahuddin vs Pasukan Salib dengan salib sucinya di Medan Hattin

Akhirnya pasukan muslimin sayap kanan pimpinan Taqiyuddin berhasil merebut Salib Suci yang dipegang Uskup Besar Akre dan Uskup Lidde di tanduk Hattin utara. Hal ini membuat mental pasukan salib jatuh dan mulai tampak tanda-tanda kekalahan di mata mereka. Pasukan muslimin menjadi gembira, namun Sultan Shalahuddin berkata pada pasukannya agar jangan gegabah sebelum berhasil meruntuhkan Tenda Merah Besar Kerajaan Yerusalem di Tanduk Hattin. Dan akhirnya rubuhlah tenda merah besar itu dan berakhirlah Perang Hattin dengan kemenangan di pihak muslimin. Para pemimpin salib hampir semuanya ditawan kecuali Balian D’Ibelin, Raymond III Tripoli, dan Joscelyn de Courtnay . Para pemimpin yang ditawan adalah Guy of Lusignan sebagai Raja yerusalem, Reynaud/Reynald du Chattilon, Gerard de Ridefort, Uskup Lidde, Humphrey II de Toron, pemimipin ordo Hospitaller dll.

Kemudian Sultan Shalahuddin memenggal kepala sang penjahat Reynal du Chattilon dan membebaskan Raja Guy of Lusignan, Gerard de Ridefort dan yang lainnya.

Setelah mengalahkan pasukan salib maka pasukan muslimin terus menuju ke kota-kota dan benteng-benteng pasukan salib di wilayah Kerajaan Yerusalem untuk melakukan pengepungan dan penaklukan.

Dua bulan kemudian pada akhir bulan September (20-30 Sept 1187 M) pasukan muslimin mengepung kota Yerusalem. Shalahuddin mengerahkan segenap kekuatan mujahidin untuk menggempur benteng Palestina/Yerusalem. Barisan pelontar batu api (manjaniq) dikerahkan untuk meruntuhkan benteng Yerusalem. Balian de Ibelin juga balas melontarkan manjaniq-nya sehingga kaum muslimin menjemput syahid. Tekanan mujahidin begitu kuat, sehingga Balian mengirim dua orang utusan untuk meminta jaminan keselamatan dari Shalahuddin. Namun Shalahuddin menolak dan mengingakan mereka akan pembantaian besar yang mereka lakukan seratus tahun lalu di tahun 1099 M. Akhirnya Balian de Ibelin datang sendiri menghadap Shalahuddin dan mengancam akan membunuh semua manusia di dalam benteng, menghancurkan masjid Al-Aqsa, dan berjuang sampai mati, jika permohonannya tidak mendapat jaminan keamanan.

Setelah mengadakan syura/musyawarah dengan beberapa ulama dan penasihat militer, Shalahuddin menerima permintaan Balian de Ibelin. dan akhirnya takluklah Yerusalem pada tgl 2 Oktober 1187 M tanpa adanya pembantaian yang keji oleh pasukan muslimin terhadap kristen, dan hal ini bertolak belakang dengan takluknya Yerusalem oleh pasukan Salib tahun 1099 M dimana terjadi pembantaian keji terhadap muslimin oleh pasukan salib.

ULAMA yang BERPERANG di MEDAN HATTIN

Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy (541 H/ 1146 M – 629 H/ 1232 M) juga seorang mujahid yang terjun di medan jihad fisabilillah bersama pahlawan besar Shalahuddin al-Ayyubi  yang berhasil menyatukan kekuatan militer umat Islam pada tahun 583 H / 1187 M untuk menumpas tentara salib dan membersihkan tanah suci Quds dari najis mereka. Para penulis biografi Imam Ibnu Qudamah Al Hambali menyebutkan bahwa belia dan saudara kandungnya, Abu Umar, beserta murid-murid beliau dan beberapa orang keluarganya turut berjihad di bawah panji-panij para mujahidin yang dimenangkan oleh Allah ini. Beliau berdua dan murid-muridnya mempunyai satu kemah yang senantiasa berpindah-pindah kemanapun para mujahidin berpindah dan mengambil posisi. Beliau adalah salah satu ulama penasihat Sultan Shalahuddin Al Ayyubi disamping Ibnu Az-Zaki Asy-Syafi’i  dan Ibnu Naja’ al-Qadiri al Hambali

Setelah pertempuran yang sangat menentukan ini wilayah Kesultanan Shalahuddin Al Ayyubi meliputi Mesir, Syam/Syiria, Hijaz, hingga sebagian Iraq

Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna pink). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin Al Ayyubi

Saking terkenalnya Sultan Shalahuddin al Ayyubi ini di dunia barat, sampai2 bila para lelaki salib berangkat perang dan berjanji pada tunangannya untuk pulang dengan selamat, maka tunangannya akan berkata “WE THRUST SALADIN BECAUSE HE NEVER LIES”.Dengan kata lain kami tak percaya kamu dengan membandingkannya dengan Saladin

Notes:

1). Imam Ibnu Qudamah menyatakan:

Ayat ini merupakan peringatan sangat keras yang menunjukkan pada hukum wajib. Sebab, melaksanakan kewajiban agama merupakan kewajiban bagi orang yang mampu melaksanakannya. Hijrah termasuk kewajiban yang sangat penting, sekaligus penyempurna bagi kewajiban lain. Jika suatu kewajiban tidak sempurna kecuali oleh sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib. (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, X/514).

2) lihat–> http://muslim.or.id/manhaj/hegemoni-syiah.html
http://www.hakekat.com/
http://haulasyiah.wordpress.com/

3) Maulid Nabi termasuk inovasi/bid’ah dalam agama islam(muncul 500 th setelah nabi wafat). Bid’ah adalah segala sesuatu yang diada-adakan di dalam agama islam tanpa adanya petunjuk dari Rasulullah shalllallahu alaihi wassalam. Bid’ah tidak termasuk masalah dunia, justru masalah dunia harus ada inovasi,seperti membuat pesawat, peralatan tempur, mikrofon utk masjid dll.

“Barangsiapa mengada-adakan(bid’ah) dalam perkara (agama) kami ini apa-apa yang bukan darinya maka amalan tersebut tertolak(tidak diterima Allah).” (HR. Al-Bukhariy no.2550 dan Muslim no.1718

http://www.rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2929-benarkah-ibnu-taimiyah-ibnu-hajar-shalahuddin-al-ayubi-pro-maulid-nabi.html

4) aslinya orang Flanders/Flemming dari Belgia yang bergabung dengan orang Norman pimpinan William Sang Penakluk /Guillaume Ier d’Angleterre)yang menaklukkan Inggris dalam pertempuran Hasting 1066


sumber:

Hattin 1187 by David Nicolle

http://www.saudiaramcoworld.com/issue/197003/saladin-story.of.a.hero.htm
http://www.saudiaramcoworld.com/issue/196202/champion.of.the.faithful.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Hattin_Battle
http://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Jerusalem
http://en.wikipedia.org/wiki/Vassals_of_the_Kingdom_of_Jerusalem

Posted in Big Battle, BIOGRAFI | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.