Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

AL MASIH ISA/JESUS alaihissalam

Posted by Bukit Barisan pada Januari 27, 2009

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

“Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam…”HR Musli

“Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya….”(QS.An-Nisa`: 157-158

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di sini “Allah mengangkatnya kepada-Nya” menerangkan bahwa ia diangkat dengan jasad dan rohnya. Oleh karena itu, para ulama mengatakan bahwa makna: (مُتَوَفِّيْكَ) adalah “mengambilmu” yakni mengambil roh dan badanmu…Ibnu Abbas radhiallahu anhu katakan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkatmu kemudian mewafatkanmu di akhir zaman.” (lihat Ad-Dur Al-Mantsur, 2/36

Bahwa hadits-hadits tentang turunnya Isa bin Maryam alaihissalam sangat banyak. Bahkan para ulama menggolongkannya sebagai hadits mutawatir(banyak yang meriwayatkannya). Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri mengatakan bahwa jumlahnya mencapai lebih dari 50 hadits. Mayoritasnya shahih dan sebagian lagi hasan.

Bahwa turunnya Isa bin Maryam di akhir zaman tidaklah membawa syariat yang baru.

Tidak pula berhukum dengan Injil. Namun berhukum dengan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan nanti berimam kepada Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah(persis sama namanya dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam berdasarkan hadits). Dan ia menjadi salah satu umat ini (seperti pada hadits-hadits yang lalu, -pent.).

Al-Imam Ahmad rahimahullahu meriwayatkan dengan sanad yang shahih sesuai dengan syarat Al-Bukhari dan Muslim dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Allah dahulu mengatakan:
“Bahwa Dajjal pasti keluar –lalu beliau melanjutkan haditsnya, dalam hadits itu–. Lalu datanglah Isa bin Maryam membenarkan Muhammad dan di atas agama Muhammad, kemudian setelah itu tegaklah hari kiamat.” (HR. Ath-Thabarani, dan Al-Haitsami mengatakan: “Para rawinya adalah para rawi kitab Shahih.”) [Iqamatul Burhan, At-Tuwaijiri

ً فَيَكْسِرُ الصَّلِيْبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيْرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَفِيْضُ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga Nabi Isa ‘alaihissalam turun (ke bumi) menjadi seorang hakim yang bijaksana dan pemimpin yang adil, menghancurkan salib, membunuh babi-babi, meletakkan upeti, harta melimpah-ruah hingga tidak ada seorangpun yang menerimanya.

Hadits di atas diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu dalam Musnad-nya no. 10001 dan 10522; Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Kitabul Buyu’ bab Qatlil Khinziri no. 2222, Kitabul Mazhalim bab Kasri Ash-Shalib wa Qatlil Khinziri no. 2476, Kitab Ahaditsil Anbiya` bab Nuzuli ‘Isa bin Maryam no. 3448, 3449; Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Kitabul Iman bab Nuzuli Isa bin Maryam Hakiman Bisyariati Nabiyyina Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 242; Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu dalam Kitabul Fitan ‘an Rasulillah, no. 2233; Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu dalam Kitabul Malahim no. 3766; Ibnu Majah rahimahullahu dalam Kitabul Fitan no. 6048.

Jalur Periwayatan Hadits yang bersambung sampai Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam:
Al-Imam Ahmad rahimahullahu meriwayatkan dalam Musnad-nya dari lima jalan, 2 diantaranya yaitu:
Pertama: dari jalan Laits bin Sa’d Abul Harits Al-Fahmi, dari Muhammad bin Muslim Abu Bakr Al-Qurasyi Ibnu Syihab Az-Zuhri, dari Sa’id bin Musayyab, dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kedua: dari jalan Sufyan bin Husain Abu Muhammad Al-Wasithi, dari Az-Zuhri, dari Hanzhalah bin ‘Ali Al-Aslami, dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

NOTE : HADITS Nabi tidak akan diterima bila ada satu saja manusia yang meriwayatkannya (mendengar lalu meyampaikan) pernah berdusta 1 kali saja(harus adil) dan tidak diambil dari mereka yang meninggalkan shalat. tidak diambil dari mereka yang lemah hapalannya alias IQ jongkok. lihat di http://ahlulhadiits.wordpress.com

TURUNNYA ISA bin MARYAM :

Rasulullah Shallahu alaihi Wassalam mengatakan: ”Barangsiapa di antara kalian yang mendapati Isa, sampaikanlah salam dariku. Maka tatkala imam mereka hendak maju untuk mengimami mereka shalat Shubuh, tiba-tiba turun kepada mereka (dari langit) Isa bin Maryam di manaratul baidha (menara putih), sebelah timur Damaskus -ibukota Suriah/Syria skrg- di antara dua pakaian yang dicelup dengan wewangian Za’faran. Ia letakkan dua telapak tangannya di atas sayap-sayap malaikat. Bila ia menganggukkan kepalanya, maka menetes. Dan bila ia angkat berjatuhan darinya butir-butir perak layaknya permata. Sehingga tidak halal bagi seorang kafir yang mendapati desah nafasnya kecuali ia akan mati, padahal desah nafasnya berakhir sejauh pandangannya2. Tidak ada antara aku dengan dia nabi –yakni Isa– dan ia pasti turun.

Imam Ahmad dan imam hadits yang lain meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sekalian para nabi adalah (bagaikan) saudara seibu, tapi agama mereka tetap satu. Dan sesungguhnya aku adalah nabi terdekat dengan Isa ibnu Maryam karena antara dia dan aku tidak ada nabi. Sesungguhnya ia (Isa) akan turun. Apabila kamu melihatnya, maka kenalilah ia lebih dahulu; warna kulitnya putih agak kemerah­merahan, ia mengenakan dua helai pakaian, rambut kepalanya seakan-akan meneteskan air sekalipun tidak basah, ia mematahkan palang salib dan membunuh babi, meniadakan pajak dan menyeru manusia untuk masuk agama Islam. Di zaman turunnya, Allah memusnahkan sekalian aliran agama kecuali Islam. Di zamannya, Allah membinasakan Dajjal, kemudian terciptalah keamanan dan kedamaian di bumi hingga kita akan menyaksikan seekor macan jalan bergandengan dengan unta, singa bergandengan dengan sapi, serigala dengan domba. Anak-anak kecil bermain dengan ular, tetapi anak-anak itu tidak digigit ular. Isa hidup selama empat puluh tahun kemudian ia wafat dan dishalatkan kaum muslimin.”HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (2/406)

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari
Ibnu Mas’ud, dari Rasulullah saw. tentang nabi-nabi yang ditemui Rasulullah di malam Isra’ Mi’raj, bahwa mereka pun mengingatkan hari Kiamat; Isa berkata: Sesuai dengan yang dijanjikan Allah padaku, sesungguhnya Dajjal akan muncul dan aku mempunyai dua tongkat, apabila ia (Dajjal) melihatku, ia memuai seperti tembaga, maka apabila ia melihatku, Allah membinasakannya. Sehingga pohon dan batu pun berkata, “Hai muslim, di belakangku ada orang kafir, kemarilah dan bunuhlah dia.”HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (1/375)

Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits marfu’ dari Usmarl bin Abu al-Ash, disebutkan: Isa turun di waktu shalat subuh. Berkatalah Amir di daerah itu kepada Isa: Wahai Ruhullah, majulah menjadi imam shalat. Isa menjawab: Sekalian umat ini adalah pemimpin antara satu dengan yang lain. Maka majulah sang Amir(Imam Mahdi) dan Isa ikut shalat. Setelah selesai shalat, Isa mengambil harbah (sejenis pisau, pendek dan tajam digunakan sebagai senjata dalam perang) lalu pergi menemui Dajjal. Ketika Dajjal melihat Isa, Dajjal memuai seperti tembaga, kemudian Isa menikamkan harbah (pisau) di tengah-tengah dada Dajjal dan langsung tewas, lalu Isa mengalahkan pengikut-pengikut Dajjal. Setelah kekalahan itu, tidak seorang pun dari pengikut Dajjal dapat bersembunyi, sehingga pokok kayu pun berseru mengadukan tempat sembunyi orang kafir, “Hai mukmin, ini orang kafir” dan batu juga ikut berseru, “Hai mukmin, ini orang kafir.”HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (4/217, 217).


Hal-Hal Yang Terjadi Pada Manusia menjelang Kiamat:

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Keinginan manusia waktu itu kebanyakan dalam perkara shalat dan seluruh ketaatan. Karena pendeknya angan-angan mereka disebabkan dekatnya hari kiamat, serta sedikitnya keinginan mereka terhadap dunia disebabkan tidak butuhnya mereka akan hal itu.”
Al-Qadhi Iyadh rahimahullahu berkata: “Pahala terbaik yang diberikan kepada seseorang yang menjalankan shalat lebih utama ketimbang shadaqah mereka dengan dunia dan seisinya. Hal itu disebabkan melimpahnya harta, minimnya kekikiran dan sedikitnya kebutuhan akan harta untuk perkara jihad. Dan satu sujud yang dimaksud dalam hal ini adalah sujud itu sendiri atau sebagai kiasan dari shalat.

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata: “Keberadaan shalat lebih utama ketimbang shadaqah adalah disebabkan melimpahnya harta di waktu itu dan tidak bermanfaatnya harta tersebut, sampai-sampai tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.”
Kemudian di akhir haditsnya, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bacalah oleh kalian, jika kalian mau:
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.”
(An-Nisa`: 159)

Ucapan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ini sebagai bentuk isyarat adanya sisi keserasian terhadap lafadz: “Hingga keberadaan satu sujud lebih baik daripada dunia dan seisinya.” Yaitu isyarat akan kebaikan manusia, kekuatan iman dan sambutan mereka terhadap perkara kebaikan. Dalam keadaan seperti itu, mereka lebih mementingkan satu rakaat ketimbang dunia seluruhnya.

Dan barangsiapa mengaku bahwa dirinya adalah Al-Masih Ibnu Maryam ‘alaihissalam sementara Al Masih Dajjal belum keluar maka dia adalah seorang pendusta. Dan Al-Masih Ibnu Maryam ‘alaihissalam itu punya dua tanda yang tidak dimiliki oleh manusia yang lain:
1. Bahwa ia membunuh Dajjal, sebagaimana dalam hadits yang mutawatir.
2. Bahwa tidak mungkin bagi seorang kafir yang mendapatkan desah
nafasnya kecuali pasti mati. Sedangkan nafasnya berakhir ke mana
berakhirnya pandangannya, seperti dalam hadits An-Nawas bin Sam’an
radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, At-Tirmidzi,
dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi mengatakan: “Gharib, hasan shahih.”

Dengan dua tanda ini, terkuburlah segala harapan bagi setiap pendusta(terutama Mirza Ghulam Ahmad-Ahmadiyah) yang mengaku-aku dirinya adalah Al-Masih Ibnu Maryam ‘alaihissalam. (Diringkas dari kitab Iqamatul Burhan, hal. 11-27 karya Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri)

Para ulama berselisih pendapat dalam menanggapi lafadz AL MASIH hingga mencapai 23 pendapat. Di antaranya:
– Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhu menyatakan: “Tidaklah beliau mengusap seseorang yang berpenyakit kecuali sembuh. Tidak pula mayat kecuali hidup kembali.”
– Dinamai Al-Masih karena bagusnya wajah beliau (tampan) karena kata Al-Masih secara bahasa bermakna wajah yang tampan.
– Ada yang berpendapat dinamai Al-Masih karena beliau mengembara.
Kadang berada di Syam, di Mesir, menyusuri pantai dan lain-lain.
Al-Hafizh Abu Nu’aim rahimahullahu dalam kitabnya Dala`ilun Nubuwwah menjelaskan: Ibnu Maryam dinamai Al-Masih, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menghapuskan dosa-dosa darinya sebagaimana Al Masih Dajjal yang dihapuskan semua kebaikan darinya.” Pada tempat lain beliau berkata: “Dinamai demikian karena Jibril ‘alaihissalam mengusap beliau dengan barakah.

Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ
“Dan Dia menjadikan aku sebagai seorang yang diberkati di mana saja aku berada.” (Maryam: 31)

HIKMAH DITURUNKANNYA ISA alaihissalam

Sebagian ulama mencari hikmah diturunkannya Isa ‘Alaihissalam pada akhir zaman, bukan nabi yang lain. Menurut mereka terdapat beberapa hikmah, yaitu:

[1]. Untuk menolak anggapan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Isa ‘alaihissalam. Lalu Allah menjelaskan kebohongan mereka beserta pemimpin mereka si Dajjal, sebagaimana dijelaskan dalam pembicaraan terdahulu. Dan Al-Hafizh Ibnu Hajar menganggap pendapat ini lebih kuat daripada yang lain. [Fathul-Bari 6: 493]

[2]. Isa ‘Alaihissalam menjumpai keutamaan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tercantum dalam Injil seperti firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Artinya : Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lantas menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya.”[Al-Fath: 29].

Maka Isa berdo’a kepada Allah agar dimasukkan ke dalam golongan mereka. Lalu Allah mengabulkan do’anya dan mengekalkan kehidupannya hingga ia akan turun pada akhir zaman sebagai pembaharu terhadap urusan Islam.

Imam Malik rahimahullah berkata, “Telah sampai berita kepadaku bahwa orang-orang Nashrani apabila melihat para sahabat yang menaklukkan Syam, mereka berkata, ‘Demi Allah, sesungguhnya mereka lebih baik daripada kaum Hawariyyun menurut berita yang sampai kepada kami.’” (Tafsir Ibnu Katsirl: 343). Ibnu Katsir berkata, “Dalam hal ini mereka benar, karena umat (Islam) ini sangat di hormati di dalam kitab-kitab terdahulu dan dalam berita-berita yang beredar.” (Ibid). Imam Adz-Dzahabi telah menulis riwayat hidup Isa ‘alahissalam dalam kitab beliau Tajriidu Asmaaish Shahaabah. Beliau berkata, “Isa putra Maryam ‘alaihissalam adalah seorang sahabat dan seorang Nabi, karena pernah melihat Nabi saw pada malam isra’ dan mengucapkan salam kepadanya. Maka dia adalah sahabat yang paling akhir meninggalnya.” [Tajriidu Asmaaish-Shahabah 1: 432]

[3]. Sesungguhnya turunnya Isa ‘Alaihissalam dari langit karena ajalnya sudah dekat agar dia dikubur di bumi, sebab tidak ada perkenan bagi makhluk yang diciptakan dari tanah untuk mati di luar bumi. Dan turunnya ini nanti bersesuaian dengan keluarnya Dajjal, lalu beliau membunuhnya.

[4]. Beliau akan turun untuk mendustakan kaum Nashara, maka tampaklah kepalsuan dan kebatilan mereka. Lalu Allah hancurkan semua agama pada masanya kecuali Islam. Lalu ia hancurkan salib, ia bunuh babi, dan ia bebaskan pajak.

[5]. Khususiyyah (keistimewaan) Isa dengan semua ini didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Aku adalah orang yang paling dekat dengan Isa putra Maryam. Antara aku dan dia tidak diselingi oleh Nabi lain.” [Shahih Bukhari 6: 477-478, Kitab Ahadiitsil Anbia’, Bab Qauli-Lah “Wadzkur fil Kitaabi Maryam”; Shahih Muslim 15: 119, Kitab Al-Fadhaail, Bab Fadhaail Isa ‘alaihissalam]

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling istimewa dan paling dekat dengan Isa ‘Alaihissalam, karena Isa lah yang menyampaikan berita gembira akan datang-nya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudahnya, dan menyeru manusia untuk membenarkan dan mengimaninya, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an:

“Artinya : Dan menyampaikan kabar gembira akan datangnya seorang Rasul sesudahku yang bernama Ahmad (Muhammad).”[Ash-Shafat : 6] [Vide: Al-Minhaj Fi Syu’abil Imam 1: 424-425 oleh Al-HuMmi; At-Tadzkiroh oleh Al-Qurthubi: 679; Fathul-Bari 6: 493; dan catatan kaki kitab At-Tashrih bimaa Tawaataro Fii Nusuulil Masiih: 94 oleh Syekh Abdul Fattah Abu Ghodah)]

Dan dalam suatu riwayat disebutkan

“Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, maukah engkau memberitahukan kepada kami tentang dirimu?’ Beliau menjawab, ‘Mau, aku adalah realisasi do’a Ibrahim dan kabar gembira yang pernah disampaikan saudaraku Isa. ” [R.Ibnu Ishaq dalam As-Siroh. Lihat: Tahdzib Siroh Ibnu Hisyam: 45 oleh Abdus-Salam Harun, terbitan Al-Majma ‘ul Ilmi Al- ‘Arabi Al-Islami, Beirut, Ibnu Katsir berkata tentang isnadnya, “Ini isnad yang bagus. ” Dan beliau mengemukakan beberapa riwayat sebagai syahidnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Tafsir Ibnu Katsir 8: 136; Musnad Imam Ahmad 4: 127, 5: 262].[Disalin dari kitab Asyratus Sa’ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As’ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]

wallahu ta’ala a’lam

Sumber : majalah asysyariah dengan beberapa tambahan..

Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: