Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Perbuatan Yang Menghilangkan Tauhid Seseorang

Posted by Bukit Barisan pada Juli 11, 2009

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pasal 5. Mengolok-olok agama dan melecehkan kehormatan seorang muslimin yang teguh dalam keislamannya agar orang lain tertawa

Hukumnya: Murtad dan keluar dari agama secara keseluruhan
Hal ini dari segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat orang lain tertawa ataupun menghina.(Majmu Fatawa wa Rasa’il Syaikh Utsaimin, Juz 2, hal.156)

Dalilnya adalah firman Allah dalam QS At-Taubah (9):65-66 :
Artinya:

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (65). Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu, niscaya Kami akan mengazab golongan disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”(66).

Terkecuali dia tidak mengetahui hukumnya akibat kejahilan/kebodohannya, namun dia harus bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatannya bersenda gurau dalam agama islam ini. Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. (Al-Baqarah: 286)


Mengolok-ngolok ada 2 macam:
Secara nyata (terus terang)

Seperti: ucapan kaum munafikin kepada sahabat nabi: “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Quran ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya, dan lebih pengecut dalam peperangan. Atau ucapan seperti : jenggot kamu seperti kambing atau ucapan-ucapan lain yang bersifat olok-olok.


Secara tidak terus terang
Contohnya banyak tidak terhitung, seperti: mengedipkan mata, menjulurkan lidah, memonyongkan bibir, meremehkan dengan isyarat tangan ketika muslimin membaca Kitabullah atau sunnah RasulNya, atau ketika melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

“Diam itu Emas bila pada Tempatnya”

sumber : Kitab Tauhid 3 BAB II karya Dr. Shalih Fauzan Al Fauzan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: