Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

5 tahun berjalan kaki 6000 km

Posted by Bukit Barisan pada Juni 29, 2010

Bismillah,

Subhanallah cerita yang menakjubkan dari seorang thulabul ilmi..

IMAM BAQY bin MAKHLAD  AL QURTHUBY AL ANDALUSY

Beliau adalah seorang imam, faqiih, zuhud, lagi wara’; salah satu murid Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah terkemuka dari negeri Andalus.

Provinsi Andalusia di selatan Spanyol
Kota Cordoba/Cordova/Qurthuby

Ada satu cerita menarik dari beliau – yang pada kesempatan ini akan saya tuliskan – yaitu bagaimana perjuangan beliau untuk mendapatkan ilmu sehingga ‘memaksa’-nya menjadi seorang ‘pengemis’. Tapi jangan berpersepsi negatif dahulu sebelum membacanya.

Baqiy bin Makhlad pernah melakukan perjalanan keluar dari negerinya, Andalus, menuju Baghdad dengan berjalan kaki. Ia seberangi lautan, menjelajah gurun yang tandus, dan gunung-gunung.
Umurnya ketika itu adalah 20 tahun.

Jarak perjalanan yang ditempuh selama 5 tahun kurang lebih 5900 km

Saat itu yang ditujunya adalah menemui Al-Imam Ahmad bin Hanbal dan mendengarkan hadits dari beliau. Setelah dekat dengan Baghdad, ia mendengar cobaan yang menimpa Al-Imam Ahmad bin Hanbal yang berkaitan dengan fitnah Khalqul-Qur’aan. Sampai pula khabar kepadanya bahwa beliau dilarang untuk keluar rumah dan menyampaikan pelajaran kepada manusia.

Baqiy berkata :
فاغتممت غما شديدا
“Aku pun merasa sedih dengan kesedihan yang sangat (saat mendengarnya)”.
Akan tetapi ia tetap meneruskan perjalanannya ke Baghdad. Setelah sampai, ia letakkan perbekalannya, kemudian pergi ke Masjid Jaami’ Baghdad. Ia pun bertemu dengan orang-orang di sana. Bertemu dengan Ibnu Ma’iin dan bertanya beberapa hal kepadanya tentang orang-orang yang pernah ditemuinya (yaitu tentang al-jarh wat-ta’dill). Di akhir pembicaraan ia bertanya tentang Al-Imam Ahmad bin Hanbal, yang kemudian dijawab :
ذاك إمام المسلمين، وخيرهم وفاضلهم.
“Ia adalah imam kaum muslimin. Orang yang paling baik dan utama di kalangan mereka”.
Setelah itu Baqiy pergi mencari rumah Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Maka ia ditunjukkan rumahnya. Ia pun mengetuk pintu, yang kemudian Al-Imam Ahmad bin Hanbal keluar menemuinya.

Baqiy berkata :
يا أبا عبد الله: رجل غريب، نائي الدار، هذا أول دخولي هذا البلد، وأنا طالب حديث ومقيد سنة، ولم تكن رحلتي إلا إليك
“Wahai Abu ‘Abdillah, aku adalah laki-laki asing, jauh dari rumah. Ini adalah kali pertama aku datang ke negeri ini. Dan aku adalah seorang pencari hadits. Tidak ada yang lain dari perjalananku ini kecuali hanya untuk menemuimu”.

Ia pun dipersilakan masuk oleh beliau ke dalam rumahnya. Beliau berkata kepada Baqi’ : “Dari mana asalmu ?”. Baqi’ menjawab : “Dari Barat Jauh (Andalus). Beliau bertanya : “Dari Afrika ?”. Ia menjawab : “Bukan, negeri setelah Afrika. Aku menyeberang lautan dari negeriku ke Afrika. Negeriku adalah Andalus”.

Beliau (Al-Imam Ahmad) berkata :
إن موضعك لبعيد، وما كان شئ أحب إلي من أن أحسن عون مثلك، غير أني ممتحن بما لعله قد بلغك.
“Sesungguhnya negerimu sangat jauh. Tidak ada sesuatu yang lebih aku senangi daripada memberikan bantuan kepadamu. Akan tetapi sekarang ini aku sedang ditimpa ujian(-imam Ahmad dipenjara rumah oleh 3 khalifah Abbasiyah[1] selama 30 tahun karena fitnah alquran makhluk-) dengan sesuatu yang barangkali hal itu telah sampai kepadamu”.

Baqiy menjawab :
بلى، قد بلغني، وهذا أول دخولي، وأنا مجهول العين عندكم، فإن أذنت لي أن آتي كل يوم في زي السؤال، فأقول عند الباب ما يقوله السؤال، فتخرج إلى هذا الموضع، فلو لم تحدثني كل يوم إلا بحديث واحد، لكان لي فيه كفاية.
“Benar, hal itu telah sampai kepadaku. Ini adalah kali pertama aku datang (ke negeri ini), dan aku seorang yang tidak dikenal oleh orang-orang di negerimu. Jika engkau ijinkan, aku akan mendatangimu setiap hari seperti orang yang meminta-minta/pengemis (-hal ini dikarenakan rumah Imam Ahmad dijaga oleh pasukan Abbasiyah[2]). Lalu aku akan berkata di depan pintu sebagaimana yang dikatakan oleh peminta-minta. Lalu engkau keluar di tempat ke tempat ini. Seandainya engkau tidak menyampaikan kepadaku setiap harinya kecuali hanya satu hadits, maka itu sudah cukup bagiku”.

Al-Imam Ahmad berkata :
نعم، على شرط أن لا تظهر في الحلق، ولا عند المحدثين.
“Baiklah. Namun dengan satu syarat agar engkau tidak menampakkan diri pada halaqah-halaqah (ilmu) dan juga pada kalangan muhadditsiin (ahli hadits)”.

Syarat itu pun diterima.
Lalu Baqiy mengambil sebatang kayu di tangannya dan ia lilitkan kain di kepalanya (sehingga nampak seperti seorang peminta-minta). Lalu ia mendatangi pintu rumah beliau sambil berkata : “al-ajr, rahimakallaah (pahala, semoga Allah merahmati engkau)”.

Mendengar itu, Al-Imam Ahmad keluar kepadanya dan menutup pintu rumah, lalu menyampaikan kepadanya dua atau hadits, atau lebih banyak dari itu. Hal itu terus berlangsung hingga ujian yang menimpa Al-Imam Ahmad berakhir dan beliau kembali diijinkan membuka halaqah-halaqah ilmu di masjid.

Semenjak itu, jika Baqiy bin Makhlad mendatangi halaqah Al-Imam Ahmad, maka beliau selalu melapangkan majelisnya untuknya. Beliau lalu menceritakan kisah Al-Baqiy tersebut di depan para ahli hadits. Beliau memuji dan menyanjungnya.

Itulah Al-Imam Baqiy bin Makhlad bin Yaziid, Abu ‘Abdirrahmaan Al-Andalusiy Al-Qurthubiy. Adz-Dzahabiy menyebutkan biografinya dalam kitab Siyaru A’laamin-Nubalaa’ 13/285 no. 137-dst.. Selengkapnya silakan merujuk ke sana.

Semoga Allah ta’ala merahmati beliau. Dan yang lebih penting dari itu, kita dapat mengambil hikmah dari sekelumit kisah beliau di atas.

notes:
1. Khalifah Yang terpengaruh Mu’tazilah yaitu Al Ma’mun(813-833 M), Al Mu’tashim(833-842 M), Al Watsiq(842-847 M)
2.Imam Ahmad dilepaskan dari siksaan dan penjara di zaman Khalifah Al Mutawakkil(847-861) M. Al Mutawakkil kembali kepada aqidah salaf wa ashabul hadits/ ahlus sunnah wal jama’ah

sumber:
www.abul-jauzaa.blogspot.com/2010/04/kisah-sang-pengemis-al-imam-baqiy-bin.html
www.facebook.com/topic.php?uid=78308752611&topic=8160

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: