Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Cara Mudah Menentukan Arah Kiblat

Posted by Bukit Barisan pada 24 Juli 2010

Bismillah,

Tulisan ini dibuat hanya untuk membantu dan mempermudah penentuan kiblat. Karena kemarin di masjid di dekat rumah saya, para jamaahnya bertengkar tentang masalah kiblat dikarenakan keluarnya fatwa MUI No. 03 Tahun 2010.

Masing-masing teguh dengan pendiriannya tentang arah kiblat. Ada yang berpendapat dengan posisi matahari, ada yang menebak bahwa pergeseran lempeng membuat kiblat bergeser jauh, ada yang menebak dengan memiringkan ke arah utara sedikit dari arah Barat, ada juga teguh dengan posisi kiblat sekarang. Alhamdulillah setelah didatangkan tukang ukur dari pihak yang berwenang dan saya bantu juga dengan gambar2 berikut, maka masyarakat lebih mudah untuk mengerti dan paham.

kembali dengan dalil dan bukti lebih baik daripada mereka2 tanpa ada dasar:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. An Nisaa 59)

CARA MELIHAT DENGAN SATELIT

Gunakan Google Map:

  1. Buka http://www.google.co.id/maps
  2. klik satelit view
  3. zoom posisi masjid
  4. klik kanan di map dan klik ukur jarak, kemudian klik 2 kali di masjid dari belakang hingga ke depan sesuai arah kiblat
  5. cari Mekkah Mekah, Arab Saudi dgn telusuri google map atau di posisi angka 5 di gambar di bawah
  6. Cek kembali ke masjid di Indonesia yg di sudah diperbesar/zoom, kemudian pastikan garisnya lurus tidak bengkok yg artinya sesuai arah kiblat (ka’bah)

imperium

TIDAKLAH TEPAT MENENTUKAN KIBLAT DENGAN POSISI MATAHARI

Matahari mengalami gerak semu harian dan tahunan. Pada gerak semu harian, manusia di Bumi akan melihat Matahari seolah-olah terbit dari timur, berada tepat di atas kepala pada tengah hari dan akhirnya tenggelam di barat

Pada gerak semu tahunan, manusia yang berada di lintang nol akan melihat Matahari bergeser ke utara antara 21 Maret – 23 September dan bergeser ke selatan antara 23 September-21 Maret. Tepat tanggal 21 Maret(setelah dari utara akan menuju Selatan) dan 23 September(setelah dari Selatan akan menuju Utara), Matahari ada di khatulistiwa.

nyamuk3

Revolusi Bumi terhadap Matahari selama setahun

TIDAK TEPAT JUGA MENDUGA-DUGA BAHWA KIBLAT BERGESER KARENA GERAK LEMPENG

Lempeng bumi hanya bergerak signifikan dalam hitungan jutaan tahun, klo hanya dalam hitungan tahun hanya sedikit pergeseran yang terjadi (kurang lebih 2 cm – 7 cm per tahun). Dan ini pun tergantung arah geraknya (Utara, selatan, timur atau barat). Apalagi klo dibandingkan dengan umur manusia yang hanya kisaran 60 – 100 tahun.

Dibutuhkan waktu ribuan-jutaan tahun untuk pergerakan lempeng yang cukup signifikan

http://www.rhul.ac.uk/Earth-Sciences/For-Staff/staff_detail.asp?id=13
http://elainemeinelsupkis.typepad.com/earth_news/2008/05/elaine-meinel-2.html

 

DIKTUM FATWA MUI (penentuan secara dalil syar’i)

Tentang diktum dari fatwa MUI No. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat disebutkan, pertama, tentang ketentuan hukum. Dalam kententuan hukum tersebut disebutkan bahwa:
(1) Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat ka’bah adalah menghadap ke bangunan Ka’bah (ainul ka’bah).
(2) Kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka’bah adalah arah Ka’bah[1] (jihat al-Ka’bah).
(3). Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Ka’bah/Mekkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat.

Kedua, rekomendasi. MUI merekomendasikan agar bangunan masjid/mushalla di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap ke arah barat, tidak perlu diubah, dibongkar, dan sebagainya.[2]

Fatwa MUI ini menindaklanjuti beredarnya informasi di tangah masyarakat mengenai adanya ketidakakuratan arah kiblat di sebagian masjid atau musala di Indonesia, berdasarkan temuan hasil penelitian dan pengukuran dengan menggunakan metode ukur satelit. Atas informasi tersebut masyarakat resah dan mempertanyakan hukum arah kiblat.

Sehingga komisi fatwa MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang arah kiblat untuk dijadikan pedoman bagi masyarakat, demikian tercantum dalam Fatwa yang ditanda tangani oleh Ketua Muhammad Anwar Ibrahim dan sekretaris Hasanudin itu.[3]

CATATAN KAKI:
[1] Pendapat ulama Hanafiyah, pendapat yang terkuat pada madzhab Malikiyah dan Hanabilah, juga hal ini adalah pendapat Imam Asy Syafi’i (sebagaimana dinukil dari Imam Al Muzaniy), mereka mengatakan bahwa bagi orang yang berada jauh dari Makkah, cukup baginya menghadap ke arah ka’bah (tidak mesti persis). Jadi cukup menurut persangkaan kuatnya di situ arah kiblat, maka dia menghadap ke arah tersebut (dan tidak mesti persis).
Dalil dari pendapat pertama ini adalah ayat,
وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ
“Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah: 144).
[2] Sumber: www.mui.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=147%3Afatwa-tentang-arah-kiblat&catid=1%3Aberita-singkat&Itemid=50
[3] Sumber: www.sulut.depag.go.id/index.php?a=detilberita&id=2277

“Jadi intinya, jika memang penuh kesulitan untuk mengepas-ngepasin arah kiblat agar persis ke Ka’bah maka janganlah menyusahkan diri. Namun, jika memang memiliki kemudahan, ya silakan. Tetapi ingatlah bertakwalah kepada Allah semampu kita”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan………. (HR. Bukhari no. 39)

sumber text : http://www.rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3069-mendukung-fatwa-mui-mengenai-arah-kiblat
http://en.wikipedia.org/wiki/Solstice

Iklan

2 Tanggapan to “Cara Mudah Menentukan Arah Kiblat”

  1. azhar said

    selagi bisa dipantau arah ka’bah yang tepat dengan tehnologi kenapa tidak pakai ainul kabah, yang jelas umat islam jangan di tipu akibat kemalasan/tidak mau repot dari tokoh umat dalam menggunakan tehnologi kesetiap Masjid di tanah air, contoh dimasjid saya dimana berjamaah (Masjiod jami Ilir-Gunungsitoli-Nias , ketika menggunakan bayang sinar matahari 16 juli, arah kiblat serong ke barat laut posisi kiblat masjid lama, tim kentrian agama mengukur dengan caranya maka arah kiblat ke barat daya kiblat masjid yang lama, mana yang betul, wallahu alam bissawab.

    • Bukit Barisan said

      Islam itu mudah, karena islam tidak mensyaratkan harus tepat ke arah Ka’bah, tapi yang penting arahnya ke sana. Silahkan baca pendapat2 ulama di blog2 ustad seperti rumaysho.com yang saya sertakan sebagai sumber. Teknologi bukan bagian dari agama, tapi hanya membantu (tidak wajib) jadi kenapa harus dipaksakan menyusahkan orang. wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: