Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Fenomena Sok Tahu dan Tidak adanya Adab thdp Ustad

Posted by Bukit Barisan pada September 8, 2010

“wah ati-ati loh sama ta’lim di ustad sana, kata ikhwan2 disini…bla…bla…..” Selentingan2 perkataan yang kadang didengar. Perkataannya seperti menasehati namun beracun karena klo ditanya mengapa antum berkata begitu?? dijawab “kata ikhwan itu begini, kata ustad ini begitu”.

Bukankan perkataan ikhwan atau ustad bukan hujjah….ustad juga bukan hakim/qadhi yang menyelesaikan perkara orang yang berselisih, apalagi ikhwan tersebut juga hanya penuntut ilmu dasar, banyak nggak tahu dan jarang membaca namun klo menasehati nomor satu….wallahu musta’an

Melihat orang shalat dua rakaat dengan duduk iftirasy dipelototi atau bersedekap setelah rukuk juga…Membawa masalah khilaf fiqh dan lalu dianggap seperti aqidah…

Kadang aneh melihat orang yang sudah bertahun-tahun ta’lim namun pola pikirnya masih seperti ini.  Seringnya berkata kata ustad ini..pendapat ustad ini..masih mending mereka yang bertaqlid sama Imam Syafi’i daripada taqlid hanya sama seorang ustad. Mungkinkah  mereka(karena lebih dari 2 orang kadang yg perilakunya seperti ini) tak lebih dari gerombolan pentaqlid/muqallidun.

Manusia jarang yang bisa selamat dari fitnah apalagi disaat fitnah bergejolak, dan seringnya ikut terputar dalam lingkaran fitnah….Apalagi susahnya mencari orang yang tsiqah/terpercaya di zaman ini….menilik dari sejarah maka waktu yang akan menjawab….seorang tahu bahwa si Fulan seorang penyusup tukang adu domba atau si fulan yang benar atau si Fulan yang salah atau si Fulan…bla…bla setelah waktu berjalan dan telah jauh dari fitnah yang terjadi…

Lebih baik salah tidak menghukumi daripada salah memberikan hukuman. Bersabarlah dengan nasihat para ulama dan tetap rajin menuntut ilmu untuk mengangkat kebodohan dari diri pribadi terlebih dahulu…

——————————————————————————————————————————

berikut transkrip daurah Pendahuluan Ilmu Tafsir Ayat-ayat yang Berkenaan dengan Hukum Fiqih-Tanya Jawab oleh Ustad Dzulqarnain…mudah2an bermanfaat

pertama saya tidak menasehatkan kepada ikhwan untuk masuk mempertanyakan hal-hal yang tidak ada manfaatnya dan dari awal apa….pertemuan sebelumnya, saya sudah menyampaikan materi dan itu kaidah di dalam kehidupan..kaidah di dalam kehidupan, seorang jangan masuk di dalam perkara-perkara yang dia tidak ditanya di alam kubur tentang hal itu, dia tahu jawabannya juga tidak bermanfaat baginya, apalagi kalau dia masuk dalam terus berbicara dalam masalah2 fitnah, ini terkesan perselisihan antara ini dan itu, tinggalkan saja hal-hal seperti itu, kita membahas kaidah-kaidah umum dari apa yang diajarkan, dituntunkan oleh para ulama kita seperti tadi yang dibicarakan oleh ustad kita Ustad Hanan Bahanan dari fatwa Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali. Dalam nasehat-nasehat yang indah..jangan seorang masuk dalam rincian-rincian yang tidak akan memberikan manfaat untuknya..tidak akan memberikan manfaat untuknya..nah..kemudian juga ada yang mempertanyakan tobat seseorang..tobat itu bukan milik orang perorang..tobat itu di tangan Allah subhanahu wa ta’ala..dan pintu tobat terbuka untuk siapapun yang ingin bertobat kepada Allah..maka saya ingin bertobat kepada Allah siapa yang bisa melarangnya..siapa yang bisa melarangnya.. jelas ya..tidak usah masuk dalam hal-hal yang seperti itu.klo ingin bertobat akan nampak kejujuran tobatnya apabila seseorang itu jujur dalam bertobat..iya..jelas..

Ada yang mengatakan hukum tahdzir tidak boleh dilakukan sekarang karena umat islam sedang lemah sehingga akan memecah belah umat islam, benarkah demikian?
Sebelum menjawab pertanyaan ini ada beberapa perkara yang perlu dijelaskan yang pertama tentang masalah tahdzir..tahdzir itu artinya memberi peringatan dan tahdzir itu adalah bagian dari nasehat..bagian dari apa? bagian dari nasehat..maka siapa yang menerapkan tahdzir tidak ada bentuk nasehat di dalamnya itu adalah hal yang salah..itu adalah hal yang salah, dan nasehat yang dimaksud darinya apakah nasehat untuk orang yang ditahdzir ataupun nasehat bagi umat..ya..agar supaya jangan terjatuh dalam perbuatan yang sama. Kemudian di dalam tahdzir ini ada ketentuan-ketentuan yang ditentukan oleh para ulama..batasan-batasan yang ditentukan oleh para ulama.

Saya tidak menasehatkan kepada ikhwan ya..apalagi seorang pemula dalam menuntut ilmu sibuk dengan urusan tahdzir-tahdzir ini..ya..sebab dia sendiri belum tentu mendudukkan hal tersebut pada tempatnya…belum tentu mendudukkan hal tersebut pada tempatnya, maka hendaknya si ikhwan bertaqwa kepada Allah dan tahu kadar dirinya masing-masing..ya..apa haknya masing-masing.dia jangan masuk pada perkara-perkara bukan urusannya dan bukan tanggung jawabnya dan dia tidak akan ditanya tentang hal ini sebab diluar kemampuannya dan memang bukan tanggung jawabnya..bukan wewenangnya berbicara di dalam masalah tersebut..iya..ini yang pertama..terkhusus untuk pembahasan tentang masalah tahdzir ini, ini ada ketentuan-ketentuannya, pertama apa itu tahdzir? ini harus dibahas, kemudian tahdzir itu kapan diterapkan..kemudian jenis kesalahan itu bagaimana..kesalahannya kecil atau besar..kesalahannya itu dilakukan sengaja atau tidak sengaja..kemudian kesalahannya ini kesalahan yang mengeluarkan dari islam atau tidak? klo tidak mengeluarkannya dari islam apakah kesalahan ini mengeluarkan dia dari ahlussunnah atau tidak? Ini semua ada ukuran-ukuran..ada rincian-rincian..jangankan antum… kita para penuntut ilmu, sebagian ulama kita saja itu tidak masuk ke dalam sebagian perkara sebab masalahnya kadang kurang jelas dan kurang nampak hal yang semestinya ditegaskan disitu.. iya..jelas

karena itu seseorang yang masuk dalam hal ini apalagi dia seorang pemula itu adalah hal yang tidak benar. Seorang penuntut ilmu dia melihat kemungkaran… dia tinggalkan… dia lihat hal yang membahayakannya maka dia tinggalkan. Dia cari keselamatan dirinya ..selesai..dia belajar menuntut ilmu, dia cari keselamatan dirinya, tidak usah dia masuk urusi si Fulan begini..si Fulan begitu..si Fulan harus diboikot..dihajr…ditahdzir..nggak semua orang tepat dalam melaksanakan hal seperti ini, tapi klo dia sendiri dia menjaga keselamatan hatinya, menjaga agamanya, itu yang sewajibnya dia jaga..jelas ya.. sewajibnya dia jaga..adapun klo masalah mentahdzir, hati-hati dari si Fulan..hati-hati dari si Fulan..ini tidak semua orang punya hak dan tidak semua orang benar dalam mengucapkan hal seperti ini..begitu..jelas ya..nah..dan sebagian dari ulama kita telah memberi contoh yang indah adapun sebagian masalah yang terjadi di Saudi, sebagian masyayikh kita berbicara yang keras dalam masalah ini dan mentahdzir sebagian orang dalam masalah tersebut, dan begitu datang orang dari luar Saudi, Beliau tidak menasehatkan orang itu untuk masuk ke dalam masalah, sebab tidak ada apa? sebab tidak ada manfaatnya..sebab tidak ada manfaatnya.. Dan ini adalah kekeliruan yang sering terjadi..baru sedikit tahdzir..sudah ada di INTERNET..semua orang baca..satu dunia baca..akhirnya ada yang bertanya siapa ini si Fulan? koq ada di internet si Fulan..kenal saja tidak..Subhanallah

Apalagi dia ingin tahu hakikat masalahnya gimana? dan ini menjelekkan nama da’wah.. menjelekkan nama da’wah..jelas ya..sampai kadang ada sebagian penuntut ilmu saja masih tanda tanya besar?? tapi klo dalam masalah JAHR wa TA”DIL, sikat ini.. sikat itu..wah ini lebih hebat dari Imam Bukhari atau Imam Muslim dan ini saya(Ustad Dzulqarnain) anggap sebagai orang yang kurang kerjaan dan kurang menuntut ilmu dan saya doakan semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan petunjuk pada orang-orang yang seperti itu supaya ada pekerjaan yang bermanfaat dan memberikan kebaikan pada kaum muslimin..nah.maka jangan masuk pada hal-hal yang seperti ini.

Kemudian tahdzir itu sesuai dengan maslahat dan mafsadat..siapa yang bisa mempertimbangkannya?? Kebanyakan pemula nggak bisa mempertimbangkan hal seperti ini.
Walaupun saya beri kaidah umum untuk orang yang pemula..Dia menjaga apa? keselamatan dirinya. Dia misalnya ada melihat  ahli bid’ah, maka dia sendiri secara pribadi klo dia merasa terganggu duduk dengannya… segera dia tinggalkan..supaya apa? supaya hatinya terjaga

Tadi masalah tahdzir, memboikot dan sebagainya itu belum tentu dia cocok dalam menyikapi semua hal itu..jelas ya..belum tentu sikapnya itu sikap yang benar..ini semua ada pertimbangan-pertimbangan..baik..kemudian di pertanyaan disini ..karena tahu umat islam sedang lemah sehingga akan memecah belah umat islam, ini pernyataan ini benar pada satu sisi dan salah pada sisi yang lain..sebab tidak selamanya dapat dikatakan seperti ini..Ini tidak bisa dilakukan sekarang karena umat islam sedang lemah sehingga akan memecah belah umat islam. Dibedakan ya..ada sebagian masalah, klo diperingatkan dalam sebagian masalah tersebut itu akan mengakibatkan bahaya dan lebih melemahkan umat dan seperti ini ditinggalkan ataupun lebih hati-hati dengan cara yang betul-betul nampak kemaslahatannya. Tapi ada suatu maslahat sebuah perkara..umat islam dalam keadaan lemah namun memperlihatkan masalah tersebut adalah hal penting dan menguatkan umat islam, dan ini memang tidak ada yang bisa menimbangnya kecuali siapa? yaitu ahli ilmu.

Dan terakhir untuk pertanyaan ini saya ingatkan, sekarang memang fenomena tahdzir, hajr, tabdi’ ada yang ghuluw(ekstrem) dan ada yang menyepelekan..antara ghuluw dan menyepelekan..antara ifrath dan tafrith..dua kutub..jelas ya.. ahlus sunnah itu selamanya di tengah-tengah.

Ada sebagian dari kawan-kawan membaca buku-buku yang berkaitan dengan masalah sikap ahlus sunnah dengan ahlul bid’ah dan dia berlebihan dalam menerapkannya, ini keliru…

Dan ada sebagian lainnya dia mendengar dari sebagian masyayikh ternyata dalam tahdzir itu ada rincian2 ada pembahasan2 seperti yang saya uraikan tadi, tapi ini akhirnya menyebabkan ia menjadi menyepelekan perkara dan mengorbankan prinsip-prinsip ahlus sunnah dan ini keliru yang seperti ini…jelas ya.. Dan ini nampak pada sebagian orang yang mengatakan berkata guru kami, disebut misalnya Syaikh Muhsin Al Abbad..Syaikh Fulan dan Syaikh Fulan. Benar mereka itu ahlus sunnah namun mereka itu berbeda dengan yang berdalil dengannya. Sebab sekarang ini siapa yang ingin membawa pendapatnya, dia akan mencari nama syaikh ahlus sunnah kemudian dia dompleng di belakangnya untuk menguatkan pendapatnya, maka saya tidak menasehatkan kepada siapa saja bagi yang menginginkan kebaikan untuk dirinya dia masuk dalam hal yang seperti ini..

wallahu ta’ala a’lam

sumber :

http://www.go2.wordpress.com/?id=725X1342&site=atstsurayya.wordpress.com&url=http%3A%2F%2Fstatics.ilmoe.com%2Fkajian%2Fusers%2Fatstsurayya%2Filmu_tafsir_ayat-ayat_ahkam%2FPendahuluan_Ilmu_Tafsir_Ayat-ayat_yang_Berkenaan_dengan_Hukum_Fiqih_Tanya_Jawab_-_Ust_Dzulqarnain.zip&sref=http%3A%2F%2Fatstsurayya.wordpress.com%2F2010%2F03%2F31%2Filmu-tafsir-ayat-ayat-yang-mengandung-hukum-fiqih%2Fcomment-page-1%2F%23comment-130

http://jihadbukankenistaan.com/tentang-penulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: