Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Archive for Oktober, 2010

Tektonik Lempeng : Mengakibatkan Gempa, Tsunami, Akumulasi Minyak dan Tambang Bijih

Posted by Bukit Barisan pada 31 Oktober 2010

Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi.

nyamuk10

Tipe-tipe batas lempeng akibat pergerakannya

Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:

1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault).
2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain, cth : dasar Samudra Atlantik yang terus mengembang dan memisahkan Benua Afrika dan Amerika Selatan.
3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain(cth : Indonesia, Jepang), atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua, cth : terbentuknya Himalaya oleh tabrakan India dgn Asia).

Baca entri selengkapnya »

Posted in UMUM | Dengan kaitkata: | 4 Comments »

DURJANA dan KSATRIA

Posted by Bukit Barisan pada 17 Oktober 2010

Jangan BANGGA dengan alimmu sekarang dan Jangan PUTUS ASA dengan kebejatanmu sekarang..

 

1). Kisah Alim Ulama yang menjadi Durjana

 

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami ( pengetahuan tentang isi Al Kitab ), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syetan (sampai dia tergoda ), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurunkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu mengacuhkannya dijulurkanya lidah dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al A’raaf 175-176)

 

Abdullah Bin Mas’ud mengatakan bahwa yang dimaksud pada ayat di atas adalah seorang dari Bani Israel yang bernama Bal’am bin Baura, seorang alim ( ulama ) yang sangat paham tentang ilmu agama. Singkatnya ia di berikan anugrah Ilmu yang merupakan anugrah besar setelah hidayah. Namun ia tergoda oleh kesenangan dan kemegahan duniawi , harta benda, wanita dan perhiasan dunia lainya, akhirnya dia menjadi manusia yang hina yang diibaratkan seperti ANJING.

 

Malik bin Dinar mengatakan : “Dia adalah salah satu ulama bani Israel yang doanya mustajab selalu dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala(wow..sudah sampai level ini lho dulu imannya..). Bani Israel menggunakan doa2 mustajab Bal’am untuk memohon pada Allah. Kemudian Nabi Musa alaihissalam mengirim Bal’am untuk berdakwah ke Kerajaan Media/Madai di sekitar Palestina. Sewaktu Bal’am datang Sang Raja Media memberikannnya hadiah dan perhiasan dan membuat Bal’am berpaling dari syariat Nabi Musa dan menjadi orang fasiq(pendosa).”

 

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit(dunia), lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan.”(QS at-Taubah : 9)

 

 

2) Kisah Taubatnya Imam Fudhail bin Iyyadh rahimahullah

 

Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda, suatu tempat di daerah Khurasan. Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan, hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun, dan tidak ada gambaran yang pasti/shahih tentang permulaan kehidupan beliau.

 

Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa, beliau berkata: “Adalah Al-Fudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita, maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut, tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat:

 

 

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hadiid 16)

 

Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat)”. Maka beliaupun kembali, dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan, tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus,” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi, karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku, dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.”

 

Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah, lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu, seperti Manshur, Al-A’masy, ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. Kemudian beliau menetap di Makkah. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah. Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya. Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya, namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya, sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H.

 

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya(1). Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az Zumar 53)

 

Nota:

1). Jika bertobat dan tauhidnya benar..insya Allah

Posted in BIOGRAFI | 2 Comments »

Kaya Bersyukur atau Miskin Bersabar….Siapa yang lebih Utama??

Posted by Bukit Barisan pada 9 Oktober 2010

سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Manakah yang lebih afdhal dan utama, orang kaya yang bersyukur atas kekayaannya dan memanfaatkannya untuk kebaikan, ataukah orang miskin yang bersabar atas kemiskinannya?

 

tiket

Insya Allah kita pada zaman ini akan memilih yang kaya donk…

Jawab: Dalam masalah ini tidak dimutlakkan mana yang lebih utama dari kedua kelompok tersebut(1), dan yang lebih utama adalah yang paling bertaqwa dari keduanya. Jika dalam hal ketaqwaan sama maka derajat dan keutamaan keduanya adalah sama. (buku terjemah kaya bersyukur miskin bersabar oleh Ibnu Qayyim al Jauziyyah)

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | Leave a Comment »