Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Memaksakan Diri Di Luar Kemampuan

Posted by Bukit Barisan pada Februari 24, 2011

Bismillah,

Heran..gimana manusia dengan gampangnya menjadi ustad (mendadak ustad). Dengan bahasa Arab dan pemahaman ilmu yang secukupnya , lalu dengan lantang berbicara di depan orang ramai …”Silahkan bila ada pertanyaan tentang islam akan saya jawab, apapun ayo silahkan”.. naudzubillah min dzalik..Tiba-tiba menjadi seorang ahli fiqih seperti Imam Syafi’i (tidak menjawab dengan qalallahu wa qalar rasul ‘ala fahmi salaful ummah atau alim ulama) namun jawabnya dengan hadits/quran tapi dengan embel2 “menurut saya seperti ini..”

Seperti perkataan orang:

“orang bodoh yang tidak tahu dirinya bodoh adalah yang paling celaka”

“orang yang berkata dirinya saya alim (maka saksikanlah dia adalah orang yang paling bodoh ttg syariat ini = ru’unah/kebodohan paling dasar/kebodohan kuadrat pangkat 10) -perkataan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah(literatur??)-

Orang yang tidak tahu kadar dirinya bagaimana dapat mengukur kadar orang lain…

Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Benarlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam ttg ruwaibidhah (orang yang memaksakan sesuatu diluar kemampuannya)

sumber: muslim.or.id





Satu Tanggapan to “Memaksakan Diri Di Luar Kemampuan”

  1. Hergi said

    benar….apalagi saat musim pilleg ini…banyak mendadak jadi ustadz…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: