Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

GHIBAH: Apa hendak dikata…Pahala tak Tersisa…Dosa Bertumpuk pula..

Posted by Bukit Barisan pada September 10, 2014

Bismillah,
”Hati-hati dengan berghibah ria, karena membuka aib orang lain itu sama halnya dengan dibongkarnya aib kita oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kita bongkar 1 aib orang mungkin Allah subhanahu wa ta’ala akan membongkar 3,4 atau 10 aib kita sekaligus. Naudzubillah min dzalik.

Riba termasuk dosa besar seperti memakan bunga bank, rentenir, dan dosa riba yang paling berat sama dengan ghibah
“Satu dirham karena hasil riba yang dimakan oleh seseorang padahal dia tahu, lebih berat di sisi Allah dibandingkan tiga puluh perzinahan.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Thabrani, lihat Goyatul Marom :172, Ar-Roudl An-Nadzhir: 459, As-Shahihah 1033, Shahih Al-Jami’ 3375)

Sesungguhnya termasuk riba yang paling parah/buruk adalah mengulurkan lisan terhadap kehormatan seorang muslim tanpa hak (HR Abu Dawud IV/269 no 4876. Dan hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 3950)
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan amalan shalat, puasa dan zakat dalam keadaan dahulunya mencaci orang lain, memfitnah orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, memukul orang lain. Maka diambil kebaikannya untuk diberikan kepada orang yang telah ia zalimi tersebut. Apabila telah habis kebaikannya sementara urusannya belum selesai maka kejelekan orang yang dizalimi akan diberikan padanya kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Ibadah yang kita sudah kita kerjakan saja belum tentu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. bagaimanapula ibadah yang sudah kita kerjakan dengan ikhlas dan diterima Alah kemudian dengan enaknya nanti di akhirat diberikan kepada korban ghibah kita.

Say no to Ghibah

Say no to Ghibah

Berkata Ibrahim bin Adham, “Wahai para pendusta, engkau bakhil dalam urusan duniamu terhadap kawan kawanmu, tetapi engkau begitu dermawan dalam urusan akhiratmu terhadap musuh-musuhmu, padahal engkau tidak tercela dengan kebakhilanmu dan tidak terpuji dengan kedermawananmu.” Demikian seorang pendusta telah mengirimkan pahala kepada bekas musuh-musuhnya di akhirat melalui ghibah, sementara dengan itu dia sendiri mengumpulkan dosa. Sungguh teramat rugi bagi orang yang suka GHIBAH!

Darimana pula ada dalil klo sekeluarga atau suami istri boleh curhat(baca -mengghibah-) orang.
Bahkan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam sangat memperhatikan masalah ghibah ini di dalam keluarga Beliau. Suatu hari Aisyah istri Beliau pernah berkata kepada Rasulullah tentang Shafiyyah istri Beliau yg lain bahwa dia adalah wanita yang pendek. Maka beliau bersabda:
لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَو مُزِجَتْ بِمَاءِ البَحْرِ لَمَزَجَتْهُ
“Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu.” (H.R. Abu Dawud 4875 dan lainnya)
Dapat merubah rasa dan aroma air laut, disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut.

Bahkan sangat dianjurkan bagi seseorang yang mendengar saudaranya dighibahi bukan hanya sekedar mencegah gibah tersebut tetapi untuk membela kehormatan saudaranya tersebut, sebagaimana sabda Nabi:
“Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya.” (Riwayat At-Tirmidzi 1931 dan Ahmad 6/450, berkata Syaikh Salim Al-Hilali : “Shohih atau hasan”)

Berkata Imam Nawawi dalam Al Adzkar: “Jika dia mampu untuk mengingkari dengan lisannya atau dengan memotong pembicaraan ghibah tadi dengan pembicaraan yang lain, maka wajib bagi dia untuk melakukannya. Jika dia tidak melakukannya berarti dia telah bermaksiat.”

Jikalau anda sedang lapar kemudian datang bertamu ke rumah orang, kemudian orang tsb menghidangkan kepada anda bangkai ayam pasti anda marah semarah-marahnya dan terlontar dari mulut anda “kurangajar anda!”

Lha ini ghibah memakan bangkai manusia, anda disuguhkan bangkai manusia diam saja…

وَلاَ يغتبَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ
Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. (QS. Al Hujurat 12)

sumber:

http://www.radiorodja.com/menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-1-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/

http://www.radiorodja.com/menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-2-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: