Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Archive for the ‘ISLAM’ Category

Berbakti Kepada OrangTua

Posted by Bukit Barisan pada 9 November 2011

Seorang Ibu bila bisa menumpahkan uneg-unegnya pada anaknya akan berkata “aku inilah pahalamu…ibumu… pahalamu… tanpa engkau harus memerdekakan budak atau banyak-banyak berinfak dan bersedekah…”

“Engkau berletih mencari pahala… engkau telah beramal banyak… tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar… di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu masuk surga…”

anakku pernah engkau mendengar sabda Rasulullah shalllallahu alaihi wassalam yang menyifati aku dengan surgamu:

الوالد أوسط أبواب الجنة فإن شئت فأضع ذلك الباب أو احفظه

Orang tua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah! (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dishohihkan oleh Al Albani)

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | Leave a Comment »

Zakat Profesi?

Posted by Bukit Barisan pada 3 Maret 2011

Zakat merupakan ibadah yang sangat memiliki fungsi dan peranan stretegis. Di samping zakat merupakan bentuk taqorrub (pendekatan diri) kepada Allah, ia juga merupakan sarana penting untuk membersihkan jiwa manusia dari noda-noda hati dan sifat-sifat tercela seperti kikir, rakus dan egois. Sebagaimana zakat juga dapat memberikan solusi untuk menanggulangi problematika krisis ekonomi yang menimpa umat manusia.

Pada zaman kita sekarang, telah muncul berbagai jenis profesi baru yang sangat potensial dalam menghasilkan kekayaan dalam jumlah besar. Masalahnya, bagaimana hukum fiqih Islam tentang zakat profesi yang dikenal oleh sebagian kalangan sekarang ini? Apakah itu termasuk suatu bagian dari zakat dalam Islam? Ataukah itu adalah suatu hal yang baru dalam agama? Inilah yang akan menjadi bahasan utama kita pada kesempatan kali ini. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Defenisi Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Profesi tersebut ada dua macam:

Pertama: Profesi yang dihasilkan sendiri seperti dokter, insinyur, artis, penjahit dan lain sebagainya.

Kedua: Profesi yang dihasilkan dengan berkaitan pada orang lain dengan memperoleh gaji seperti pegawai negeri[1] atau swasta, pekerja perusahaan dan sejenisnya.[2]

Istilah Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah istilah zakat yang baru pada abad sekarang. Menurut kaidah pencetus zakat profesi bahwa orang yang menerima gaji dan lain-lain dikenakan zakat sebesar 2,5% tanpa menunggu haul (berputar selama setahun), bahkan pada sebagian kalangan malah tanpa menunggu nishob dan haul!!!

Mereka menganalogikan dengan zakat pertanian. Zakat pertanian dikeluarkan pada saat setelah panen. Disamping mereka menganalogikan dengan akal bahwa kenapa hanya petani-petani yang dikeluarkan zakatnya sedangkan para dokter, eksekutif, karyawan yang gajinya hanya dalam beberapa bulan sudah melebihi nisab, tidak diambil zakatnya.

Zakat Harta yang Syar’i

Kaidah umum syar’i sejak dahulu menurut kesepakatan para ‘ulama[3] berdasarkan hadits Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassallam adalah wajibnya zakat harta harus memenuhi dua kriteria, yaitu :

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | 7 Comments »

Memaksakan Diri Di Luar Kemampuan

Posted by Bukit Barisan pada 24 Februari 2011

Bismillah,

Heran..gimana manusia dengan gampangnya menjadi ustad (mendadak ustad). Dengan bahasa Arab dan pemahaman ilmu yang secukupnya , lalu dengan lantang berbicara di depan orang ramai …”Silahkan bila ada pertanyaan tentang islam akan saya jawab, apapun ayo silahkan”.. naudzubillah min dzalik..Tiba-tiba menjadi seorang ahli fiqih seperti Imam Syafi’i (tidak menjawab dengan qalallahu wa qalar rasul ‘ala fahmi salaful ummah atau alim ulama) namun jawabnya dengan hadits/quran tapi dengan embel2 “menurut saya seperti ini..”

Seperti perkataan orang:

“orang bodoh yang tidak tahu dirinya bodoh adalah yang paling celaka”

“orang yang berkata dirinya saya alim (maka saksikanlah dia adalah orang yang paling bodoh ttg syariat ini = ru’unah/kebodohan paling dasar/kebodohan kuadrat pangkat 10) -perkataan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah(literatur??)-

Orang yang tidak tahu kadar dirinya bagaimana dapat mengukur kadar orang lain…

Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Benarlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam ttg ruwaibidhah (orang yang memaksakan sesuatu diluar kemampuannya)

sumber: muslim.or.id





Posted in ISLAM | 1 Comment »

Kaya Bersyukur atau Miskin Bersabar….Siapa yang lebih Utama??

Posted by Bukit Barisan pada 9 Oktober 2010

سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Manakah yang lebih afdhal dan utama, orang kaya yang bersyukur atas kekayaannya dan memanfaatkannya untuk kebaikan, ataukah orang miskin yang bersabar atas kemiskinannya?

 

tiket

Insya Allah kita pada zaman ini akan memilih yang kaya donk…

Jawab: Dalam masalah ini tidak dimutlakkan mana yang lebih utama dari kedua kelompok tersebut(1), dan yang lebih utama adalah yang paling bertaqwa dari keduanya. Jika dalam hal ketaqwaan sama maka derajat dan keutamaan keduanya adalah sama. (buku terjemah kaya bersyukur miskin bersabar oleh Ibnu Qayyim al Jauziyyah)

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | Leave a Comment »

Cara Mudah Menentukan Arah Kiblat

Posted by Bukit Barisan pada 24 Juli 2010

Bismillah,

Tulisan ini dibuat hanya untuk membantu dan mempermudah penentuan kiblat. Karena kemarin di masjid di dekat rumah saya, para jamaahnya bertengkar tentang masalah kiblat dikarenakan keluarnya fatwa MUI No. 03 Tahun 2010.

Masing-masing teguh dengan pendiriannya tentang arah kiblat. Ada yang berpendapat dengan posisi matahari, ada yang menebak bahwa pergeseran lempeng membuat kiblat bergeser jauh, ada yang menebak dengan memiringkan ke arah utara sedikit dari arah Barat, ada juga teguh dengan posisi kiblat sekarang. Alhamdulillah setelah didatangkan tukang ukur dari pihak yang berwenang dan saya bantu juga dengan gambar2 berikut, maka masyarakat lebih mudah untuk mengerti dan paham.

kembali dengan dalil dan bukti lebih baik daripada mereka2 tanpa ada dasar:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. An Nisaa 59)

CARA MELIHAT DENGAN SATELIT

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | 2 Comments »

SENANDUNG SETAN (MUSIK)

Posted by Bukit Barisan pada 4 Mei 2010

Perbedaan nyanyian dan musik:

الغناء = Nyanyian (syair2 dgn irama dan suara yg indah)
الْمَعَازِفَ = Musik (gitar, seruling, drum dsb)

diriwayatkan di dalam Shahih al-Bukhari secara mu’allaq dengan bentuk jazm (pasti, kuat) bahwa Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- bersabda:

« لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ قَوْمٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ ، وَالْحَرِيْرَ ، وَالْخَمْرَ ، وَالْمَعَازِفَ … »

“Benar-benar akan ada diantara umatku yang akan menghalalkan perzinahan, sutera (bagi laki-laki), khamr(miras) dan alat-alat musik.” (HR. al-Bukhari, menurut al-Hafizh Ibnu Hajar Asqolani hadits diriwayatkan secara maushul (sambung sanadnya) dari 10 jalur. Hadits ini shahih)

Biasanya pendapat yg menghalalkan musik semuanya bersandar pada pendapat Ibnu Hazm al Andalusi dan ini sudah dibantah oleh ulama.

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | 2 Comments »

Beberapa Hal dalam Shalat

Posted by Bukit Barisan pada 20 Maret 2010

bismillah

Dilarang Menjalin Tangan (TASYBIK) setelah berwudhu

aa

Dilarang Menyibak Baju Lengan Panjang

aa

Hadits ttg Posisi Imam dan Makmum dalam Shalat Berjamaah

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | 4 Comments »

Kisah Sejelek- Jelek Mayat di Kolong Langit

Posted by Bukit Barisan pada 23 Oktober 2009

Bismillah,

Syarru Qatla Tahta Ahdimis Sama’ (Sejelek2 yang terbunuh/mayat di Kolong Langit)
Kilabun ahlin Naar (Anjing-Anjing Neraka)

..Jika sekiranya aku menemui mereka, pasti aku bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum ‘Aad(kaum Nabi Hud alaihissalam).-hadits yg menerangkan tuntunan nabi untuk memberantas khawarij si teroris-

________________________________________________________________________________
Pembunuhan demi pembunuhan, pengeboman demi pengeboman telah merenggut nyawa pihak-pihak yang tidak sepantasnya dibunuh. Berbagai jaringan radikal berpaham Khawarij terus melancarkan terorisme dengan mengatasnamakan jihad dan perjuangan membela islam. Berbagai syubhat mereka tebarkan, sehingga tidak sedikit putra-putri kaum muslimin mengira bahwa itu adalah tindakan legal dan dibenarkan secara syar’i. tanpa disadari akhirnya mereka terlibat dalam berbagai jaringan yang mengatasnamakan islam tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | Leave a Comment »

BILA MAYORITAS MENJADI TOLOK UKUR

Posted by Bukit Barisan pada 21 Agustus 2009

Bismillah,

Telah menjadi sunnatullah kalau kebanyakan manusia merupakan para penentang kebenaran. Maka menjadi ironi, ketika kebenaran kemudian diukur dengan suara mayoritas.

Apa Itu Hukum Mayoritas ?
Yang dimaksud dengan hukum mayoritas dalam pembahasan ini adalah suatu ketetapan hukum di mana jumlah mayoritas merupakan patokan kebenaran dan suara terbanyak merupakan keputusan yang harus diikuti, walaupun ternyata bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Bahkan sebaliknya berkoar-koar bahwa ”Suara Rakyat adalah Suara Tuhan”.
Sejauh manakah keabsahan hukum mayoritas ini? Untuk mengetahui jawabannya, perlu ditelusuri terlebih dahulu oknumnya (pengusungnya), yang dalam hal ini adalah manusia, baik tentang hakekat jati dirinya, sikapnya terhadap para rasul, atau pun keadaan mayoritas dari mereka, menurut kacamata syari’at. Karena dengan diketahui keadaan oknum mayoritas/kebanyakan/katsiir, maka akan diketahui pula sejauh mana keabsahan hukum tersebut.

Saudaraku –yang semoga dirahmati ALLAH-, tahukah engkau, bahwa:

  • 1)Kebanyakan manusia tidak mengetahui (-tentang kebenaran-).

ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa sendiri yang menyatakan demikian, di dalam berbagai kesempatan dan ungkapan. Satu di antaranya:

وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

(Artinya: ..akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.) (Al A’raf: 187)

  • 2)Kebanyakan manusia lalai dari mengingat ALLAH.

ALLAH Subhaanahu wa ta’ala sendiri yang menyatakan demikian:

وَإِنَّ كَثِيراً مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

(Artinya:..dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia itu lengah terhadap tanda-tanda kekuasaan Kami.) (Yunus: 92) Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | 1 Comment »

Perbuatan Yang Menghilangkan Tauhid Seseorang

Posted by Bukit Barisan pada 11 Juli 2009

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pasal 5. Mengolok-olok agama dan melecehkan kehormatan seorang muslimin yang teguh dalam keislamannya agar orang lain tertawa

Hukumnya: Murtad dan keluar dari agama secara keseluruhan
Hal ini dari segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat orang lain tertawa ataupun menghina.(Majmu Fatawa wa Rasa’il Syaikh Utsaimin, Juz 2, hal.156)

Dalilnya adalah firman Allah dalam QS At-Taubah (9):65-66 :
Artinya:

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (65). Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu, niscaya Kami akan mengazab golongan disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”(66).

Terkecuali dia tidak mengetahui hukumnya akibat kejahilan/kebodohannya, namun dia harus bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatannya bersenda gurau dalam agama islam ini. Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. (Al-Baqarah: 286)


Mengolok-ngolok ada 2 macam:
Secara nyata (terus terang)

Seperti: ucapan kaum munafikin kepada sahabat nabi: “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Quran ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya, dan lebih pengecut dalam peperangan. Atau ucapan seperti : jenggot kamu seperti kambing atau ucapan-ucapan lain yang bersifat olok-olok.


Secara tidak terus terang
Contohnya banyak tidak terhitung, seperti: mengedipkan mata, menjulurkan lidah, memonyongkan bibir, meremehkan dengan isyarat tangan ketika muslimin membaca Kitabullah atau sunnah RasulNya, atau ketika melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

“Diam itu Emas bila pada Tempatnya”

sumber : Kitab Tauhid 3 BAB II karya Dr. Shalih Fauzan Al Fauzan

Posted in ISLAM | Leave a Comment »