Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Dodecahedron Romawi

Posted by Bukit Barisan pada 29 Desember 2016

Dodecahedron adalah bentuk geometris yang terbuat dari perunggu dan memiliki 12 sisi datar yg berbentuk segilima(pentagon tiap sisinya) yg dibuat dari abad ke-2 hingga ke-3 Masehi.

 

Dodecahedron dalam bentuk 2D dan 3D

Dodecahedron Swiss dalam bentuk 2D (ada 12 pentagon) dan 3D

https://sites.google.com/site/ancientdodecahedra/etruscan-dodecahedron

Dodecahedron Perancis

Dodecahedron Perancis

 

ALAT UKUR GEOMETRI

Digunakan sebagai alat ukur geometri untuk membuat suatu objek.
https://arxiv.org/ftp/arxiv/papers/1204/1204.6497.pdf

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Akhir Tahun 2016

Posted by Bukit Barisan pada 27 Desember 2016

Karena liburan pekerjaan kantor agak berkurang dan di masa santai ini berusaha mengembalikan dan mengupdate isi2 blog yg sudah kadaluarsa atau hilang2 gambarnya seperti kisah Konstantinopel, Perang Ain Jalut, Shalahuddin Al Ayyubi di takluknya Ur Salim dalam Perang Hattin

wassalam,

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

GHIBAH: Apa hendak dikata…Pahala tak Tersisa…Dosa Bertumpuk pula..

Posted by Bukit Barisan pada 10 September 2014

Bismillah,
”Hati-hati dengan berghibah ria, karena membuka aib orang lain itu sama halnya dengan dibongkarnya aib kita oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kita bongkar 1 aib orang mungkin Allah subhanahu wa ta’ala akan membongkar 3,4 atau 10 aib kita sekaligus. Naudzubillah min dzalik.

Riba termasuk dosa besar seperti memakan bunga bank, rentenir, dan dosa riba yang paling berat sama dengan ghibah
“Satu dirham karena hasil riba yang dimakan oleh seseorang padahal dia tahu, lebih berat di sisi Allah dibandingkan tiga puluh perzinahan.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Thabrani, lihat Goyatul Marom :172, Ar-Roudl An-Nadzhir: 459, As-Shahihah 1033, Shahih Al-Jami’ 3375)

Say no to Ghibah

Sesungguhnya termasuk riba yang paling parah/buruk adalah mengulurkan lisan terhadap kehormatan seorang muslim tanpa hak (HR Abu Dawud IV/269 no 4876. Dan hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 3950)
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan amalan shalat, puasa dan zakat dalam keadaan dahulunya mencaci orang lain, memfitnah orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, memukul orang lain. Maka diambil kebaikannya untuk diberikan kepada orang yang telah ia zalimi tersebut. Apabila telah habis kebaikannya sementara urusannya belum selesai maka kejelekan orang yang dizalimi akan diberikan padanya kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Ibadah yang kita sudah kita kerjakan saja belum tentu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. bagaimanapula ibadah yang sudah kita kerjakan dengan ikhlas dan diterima Alah kemudian dengan enaknya nanti di akhirat diberikan kepada korban ghibah kita.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Sudah Dekatkah Waktunya?

Posted by Bukit Barisan pada 10 Agustus 2014

Bismillah,

Biarkan hadits nabi dan fakta yang berbicara. Masih menyambung dari link tentang Dajjal ini

7gate

Silahkan lihat di google map kota Madinah sekarang. apakah 7 jalan masuk utama (warna kuning di google map) ke Masjid Nabawi ini yg dimaksud?? wallahu a’lam

masjid nabawi sekarang masjid nabawi awal

Nabi Muhammad berkata 1400 tahun yang silam disaat Masjid Nabawi belum dibangun berwarna putih dari marmer dan pualam, Masjid Nabawi dibangun di abad 20 ini.

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Nabi Adam dan Manusia Dahulu Kala

Posted by Bukit Barisan pada 27 Juni 2014

Tahukah anda bahwa manusia dahulu kala ukurannya besar-besar hampir seperti Nabi Adam. “Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 dzira’ (hasta). Kemudian setelah Adam manusia berkurang tingginya seperti sekarang ini” (H.R Shahih Bukhari). 1 dzira’ atau hasta itu kira-kira 50 cm (berkisar 45 – 52 cm tergantung orang Arab, Indonesia, atau Eropa) jadi tinggi Nabi Adam kira-kira 30 meter, kira-kira 16 kali orang Eropa(tinggi 180 cm) atau 18 kali orang Asia (165 cm):

 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضى الله تعالى عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم  قَالَ: خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا ثُمَّ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنَ الـْمَلاَئِكَةِ فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّوْنَكَ تَحِيَّتَكَ وَتَحِيَّةَ ذُرِّيَّتكَ. فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوْا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ. فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللهِ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْـجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلِ الْـخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الْآنَ (HR.Bukhari No.3326)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Nabi Shalallahu’alaihi wasallam pernah bersabda : “Allah menciptakan Adam setinggi 60 Dziro’. Kemudian Allah berfirman, ‘Pergilah, kemudian ucapkan salam kepada para malaikat dan dengarkan jawaban mereka, karena jawaban tersebut akan menjadi salammu dan salam keturunannmu’. Maka Adam mengucapkan ‘Assalamu’alakum’. Para Malaikat menjawab, ‘Assalamu’alaika Warahmatullah’. Para malaikat menambahkan kata Warahmatullah. Setiap orang masuk surga tubuhnya akan berpostur seperti Adam. Anak cucu Adam diciptakan semakin mengecil hingga sekarang.” (HR. Bukhari, Kitab Kisah Para Nabi, Bab Penciptaan Adam dan Keturunannya)

Dalam hadits yang lain:
إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit” (HR Al-Bukhari 3327)

Berikut ukuran kaki manusia zaman dahulu yang ditemukan sebagai fosil:

Gambar

Ukuran jangkar kapal yang digunakan manusia zaman dahulu:

Gambar

gimana cara mengangkatnya ya ke kapal?

Gambar

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Tragedi Suriah – Pembantaian Puluhan ribu Muslimin oleh rezim Syiah Nushairiyyah

Posted by Bukit Barisan pada 6 Mei 2012

Tragedi Pembantaian kaum muslimin sunni oleh Syiah Nushairiyyah

Wahai kaum muslimin fakta-fakta apalagi yang diperlukan untuk menjelaskan sejarah pengkhianatan dan kejahatan Syiah terhadap kaum muslimin. Bukankah banjir darah di Baghdad th 1258 M karena pengkhianatan SYIAH terhadap khalifah Abbasiyah yang menyebabkan dibantainya jutaan muslimin oleh Mongol. Perang pura-pura hizbullah dengan zionis Israel pun yang jadi korban adalah rakyat sunni. https://bukitbarisan.wordpress.com/2009/02/02/agama-syiah/#more-28

Hassan Hizbullah Syiah Rafidhah, Bashar Al Assad Syiah Nushairiyyah, Ahmadinejad Syiah Imamiyah(Yahudi bermarga Sabourijan) sebagai Syiah Imamiyah sejati harus pandai berTAQIYAH. Sok pengen menyerang Israel, bukankan DAJJAL dan tentaranya Yahudi berasal dari ISFAHAN/Asbahan, IRAN

Al-Imam Asy-Syafi’I rahimahullah (salah seorang Imam 4 madzhab, 204 H):

الإمام الشافعي أنه قال:

((لم أر أحداً من أصحاب الأهواء أكذب في الدعوى، ولا أشهد بالزور من الرافضة))أخرجه ابن بطة في الإبانة الكبرى 2/545، واللالكائي في شرح أصول اعتقاد أهل السنة 8/457

“Aku tidak pernah melihat dari para pengikut hawa nafsu yang lebih dusta di dalam ucapan, dan bersaksi dengan saksi palsu dari syiah rafidhah”.(diriwayatkan Ibnu Baththah dalam kitabnya “Al-Ibanah Al-Kubro 2/545, dan Al-Lalikai dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah 8/457)

Mereka suka ber Taqiyah (menutup-nutupi ke syiah an mereka di depan sunni, jadi mereka pura-pura muslim/beriman di depan sunni namun kalau berkumpul sesama mereka maka mencela dan mengkafirkan sunni), bahkan kalau mereka berkuasa akan membantai sunni Jadi sifat mereka ini persis seperti MUNAFIKIN.

lihatlah kesyirikan yang dilakukan mereka dengan menyembah Bashar Assad dan memaksa rakyat juga untuk menyembah gambar Bashar Assad. silahkan searching di youtube ttg SYIAH..

http://www.youtube.com/watch?v=KkiBXZCueeY

Surat elektronik (email) Presiden Suriah Bashar al-Assad diretas dan isinya dibocorkan ke publik. Dalam salah satu email tersebut terungkap bahwa Presiden Assad pernah mendapatkan saran dari Iran dalam menangani unjuk rasa menentang rezimnya yang meluas di Suriah.

Assad menerima saran dari otoritas Iran maupun seseorang yang duduk dalam pemerintahan Iran. Diketahui bahwa sebelum menyampaikan pidatonya kepada publik pada Desember 2011 lalu, konsultan media Assad mempersiapkan daftar panjang soal tema-tema yang akan disampaikan Assad. Hal itu didasarkan saran-saran hasil konsultasi dengan sejumlah orang termasuk penasihat politik dan penasihat untuk Duta Besar (Dubes) Iran.

Dalam surat elektronik tersebut, Assad juga disaranan untuk menggunakan bahasa yang ‘kuat dan dahsyat’.

PENJELASAN MARKAZ AL-ALBANI TERKAIT TRAGEDI SURIAH

الحمد للّه رب العالمين، ولا عدوان إلا على الظالمين، والصلاة والسلام على سيد المرسلين، وبعد

Tidak samar lagi bagi semua orang peristiwa yang dialami oleh rakyat Suriah akibat tindakan bengis Nushairiyah, -sebuah kelompok kecil- berupa pembunuhan, pengusiran, penyiksaan dan dijemur diterik matahari yang membakar sejak kurang lebih setahun, bahkan dari empat ikatan, kelompok brutal yang hendak merampas negara, menghinakan para hamba dan berusaha menyebarkan kerusakan di bumi Allah Azza wa Jalla sampai-sampai tindakan kotor mereka telah menodai semua yang suci.

Sebagai upaya menjelaskan hak bagi orang-orang yang berhak, maka kami jelaskan bahwa kewajiban seluruh kaum Muslimin, baik yang duduk sebagai penguasa ataupun rakyat untuk membantu saudara-saudara mereka di Suriah sesuai dengan kemampuannya, berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla.

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ

“Kenapa kamu tidak tolong menolong?” [As-Shafaat/37:25]

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًاأومَظْلُوْمًا

“Tolonglah saudaramu, baik yang berbuat zhalim ataupun yang dizhalimi”. [HR Muslim]

Minimalnya, bantuan berbentuk harta, obat-obatan dan menampung orang yang terusir dan berdo’a kepada Allah agar Allah Azza wa Jalla menghilangkan penderitaan mereka dan menyeru kaum Muslimin Suriah untuk merealisasikan Tauhid, menjaga Shalat, senantiasa Istighfar dan mengembalikan barang-barang yang diambil secara zhalim. Maka bisa jadi Allah Azza wa Jalla menjadikan orang zhalim menguasai kita akibat dari perbuatan dosa yang kita lakukan. Dan Allah Azza wa Jalla memiliki ketentuan Sunnatullah yang berlaku pada makhluknya.

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka, dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. [Al-Anfaal/8:33]

Dan kami memuji Allah Azza wa Jalla, Dia adalah Dzat yang terpuji dalam segala keadaan, yang telah menyingkapkan bagi kaum Muslimin, baik di bumi belahan timur ataupun barat, jatidiri para pembuat kerusakan dan sekutunya. Seandainya tidak buah (hikmah) lain dari musibah ini selain terungkapnya (keburukan) Syi’ah Rafidah bagi penduduk Syam khususnya dan kaum Muslimin umumnya, rencana jahat mereka dan kedustaan mereka terhadap kaum Muslimin sehingga aqidah mereka terpelihara, maka itu sudah cukup.

Dan hendaklah saudara-saudara kami di Suriah mengetahui bahwa kezhaliman para pelaku kezhaliman akan segera hilang insya Allah Azza wa Jalla, karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Perkasa lagi mempunyai hukuman, tidak ada sesuatu pun di dunia ataupun di langit yang bisa melemahkan-Nya dan Dialah yang memberi jaminan kepada negeri Syam dan penduduknya, lewat lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kebanyakan kaum Muslimin meninggalkan dan membiarkan penduduk negeri Syam pada saat mereka sangat membutuhkan bantuan, maka sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan menolong mereka dengan karunia-Nya dan kalian akan mendengar kabarnya sebentar lagi. Walhamdulillahi Rabbil A’lamin. عمان- الأردن 3 /4/1433 – 25/2/2012

sumber : majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XVI/1433/2012M

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Siapa bilang Akhlak Mulia bukan Aqidah??

Posted by Bukit Barisan pada 23 Maret 2012

“Akh, ana lebih senang bergaul dengan ikhwan yang akhlaknya baik walaupun sedikit ilmunya”. [SMS seorang ikhwan]

“Kok dia suka bermuka dua dan dengki sama orang lain, padahal ilmunya masyaAlloh, saya juga awal-awal “ngaji” banyak tanya-tanya agama sama dia”. [Pengakuan seorang akhwat]

“Ana suka bergaul dengan akh Fulan, memang dia belum lancar-lancar amat baca kitab tapi akhlaknya sangat baik, murah senyum, sabar, mendahulukan orang lain, tidak egois, suka menolong dan ana lihat dia sangat takut kepada Alloh, baru melihatnya saja, ana langsung teringat akherat”. [Pengakuan seorang ikhwan]

Mungkin fenomena ini kadang terjadi atau bahkan sering kita jumpai di kalangan penuntut yang sudah lama “ngaji”(1) . Ada yang telah ngaji 3 tahun atau 5 tahun bahkan belasan tahun tetapi akhlaknya tidak berubah menjadi lebih baik bahkan semakin rusak. Sebagian dari kita sibuk menuntut ilmu tetapi tidak berusaha menerapkan ilmunya terutama akhlaknya. Sebaliknya mungkin kita jarang melihat orang seperti dikomentar ketiga yang merupakan cerminan keikhlasannya dalam beragama meskipun nampaknya ia kurang berilmu dan. semoga tulisan ini menjadi nasehat untuk kami pribadi dan yang lainnya.

Akhlak adalah salah satu tolak ukur iman dan tauhid

Baca entri selengkapnya »

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Antara Penuntut Ilmu dan Pecandu Internet

Posted by Bukit Barisan pada 7 November 2010

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Asy-Syaikh Abu Malik Abdul Hamid Al-Juhani hafizhahullah

Seorang penuntut ilmu, pertama sekali dia memperhatikan perbaikan dirinya sendiri dan senantiasa bersikap lurus, karena dia adalah teladan, baik dalam akhlaqnya maupun sikapnya.

Seorang penuntut ilmu, sangat bersemangat untuk meraih suatu kemanfaatan, bermajelis dengan para pemilik ilmu, pemilik keutamaan dan sifat wara’.

Seorang penuntut ilmu, senantiasa membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, menjaga waktunya (dari hal-hal yang tidak berguna), hingga engkau tidak melihatnya kecuali selalu mengambil manfaat, berpaling dari perkara yang sia-sia dan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat saja.

Seorang penuntut ilmu, apabila dia berbicara maka dia memberi manfaat dengan perkataannya, jika dia menulis maka dia memberi manfaat dengan tulisannya, hingga orang yang bermajelis dengannya tidak akan pernah kosong dari suatu manfaat.

Seorang penuntut ilmu, menghargai kemulian ilmu dan kedudukan ulama, dia mengambil ilmu dari para ulama, menhormati dan mendoakan mereka serta memohon rahmat untuk (ulama) yang sudah meninggal.

Seorang penuntut ilmu, membenci ghibah dan membenci orang yang suka berghibah, dia juga tidak ridho apabila aib seseorang dibicarakan di depannya. Engkau lihat seorang penuntut ilmu itu bersikap tawadhu’, tidak mengangkat dirinya melebihi kedudukannya yang sebenarnya, tidak berbangga dengan sesuatu yang tidak dia miliki, tidak tertipu dengan pujian dan sanjungan, tidak meninginkan ketenaran, tidak pula kedudukan di tengah-tengah manusia, karena dia tahu bahwa yang mampu mengangkat dan merendahkan seseorang hanyalah Allah Ta’ala, bukan seorang manusia.

Seorang penuntut ilmu, senantiasa berdakwah dan mensihati kaum muslimin, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar sesuai dengan kaidah-kaidah syari’ah dan tatanan masyarakat. Engkau lihat seorang penuntut ilmu itu sangat bersemangat dalam menyatukan ummat, merekatkan hati-hati mereka dan membenci perpecahan antara Ahlus Sunnah, karena dia mengetahui bahwa perpecahan itu selalu bersama kebid’ahan dan persatuan selalu menyertai sunnah. Oleh karenanya dikatakan, “Ahlus Sunnah wal Jama’ah (persatuan)” dan “Ahlus Bid’ah wal Furqoh (perpecahan)”.

Demikian pula engkau lihat seorang penuntut ilmu selalu menjaga lisannya, dia tidak mengomentari semua gosip dan isu yang tersebar di masyarakat, karena dia tahu bahwa semua perkataan dan perbuatannya akan dihisab.

Seorang penuntut ilmu, memperhatikan maslahat pada setiap perkataan dan perbuatannya, dia tidak membuka pintu (mencontohkan) keburukan bagi manusia, tidak membicarakan perkara yang batil, tidak sibuk dengan permasalahan yang tidak dipahaminya, dia tidak masuk dalam suatu pembicaraan kecuali berdasar ilmu, sehingga dia tahu penyebab masalah yang ada dan apa solusinya. Benar-benar dia telah menyiapkan jawaban di hadapan Allah Ta’ala kelak (atas semua perkataan dan perbuatannya).

Inilah sebagian sifat penuntut ilmu, semoga Allah Ta’ala menganugarahkan sifat-sifat tersebut kepada kita.

Adapun pecandu internet, keadaannya terbalik, sebagaimana telah dimaklumi dan disaksikan.

Pecandu internet akhlaqnya rendah, suka melanggar kehormatan, menyia-nyiakan waktu tanpa manfaat, menyerang siapa saja tanpa memperdulikan kemuliaan ilmu, umur, kehormatan dan keutamaan. Dia juga berlagak ‘alim, mencari-cari kekurangan dan kesalahan orang lain, semua itu adalah buah dari mencandu internet secara berlebihan. Hari dan tahun yang dia lalui kosong tak berarti, hingga akhirnya dia tidak bisa tenang dan tidak membiarkan orang lain tenang.

Maka, jika engkau ingin menjadi penuntut ilmu, jalannya ada di depanmu dan telah jelas bagimu tanda-tandanya. Namun jika kamu memilih jadi pecandu internet, jalannya juga ada di depanmu, yang dipenuhi dengan kotoran dan najis, maka kotorilah dirimu sesuai kehendakmu, akan tetapi janganlah engkau membohongi manusia, sehingga engkau disangka seorang penuntut ilmu!

Diterjemahkan dari website resmi Asy-Syaikh Abu Malik Abdul Hamid Al-Juhani hafizhahullah, Imam dan Khotib Masjid Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu di Yanbu’ Al-Bahr, juga Da’i di Kementrian Wakaf, Dakwah dan Bimbingan KSA, dari artikel yang berjudul:

الفرق بين طالب العلم , وطالب الأنترنت

[1]Nasihat ini beliau tulis sebagai nasihat kepada para penuntut ilmu yang berdakwah via internet, sekaligus sebagai celaan terhadap orang-orang yang suka menyebar kerusakan di internet, mengoyak persatuan Ahlus Sunnah dan membuat lari kaum muslimin dari dakwah yang penuh berkah ini.

sumber : http://nasihatonline.wordpress.com/2010/11/01/antara-penuntut-ilmu-dan-pecandu-internet/

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »