Bukit Barisan

Sejarah Peradaban seperti Sejarah Alam yang Berulang

Sunnatullah..Arabian Shield

Posted by Bukit Barisan pada 19 Desember 2010

BAB 654 H: Catatan Sejarah kota Madinah: Selasa, malam Rabu, 3 Jumadil Akhir 654 Hijriyah. Enam abad lebih sesudah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam wafat. Dini hari sudah menjelang habis, tapi subuh masih agak jauh, ketika warga kota Madinah dibangunkan dari tidurnya karena ada suara menggelegar, yang disusul terjadinya gempa besar mengguncangkan tanah, dinding, atap, kayu, dan pintu. Kejadian itu berlangsung selama 3 hari berturut-turut sampai hari Jumat tanggal 5 bulan tersebut.

Kemudian muncul api raksasa di Harrah dekat Quraizah, di pinggiran Madinah. Orang-orang yang tinggal di pusat kota bisa melihat api yang mengamuk itu dari rumahnya, seakan ada di samping mereka, karena begitu dekatnya. Lidah apinya lebih besar dari tiga buah menara. Api itu kemudian dilaporkan mengalir ke wadi (oase) Syahza seperti air yang mengalir di sungai, dan akhirnya api itu menghentikan aliran air di wadi Syahza sehingga tidak mengalir lagi.

Sesudah api menyebar tiba-tiba gunung-gunung batu di sekitar Madinah berubah menjadi lautan api, sehingga menutup Herat yang merupakan jalur haji dari arah Iraq. Api itu terus merambat sampai ke Herat dan berhenti, lalu api itu kembali menjalar ke arah timur. Dari tengah-tengah api muncul bukit-bukit api yang melahap batu-batu.

Seorang ‘alim Madinah pada masa itu, Abu Syamah, atau nama lengkapnya Imam al-‘Allamah al-Hafizh Syihab ad-Din Abu Syamah al-Maqdisi menulis sebuah catatan yang dua abad kemudian dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan-Nihayah:

“..dari api itu muncul oase api seluas 12 mil, panjang 4 mil, dan  dalamnya 1,5 kaki. Api itu menjalar di muka bumi dan memunculkan  bukit-bukit kecil, dan merambat di permukaan tanah sehingga batu-batu  meleleh hingga sebulan lamanya..” (Tanda2 Hari Kiamat oleh DR. Abdullah Sulaiman Al Ghufaily)

Harrah/Batuan Hitam/Lava Basaltic hasil letusan Leleran(Erupsi Efusif) bukan Ekplosif/Ledakan

Demi melihat batu-batu hitam inilah Bangsa Yahudi pindah ke Madinah untuk menanti sang Nabi terakhir yang akan diutus untuk memerangi orang musyrik. Dan juga bahwa Yahudi berimigrasi ke Madinah pada abad pertama dan kedua masehi terutama setelah Kaisar Romawi yaitu Titus menghancurkan Kerajaan Israel pada th 70 M. Mereka berharap sang Nabi dari bangsa Yahudi yang akan dilahirkan di tengah2 mereka di daerah berbatu hitam sesuai isi penjelasan Taurat mereka, namun sayang sang Nabi berasal dari saudara mereka lain Ibu yaitu Arab dari keturunan Ismail bin Ibrahim alaihissalam. Sehingga menyebabkan kedengkian yang sangat pada diri-diri mereka.

Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu

Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.(QS. Al Baqarah 89-90)

Rekahan di Laut Merah yang menyebabkan terbentuknya batuan hitam basalt di Madinah n sekitarnya

Contoh Rekahan di Afrika Timur (Calon Laut Merah baru)



Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berumur 700-an juta tahun. Kawasan itu berupa endapan lava “alkali basaltik” (theolitic basalt) seluas 180.000 km persegi yang berusia muda (muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an kilo meter melalui zona rekahan sepanjang 600 kilo meter yang dikenal sebagai “Makkah-Madinah-Nufud volcanic line(Keselurusan Rekahan, biasanya dgn panjang 1km-1000km)”

Mineral Hijau Olivin yang terdapat di bebatuan hitam sekitar Madinah



Lava Basalt yang bersifat basa yang pernah hampir masuk ke Kota Madinah kemudian tiba-tiba berbelok jalurnya ke Timur kota Madinah

Shahabat beliau Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shalllallahu Alaihi Wassalam bersabda ttg salah satu ciri kiamat,

“Kiamat tidak akan terjadi sampai keluar api dari tanah Hijaz, menerangi punuk-punuk unta di Bushrah.” (1)(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Selama 4.500 tahun terakhir Harrah Rahat telah meletus besar sebanyak 13 kali dengan periode antar letusan rata-rata 346 tahun sekali. Letusan besar terakhir terjadi pada 26 Juni 1256 M, yang memuntahkan 500 juta meter kubik lava lewat 6 kerucut kecilnya selama 52 hari kemudian. Lava ini mengalir hingga 23 km ke utara dan hampir menenggelamkan kota suci Madinah yang letaknya memang lebih rendah, jika saja tidak ada mukjizat yang membuat aliran lava berhenti ketika jaraknya tinggal 4 km saja dari Masjid Nabawi.

Lempeng Arab..dan pemekaran samudra di Laut Merah dan Teluk Aden/Laut Arab



“Api yang akan keluar dari dataran terendah kota Aden yang akan menggiring manusia” (HR. Muslim dalam Al Fitan Wa Asyratus Sa’ah 2901, At Tirmidzi dalam Al Fitan 2183, Adu Dawud dalam Al Malahiim 4311)

“Api akan keluar dari Hadhramaut, atau laut Hadhramaut,” (HR. Ahmad Al Musnad (7/133) no. 5146 dgn tahqiq Syaikh Ahmad Syakir: Shahih dan juga di shahihkan Syaikh Albani dalam Shahihul Jami’)

Apakah Harrah2 di Semenanjung Arab ini yang tercantum dalam Sirah para ulama salaf tentang api yang mendekati kota Madinah?? dan apakah juga nanti api yang mengumpulkan manusia ke arah Syam/Syria yang muncul dari Yaman juga karena aktivitas yang sangat besar dari lava ini yang terus keluar  seperti leleran (efusif)… wallahu a’lam

Rentetan Kejadian yang terekam Sejarah :
1256 M : Lava Madinah
1257 M : Banjir bandang di Bashrah, Iraq, akibat meluapnya Sungai Dajlah/Tigris n Eufrat
1258 M : Jatuhnya Baghdad dan runtuhnya Kekhalifahan Abbasiyah dihancurkan Mongol (Hulaghu Khan)

Nota :

1) Kota Bushra di Syam dekat Harran bukan Bashrah di Iraq

sumber:

http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200602/volcanic.arabia.htm

http://www.saudicaves.com/lava/introobl.htm

http://www.springerlink.com/content/w5r104r036175j26/

http://en.wikipedia.org/wiki/Bowen%27s_reaction_series

http://teknologi.vivanews.com/news/read/193483-bagaimana-benua-afrika-terbelah

Hari Kiamat sudah Dekat oleh Yusuf Abdullah Al Wabil

Tanda-Tanda Hari Kiamat oleh DR. Abdullah Sulaiman Al Ghufaily

Iklan

Posted in UMUM | Leave a Comment »

Takluknya Ur Salim (Kota Kedamaian) Al Quds oleh Shalahuddin Al Ayyubi (Battle of Hattin 1187 M)

Posted by Bukit Barisan pada 5 Desember 2010

Bismillah,

Hampir 100 thn sebelum Sultan Qutuz & Imam Izzudin Abdissalam(Abdul Aziz bin Abdissalam) As Syafi’i memenangkan perang melawan Mongol di Ain Jalut. 90 th setelah Yerusalem/Ūrsālim-Al-Quds direbut oleh tentara Salib 1.

Akibat kekalahan Kekaisaran Byzantium/Romawi Timur yang dipimpin Romanos IV Diogenes sewaktu menyerang Kesultanan Seljuk Rum yang dipimpin Sultan Alp Arslan rahimahullah, maka Kaisar Alexius I Comnenos(Kristen Ortodoks) meminta pertolongan kepada Paus Urbanus II (Katolik Roma). Kemudian datanglah rombongan pasukan Salib menyerang Yerusalem dan menaklukkannya.  Dan terjadinya pembantaian muslimin di kota tersebut. Saksi sejarah Raymond d’ Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa  di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.

Akibatnya banyak keluarga2 kaum muslimin yang berhijrah ke Damaskus dalam rangka menunaikan kewajiban hijrah(1) dari negeri kafir ke negeri islam, sesuai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي اْلأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang(muslim) yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kalian ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah).” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahanam dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS an-Nisa’ [4]: 97).

Salah seorang dari keluarga-keluarga tersebut adalah keluarga Abul Abbas Ahmad Bin Muhammad Ibnu Qudamah, tulang punggung keluarga dari pohon nasab yang baik ini hijrah bersama keluarganya ke Damaskus dengan kedua anaknya, Abu Umar dan Muwaffaquddin(Ibnu Qudamah), juga saudara sepupu mereka, Abdul Ghani al-Maqdisi, sekitar tahun 551 H / 1146 M. Waktu itu umur Ibnu Qudamah 10 th.

Kemudian di belahan timur bumi yang lain 20 tahun sebelumnya yaitu tahun 532 H/1137 M tepatnya di Tikrit, Iraq lahirlah seorang bayi yang kelak akan menjadi pemimpin dan pemersatu para mujahidin menghadapi kaum kuffar. Bayi tersebut bernama Shalahuddin dari Bani Ayyub bangsa Kurdi.

Kota-Kota dalam Tarikh Islam

Kota-kota dalam tarikh islam

 

Ayahnya menjadi penguasa Kesultanan Turki Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Baalbek dan menjadi pembantu dekat Raja Syam/Suriah Nuruddin Mahmud dari Keluarga Zanky. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari islam selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169 M, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir/menteri.

PASUKAN MUSLIMIN

 

Sultan Nuruddin Zanky memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Dinasti SYIAH  FATHIMIYAH (2) dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Hal yang dilakukan Nuruddin adalah menyatukan Pasukan muslimin dengan menundukkan Dinasti Fathimiyah di Mesir. Nuruddin mengirim Panglimanya yang tangguh Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin ke Mesir. Asasudin Shirkuh merupakan paman Shalahuddin. Shalahuddin dan pamannya mengalahkan gabungan pasukan Fathimiyah dan Perancis. Setelah Khalifah Al-‘Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Dibawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin(Dinasti Zangids) menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mousul, Irak bagian utara.

Para pengikut Nuruddin Zangi seperti Muzafaruddin Kukburi/Gokbori(Serigala Biru dalam bahasa Turki) yang merupakan musuh Shalahuddin sewaktu Perang Hama melawan Dinasti Zanky/Zangid dan merupakan penguasa Irbil di Iraq, yang kemudian menjadi salah satu panglima Dinasti Ayyub setelah merosotnya kekuatan Dinasti Zangi. Gokbori merupakan seorang laki-laki gagah berani, pahlawan berpikiran matang, pemimpin yang teguh dan dapat diandalkan menurut sejarawan. Gokbori dikenang di Suriah dan Iraq sebagai pahlawan besar dan pelindung para cendekiawan seperti Ibnu Khalikan sang ahli sejarah. Gokbori juga merupakan gubernur Iraq pertama yang mendukung maulid Nabi(3) yang mencontoh tradisi yang dilakukan komunitas besar Kristen di Irbil, Iraq.

Kemenakan Shalhauddin yang bernama Taqiyuddin juga merupakan salah seorang Panglima perang yang brilian dan haus akan kekuasaan dan penaklukan. Taqiyuddin pernah akan memberontak sewaktu dicopot dari jabatan Gubernur Mesir, namun kemudian berbaikan dengan Sultan Shalahuddin setelah dia diberi kekuasaan sebagai Gubernur di Miyafariqin, Hama di utara Damaskus di perbatasan Kerajaan Ayyubi dengan Kerajaan Antiokia.

Anak Shalahuddin yang bernama Al Afdhal juga diserahkan tugas sebagai panglima.Al Afdhal panglima yang mengalahkan Panglima Templars Gerard De Ridefort pada Perang Mata air Cresson. Komandan pasukan islam yang lain adalah seorang Mamluk yang bernama Husamuddin Lu’lu yang merupakan panglima yang mengalahkan serangan Reynald du Chattilon di Laut Merah tahun 1183 M.

Kerajaan di sekitar Yerusalem th 1135 M setelah Perang Salib 1 dan terlibat pada Perang Salib 2

Kerajaan di sekitar Yerusalem th 1135 M setelah Perang Salib 1 dan terlibat pada Perang Salib 2

PASUKAN SALIB EROPA BARAT

Pasukan salib terdiri dari para ksatria Ordo Templars dan Ordo Hospitaler, Kingdom of Jerusalem, Oultrejordain, dan County of Tripoli. Para pemimpin/baron di pasukan salib tidaklah bersatu total karena adanya friksi-friksi lama yang muncul kembali yang berimbas pada kepentingan-kepentingan politik masing-masing kekuasaan.

Perpecahan yang pertama adalah perpecahan antara pemimpin ksatria Templars dari Inggris yang bernama Gerard de Rideford (4) dengan Comte Raymond III Tripoli. Kejadiannya karena Raymond mengingkari janjinya untuk menikahkan Gerard de Rideford yang dulu merupakan bawahannya di County of Tripoli dengan Putri Botrun yaitu Lucia de Botrun. Karena sakit hati maka Gerard bergabung dengan Ksatria Templars dan kemudian menjadi pemimpinnya. Sakit hati dan kemarahan terhadap Raymond terus dibawanya hingga terjadi perselisihan politik di Kerajaan Yerusalem.

Perpecahan yang kedua adalah terkait dengan Putri Sybilla yang merupakan Putri dari Raja Yerusalem Amalric I dan Ratu Agnes. Setelah suaminya William Longsword (keponakan Raja Perancis Louis VII) meninggal dunia, maka banyak para baron/Raja kecil yang ingin menikahi Putri Sybilla, namun sang Putri sudah jatuh cinta kepada Baldwin D’Ibelin yang merupakan kakak Balian D’Ibelin. Malangnya Baldwin D’Ibelin ditangkap Sultan Shalahuddin pada tahun 1179 M, sehingga rencana pernikahannya batal. Kemudian di tahun 1180 M Raymond III Tripoli dan Bohemond III of Antioch bermaksud menikahi Putri Sybilla, namun karena desakan Ratu Agnes Courtenay yang merupakan Ibu Putri Sybilla, maka sang putri dinikahkan dengan Ksatria Salib yang berasal dari Poitiers, Perancis Barat yaitu Guy of Lusignan. Keluarga Lusignan tiba di tanah suci Yerusalem setelah diusir oleh Raja Richard the Lionheart(keturunan Normandy) karena pembunuhan bangsawan Norman di Poitiers, Perancis.

Raja Yerusalem Baldwin IV si Lepra (Ibnu Jubair mengatakan Baldwin IV Al Khinzir) meninggal th 1185 M dengan meninggalkan pewaris Baldwin V anak dari William Longsword(sudah mati) dan Putri Sybilla yang merupakan saudarinya. Otomatis tahta Yerusalem diserahkan pada Baldwin V yang  muda  dan sebagai wali raja adalah Raymond III Tripoli. Namun Raja Baldwin V meninggal th 1187 M, kemudian terjadi kegoncangan di Kerajaan Yerusalem. Terjadi perpecahan antara golongan Raymond III Tripoli yang didukung keluarga Ibelin dari Ramalah terhadap Putri Sybilla dan suaminya Guy of Lusignan yang di dukung oleh Gerard de Rideford. Yang menjadi penengah dalam friksi ini adalah Balian D’Ibelin, dan akhirnya tahta Yerusalem jatuh ke tangan Guy of Lusignan. Comte Raymond III Tripoli kemudian mengundurkan diri dan balik ke kota Tiberias ke tempat istrinya dan memimpin disana.

PERTEMPURAN HATTIN Juli 1187 M dan TAKLUKNYA YERUSALEM Okt 1187 M

Perang ini dipicu oleh seorang Baron atau raja kecil dari Kerak (sekarang wilayah Israel), Arnad/Reynald/Reynaud du Chatillon. Para Baron lain tahu bahwa satu-satunya cara untuk menjaga keutuhan wilayah mereka adalah dengan menghormati tetangga muslim dan tidak melanggar berbagai perjanjian yang telah disepakati. Namun Reynald du Chatillon, dengan semboyan “Die to all Muslims” dan “It is not a crime to kill infidels” berkali-kali melanggar perjanjian, dari merampok caravan pedagang Muslim, membunuh orang-orang yang pergi haji, menjarah kapal milik muslim, hingga menyerang secara terbuka pelabuhan Mekkah dan Madinah. Meskipun serangan ini gagal namun sudah membuat dunia islam gempar dan mencoreng reputasi Sultan Shalahuddin Al Ayyubi sebagai pelindung 2 kota suci Mekah n Madinah

Benteng Karak

Benteng Kerak

Kastil Reginald du Chattilon di Kerak. Dari sinilah si penjahat perang ini mengatur penyerangan terhadap kafilah haji.

Sultan Shalahuddin langsung menyerang balik di tahun 1183 M dan ditanggapi oleh Pasukan Salib/Latin dengan mengerahkan pasukan terbesar yang pernah dihimpun, namun tidak terjadi peperangan karena pasukan Salib bersifat pasif/defensif.

Kemudian 4 tahun kemudian pada bulan Mei tahun 1187 M, dimulailah pergerakan militer yang ofensif/jihad thulab oleh Sultan Shalahuddin. Beliau memobilisasi pasukan dari Mesir yang dipimpin anaknya Al Afdhal dan Husamuddin Lu’lu. Dan terjadi pertempuran di Mata Air Cresson dimana pasukan Salib kalah telak. Hal ini membuat perselisihan Guy of Lusignan dengan Comte Raymond III Tripoli mereda karena adanya musuh bersama yaitu pasukan Muslimin. Dan Raymond III Tripoli menyatakan tunduk pada Kerajaan Yerusalem dan memutus perjanjian damai dengan Shalahuddin.

Peta Pergerakan Pasukan Yang terlibat Perang

Peta Pergerakan Pasukan Yang terlibat Perang Hattin

Pergerakan Militer th 1187 M.
Daerah di arsir merah = Kekuasaan Reynal du Chattilon yang bernama Oultrejordain
Daerah di arsir Hijau = Kingdom of Jerusalem yang dipimpin Raja Guy of Lusignan dan Ratu Sybilla
Daerah di arsir kuning = Kekuasan istri Raymond III Tripoli
Daerah di arsir ungu di utara = Kekuasaan Raymond III Tripoli

Sementara itu terjadi perundingan diantar pasukan Salib di Kastil Sephorie/Saffuriyah di utara Nazareth. Raymond III Tripoli yang merupakan pemimpin Latin/Salib paling cerdas dan merupakan pakar taktik terhebat di Yerusalem memberikan nasehat agar pasukan Salib menunggu saja dan bertempur di Yerusalem, kemudian menyerang dengan hebat dan melumatkannya sewaktu pasukan muslim sudah lelah dengan pengepungan. Namun ditolak oleh pemimpin salib yang lainnya dan memberikan ide untuk menyerang secara terbuka ke arah Tiberias.

Kedua belah pihak baik muslim atau kristen sama-sama memobilisasi pasukan dengan jumlah yang sangat besar. Di pihak Kristen terkumpul 18.000 – 20.000 pasukan di pihak muslimin juga kurang lebih sama. Pasukan Shalahuddin mulai menyeberangi Sungai Yordan yang berada di selatan Danau Tiberias pada akhir Juni 1187 M. Pada tanggal 2 Juli 1187 M terjadi serangan dan pengepungan Kota Tiberias yang dikuasai Raymond III Tripoli, namun hanya terdapat Count Eschiva yang merupakan istri Raymond III, hingga kota tersebut jatuh ke tangan muslimin. Sebenarnya penyerangan pasukan muslim ke Tiberias ini mengandung resiko yang sangat besar yaitu bisa terjepit diantara 2 kekuatan musuh yang besar yaitu Kerajaan Yerusalem dan Tiberias sebelum pasukan muslim mencapai kota Tiberias. Namun karena pergerakan militer yang cepat maka Kota Tiberias jatuh dan mengakibatkan terpancingnya pasukan salib keluar dari kastil2 mereka di Yerusalem untuk menghadapi Sultan Shalahuddin dan pasukan muslim di Danau Tiberias.

Tanggal 3 Juli 1187 M,  semenjak sampai di daerah Turan sekitar 12 km sebelah timur Hattin pasukan salib yang merupakan sumber air terdekat, kuda2 tunggangan tidak mau meminum air dan para pasukan ada yang terus berangkat hingga ke Kafr Sabt/Caffarset dekat perkemahan muslimin. Hal ini sangat fatal karena pasukan sudah kelelahan dan haus apalagi di bulan Juli yaitu puncak musim panas. Shalahuddin kemudian memfokuskan pasukan di Caffarset dan meninggalkan sedikit pasukan di Tiberias, kemudian mulai menyerang pasukan salib. Pasukan salib banyak yang tidak mau meneruskan penyerangan menembus barikade depan muslimin . Sehingga terjadi perubahan rencana mendadak, pasukan salib yang bergerak ke arah timur ke arah Tiberias, kemudian berbelok ke utara dengan maksud melewati Bukit Hattin lalu menuju mata air Hattin yang berjarak 6 km atau langsung ke Danau Tiberias yang berjarak 12 km untuk mendapatkan sumber air melimpah untuk persiapan perang. Kemudian pasukan salib berkemah di Hattin malam 4 Juli 1187 M.

Pasukan Salib yang diserang & dikepung di Puncak Hattin oleh Sultan Shalahuddin(tengah hijau), Panglimanya Taqiyuddin(kanan hijau), dan Panglimanya Muzafaruddin Gokbori (Kiri Hijau)

Pasukan Salib yang diserang & dikepung di Puncak Hattin oleh Sultan Shalahuddin(tengah hijau), Panglimanya Taqiyuddin(kanan hijau), dan Panglimanya Muzafaruddin Gokbori (Kiri Hijau)

Sultan Shalahuddin dapat membaca hal ini kemudian memerintahkan Taqiyuddin untuk mencegat pasukan salib di dekat puncak Hattin (utara). Beliau sendiri akan menyerang dari tengah(timur) dan Muzafaruddin Gokbori dengan sayap kirinya menyerang dari arah belakang(barat) pasukan salib.

hattin

Horns of Hattin dengan koordinat google map 32.800002, 35.459390

PERTEMPURAN HATTIN 4 JULI 1187 M

Fajarpun menyingsing pada pagi 4 Juli 1187 M di puncak Hattin, terjadilah pertempuran dahsyat. Sayap kanan yang dipimpin Taqiyuddin mendapatkan serangan dahsyat dan hampir jebol oleh serangan pasukan salib pimpinan Raymond III Tripoli yang membabi buta dengan maksud mencapai mata air Hattin di utara. Taqiyuddin berinisiatif meloloskan pasukan Raymond III daripada membuat pasukan muslim banyak terbunuh dan sekaligus melemahkan pasukan salib dengan berkurangnya pasukan Raymond III. Dan Raymond III berhasil lolos ke utara dan melarikan diri ke kota Tyre/Tyrus tanpa kembali ke kota istrinya Tiberias yang lebih dekat karena takut dijebak Sultan Shalahuddin. Pasukan salib pimpinan Guy of Lusignan dan Gerard De Ridefort semakin terdesak menuju puncak Hattin Utara dan pasukan infanteri pasukan salib sudah tidak bersemangat berperang karena haus. lelah, dan kesalahan strategi pemimpinnya. Di sebelah selatan yaitu dekat tanduk Hattin selatan, pasukan Templars pimpinan Balian D’Ibelin dapat melarikan diri ke Selatan menerobos kepungan Muzafaruddin Gokbori.

Panorama Hattin sekarang di dekat Danau Tiberias

Panorama Hattin sekarang di dekat Danau Tiberias

Pasukan Shalahuddin vs Pasukan Salib dengan salib sucinya di Medan Hattin

Akhirnya pasukan muslimin sayap kanan pimpinan Taqiyuddin berhasil merebut Salib Suci yang dipegang Uskup Besar Akre dan Uskup Lidde di tanduk Hattin utara. Hal ini membuat mental pasukan salib jatuh dan mulai tampak tanda-tanda kekalahan di mata mereka. Pasukan muslimin menjadi gembira, namun Sultan Shalahuddin berkata pada pasukannya agar jangan gegabah sebelum berhasil meruntuhkan Tenda Merah Besar Kerajaan Yerusalem di Tanduk Hattin. Dan akhirnya rubuhlah tenda merah besar itu dan berakhirlah Perang Hattin dengan kemenangan di pihak muslimin. Para pemimpin salib hampir semuanya ditawan kecuali Balian D’Ibelin, Raymond III Tripoli, dan Joscelyn de Courtnay . Para pemimpin yang ditawan adalah Guy of Lusignan sebagai Raja yerusalem, Reynaud/Reynald du Chattilon, Gerard de Ridefort, Uskup Lidde, Humphrey II de Toron, pemimipin ordo Hospitaller dll.

Kemudian Sultan Shalahuddin memenggal kepala sang penjahat Reynal du Chattilon dan membebaskan Raja Guy of Lusignan, Gerard de Ridefort dan yang lainnya.

Setelah mengalahkan pasukan salib maka pasukan muslimin terus menuju ke kota-kota dan benteng-benteng pasukan salib di wilayah Kerajaan Yerusalem untuk melakukan pengepungan dan penaklukan.

Dua bulan kemudian pada akhir bulan September (20-30 Sept 1187 M) pasukan muslimin mengepung kota Yerusalem. Shalahuddin mengerahkan segenap kekuatan mujahidin untuk menggempur benteng Palestina/Yerusalem. Barisan pelontar batu api (manjaniq) dikerahkan untuk meruntuhkan benteng Yerusalem. Balian de Ibelin juga balas melontarkan manjaniq-nya sehingga kaum muslimin menjemput syahid. Tekanan mujahidin begitu kuat, sehingga Balian mengirim dua orang utusan untuk meminta jaminan keselamatan dari Shalahuddin. Namun Shalahuddin menolak dan mengingakan mereka akan pembantaian besar yang mereka lakukan seratus tahun lalu di tahun 1099 M. Akhirnya Balian de Ibelin datang sendiri menghadap Shalahuddin dan mengancam akan membunuh semua manusia di dalam benteng, menghancurkan masjid Al-Aqsa, dan berjuang sampai mati, jika permohonannya tidak mendapat jaminan keamanan.

Setelah mengadakan syura/musyawarah dengan beberapa ulama dan penasihat militer, Shalahuddin menerima permintaan Balian de Ibelin. dan akhirnya takluklah Yerusalem pada tgl 2 Oktober 1187 M tanpa adanya pembantaian yang keji oleh pasukan muslimin terhadap kristen, dan hal ini bertolak belakang dengan takluknya Yerusalem oleh pasukan Salib tahun 1099 M dimana terjadi pembantaian keji terhadap muslimin oleh pasukan salib.

ULAMA yang BERPERANG di MEDAN HATTIN

Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy (541 H/ 1146 M – 629 H/ 1232 M) juga seorang mujahid yang terjun di medan jihad fisabilillah bersama pahlawan besar Shalahuddin al-Ayyubi  yang berhasil menyatukan kekuatan militer umat Islam pada tahun 583 H / 1187 M untuk menumpas tentara salib dan membersihkan tanah suci Quds dari najis mereka. Para penulis biografi Imam Ibnu Qudamah Al Hambali menyebutkan bahwa belia dan saudara kandungnya, Abu Umar, beserta murid-murid beliau dan beberapa orang keluarganya turut berjihad di bawah panji-panij para mujahidin yang dimenangkan oleh Allah ini. Beliau berdua dan murid-muridnya mempunyai satu kemah yang senantiasa berpindah-pindah kemanapun para mujahidin berpindah dan mengambil posisi. Beliau adalah salah satu ulama penasihat Sultan Shalahuddin Al Ayyubi disamping Ibnu Az-Zaki Asy-Syafi’i  dan Ibnu Naja’ al-Qadiri al Hambali

Setelah pertempuran yang sangat menentukan ini wilayah Kesultanan Shalahuddin Al Ayyubi meliputi Mesir, Syam/Syiria, Hijaz, hingga sebagian Iraq

Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna pink). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin Al Ayyubi

Saking terkenalnya Sultan Shalahuddin al Ayyubi ini di dunia barat, sampai2 bila para lelaki salib berangkat perang dan berjanji pada tunangannya untuk pulang dengan selamat, maka tunangannya akan berkata “WE THRUST SALADIN BECAUSE HE NEVER LIES”.Dengan kata lain kami tak percaya kamu dengan membandingkannya dengan Saladin

Notes:

1). Imam Ibnu Qudamah menyatakan:

Ayat ini merupakan peringatan sangat keras yang menunjukkan pada hukum wajib. Sebab, melaksanakan kewajiban agama merupakan kewajiban bagi orang yang mampu melaksanakannya. Hijrah termasuk kewajiban yang sangat penting, sekaligus penyempurna bagi kewajiban lain. Jika suatu kewajiban tidak sempurna kecuali oleh sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib. (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, X/514).

2) lihat–> http://muslim.or.id/manhaj/hegemoni-syiah.html
http://www.hakekat.com/
http://haulasyiah.wordpress.com/

3) Maulid Nabi termasuk inovasi/bid’ah dalam agama islam(muncul 500 th setelah nabi wafat). Bid’ah adalah segala sesuatu yang diada-adakan di dalam agama islam tanpa adanya petunjuk dari Rasulullah shalllallahu alaihi wassalam. Bid’ah tidak termasuk masalah dunia, justru masalah dunia harus ada inovasi,seperti membuat pesawat, peralatan tempur, mikrofon utk masjid dll.

“Barangsiapa mengada-adakan(bid’ah) dalam perkara (agama) kami ini apa-apa yang bukan darinya maka amalan tersebut tertolak(tidak diterima Allah).” (HR. Al-Bukhariy no.2550 dan Muslim no.1718

http://www.rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2929-benarkah-ibnu-taimiyah-ibnu-hajar-shalahuddin-al-ayubi-pro-maulid-nabi.html

4) aslinya orang Flanders/Flemming dari Belgia yang bergabung dengan orang Norman pimpinan William Sang Penakluk /Guillaume Ier d’Angleterre)yang menaklukkan Inggris dalam pertempuran Hasting 1066


sumber:

Hattin 1187 by David Nicolle

http://www.saudiaramcoworld.com/issue/197003/saladin-story.of.a.hero.htm
http://www.saudiaramcoworld.com/issue/196202/champion.of.the.faithful.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Hattin_Battle
http://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Jerusalem
http://en.wikipedia.org/wiki/Vassals_of_the_Kingdom_of_Jerusalem

Posted in Big Battle, BIOGRAFI | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Antara Penuntut Ilmu dan Pecandu Internet

Posted by Bukit Barisan pada 7 November 2010

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Asy-Syaikh Abu Malik Abdul Hamid Al-Juhani hafizhahullah

Seorang penuntut ilmu, pertama sekali dia memperhatikan perbaikan dirinya sendiri dan senantiasa bersikap lurus, karena dia adalah teladan, baik dalam akhlaqnya maupun sikapnya.

Seorang penuntut ilmu, sangat bersemangat untuk meraih suatu kemanfaatan, bermajelis dengan para pemilik ilmu, pemilik keutamaan dan sifat wara’.

Seorang penuntut ilmu, senantiasa membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, menjaga waktunya (dari hal-hal yang tidak berguna), hingga engkau tidak melihatnya kecuali selalu mengambil manfaat, berpaling dari perkara yang sia-sia dan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat saja.

Seorang penuntut ilmu, apabila dia berbicara maka dia memberi manfaat dengan perkataannya, jika dia menulis maka dia memberi manfaat dengan tulisannya, hingga orang yang bermajelis dengannya tidak akan pernah kosong dari suatu manfaat.

Seorang penuntut ilmu, menghargai kemulian ilmu dan kedudukan ulama, dia mengambil ilmu dari para ulama, menhormati dan mendoakan mereka serta memohon rahmat untuk (ulama) yang sudah meninggal.

Seorang penuntut ilmu, membenci ghibah dan membenci orang yang suka berghibah, dia juga tidak ridho apabila aib seseorang dibicarakan di depannya. Engkau lihat seorang penuntut ilmu itu bersikap tawadhu’, tidak mengangkat dirinya melebihi kedudukannya yang sebenarnya, tidak berbangga dengan sesuatu yang tidak dia miliki, tidak tertipu dengan pujian dan sanjungan, tidak meninginkan ketenaran, tidak pula kedudukan di tengah-tengah manusia, karena dia tahu bahwa yang mampu mengangkat dan merendahkan seseorang hanyalah Allah Ta’ala, bukan seorang manusia.

Seorang penuntut ilmu, senantiasa berdakwah dan mensihati kaum muslimin, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar sesuai dengan kaidah-kaidah syari’ah dan tatanan masyarakat. Engkau lihat seorang penuntut ilmu itu sangat bersemangat dalam menyatukan ummat, merekatkan hati-hati mereka dan membenci perpecahan antara Ahlus Sunnah, karena dia mengetahui bahwa perpecahan itu selalu bersama kebid’ahan dan persatuan selalu menyertai sunnah. Oleh karenanya dikatakan, “Ahlus Sunnah wal Jama’ah (persatuan)” dan “Ahlus Bid’ah wal Furqoh (perpecahan)”.

Demikian pula engkau lihat seorang penuntut ilmu selalu menjaga lisannya, dia tidak mengomentari semua gosip dan isu yang tersebar di masyarakat, karena dia tahu bahwa semua perkataan dan perbuatannya akan dihisab.

Seorang penuntut ilmu, memperhatikan maslahat pada setiap perkataan dan perbuatannya, dia tidak membuka pintu (mencontohkan) keburukan bagi manusia, tidak membicarakan perkara yang batil, tidak sibuk dengan permasalahan yang tidak dipahaminya, dia tidak masuk dalam suatu pembicaraan kecuali berdasar ilmu, sehingga dia tahu penyebab masalah yang ada dan apa solusinya. Benar-benar dia telah menyiapkan jawaban di hadapan Allah Ta’ala kelak (atas semua perkataan dan perbuatannya).

Inilah sebagian sifat penuntut ilmu, semoga Allah Ta’ala menganugarahkan sifat-sifat tersebut kepada kita.

Adapun pecandu internet, keadaannya terbalik, sebagaimana telah dimaklumi dan disaksikan.

Pecandu internet akhlaqnya rendah, suka melanggar kehormatan, menyia-nyiakan waktu tanpa manfaat, menyerang siapa saja tanpa memperdulikan kemuliaan ilmu, umur, kehormatan dan keutamaan. Dia juga berlagak ‘alim, mencari-cari kekurangan dan kesalahan orang lain, semua itu adalah buah dari mencandu internet secara berlebihan. Hari dan tahun yang dia lalui kosong tak berarti, hingga akhirnya dia tidak bisa tenang dan tidak membiarkan orang lain tenang.

Maka, jika engkau ingin menjadi penuntut ilmu, jalannya ada di depanmu dan telah jelas bagimu tanda-tandanya. Namun jika kamu memilih jadi pecandu internet, jalannya juga ada di depanmu, yang dipenuhi dengan kotoran dan najis, maka kotorilah dirimu sesuai kehendakmu, akan tetapi janganlah engkau membohongi manusia, sehingga engkau disangka seorang penuntut ilmu!

Diterjemahkan dari website resmi Asy-Syaikh Abu Malik Abdul Hamid Al-Juhani hafizhahullah, Imam dan Khotib Masjid Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu di Yanbu’ Al-Bahr, juga Da’i di Kementrian Wakaf, Dakwah dan Bimbingan KSA, dari artikel yang berjudul:

الفرق بين طالب العلم , وطالب الأنترنت

[1]Nasihat ini beliau tulis sebagai nasihat kepada para penuntut ilmu yang berdakwah via internet, sekaligus sebagai celaan terhadap orang-orang yang suka menyebar kerusakan di internet, mengoyak persatuan Ahlus Sunnah dan membuat lari kaum muslimin dari dakwah yang penuh berkah ini.

sumber : http://nasihatonline.wordpress.com/2010/11/01/antara-penuntut-ilmu-dan-pecandu-internet/

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Tektonik Lempeng : Mengakibatkan Gempa, Tsunami, Akumulasi Minyak dan Tambang Bijih

Posted by Bukit Barisan pada 31 Oktober 2010

Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi.

nyamuk10

Tipe-tipe batas lempeng akibat pergerakannya

Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:

1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault).
2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain, cth : dasar Samudra Atlantik yang terus mengembang dan memisahkan Benua Afrika dan Amerika Selatan.
3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain(cth : Indonesia, Jepang), atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua, cth : terbentuknya Himalaya oleh tabrakan India dgn Asia).

Baca entri selengkapnya »

Posted in UMUM | Dengan kaitkata: | 4 Comments »

DURJANA dan KSATRIA

Posted by Bukit Barisan pada 17 Oktober 2010

Jangan BANGGA dengan alimmu sekarang dan Jangan PUTUS ASA dengan kebejatanmu sekarang..

 

1). Kisah Alim Ulama yang menjadi Durjana

 

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami ( pengetahuan tentang isi Al Kitab ), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syetan (sampai dia tergoda ), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurunkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu mengacuhkannya dijulurkanya lidah dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al A’raaf 175-176)

 

Abdullah Bin Mas’ud mengatakan bahwa yang dimaksud pada ayat di atas adalah seorang dari Bani Israel yang bernama Bal’am bin Baura, seorang alim ( ulama ) yang sangat paham tentang ilmu agama. Singkatnya ia di berikan anugrah Ilmu yang merupakan anugrah besar setelah hidayah. Namun ia tergoda oleh kesenangan dan kemegahan duniawi , harta benda, wanita dan perhiasan dunia lainya, akhirnya dia menjadi manusia yang hina yang diibaratkan seperti ANJING.

 

Malik bin Dinar mengatakan : “Dia adalah salah satu ulama bani Israel yang doanya mustajab selalu dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala(wow..sudah sampai level ini lho dulu imannya..). Bani Israel menggunakan doa2 mustajab Bal’am untuk memohon pada Allah. Kemudian Nabi Musa alaihissalam mengirim Bal’am untuk berdakwah ke Kerajaan Media/Madai di sekitar Palestina. Sewaktu Bal’am datang Sang Raja Media memberikannnya hadiah dan perhiasan dan membuat Bal’am berpaling dari syariat Nabi Musa dan menjadi orang fasiq(pendosa).”

 

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit(dunia), lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan.”(QS at-Taubah : 9)

 

 

2) Kisah Taubatnya Imam Fudhail bin Iyyadh rahimahullah

 

Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda, suatu tempat di daerah Khurasan. Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan, hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun, dan tidak ada gambaran yang pasti/shahih tentang permulaan kehidupan beliau.

 

Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa, beliau berkata: “Adalah Al-Fudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita, maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut, tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat:

 

 

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hadiid 16)

 

Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat)”. Maka beliaupun kembali, dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan, tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus,” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi, karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku, dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.”

 

Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah, lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu, seperti Manshur, Al-A’masy, ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. Kemudian beliau menetap di Makkah. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah. Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya. Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya, namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak. Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya, sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal. Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H.

 

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya(1). Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az Zumar 53)

 

Nota:

1). Jika bertobat dan tauhidnya benar..insya Allah

Posted in BIOGRAFI | 2 Comments »

Kaya Bersyukur atau Miskin Bersabar….Siapa yang lebih Utama??

Posted by Bukit Barisan pada 9 Oktober 2010

سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Manakah yang lebih afdhal dan utama, orang kaya yang bersyukur atas kekayaannya dan memanfaatkannya untuk kebaikan, ataukah orang miskin yang bersabar atas kemiskinannya?

 

tiket

Insya Allah kita pada zaman ini akan memilih yang kaya donk…

Jawab: Dalam masalah ini tidak dimutlakkan mana yang lebih utama dari kedua kelompok tersebut(1), dan yang lebih utama adalah yang paling bertaqwa dari keduanya. Jika dalam hal ketaqwaan sama maka derajat dan keutamaan keduanya adalah sama. (buku terjemah kaya bersyukur miskin bersabar oleh Ibnu Qayyim al Jauziyyah)

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | Leave a Comment »

ZA’FARAN dan MISK/Kesturi/MUSK

Posted by Bukit Barisan pada 16 September 2010

Dalam hadits yang mulia terdapat perkataan Za’faran dan Misk

Diriwayatkan dari Anas r.a, ia berkata, “Nabi shallallahu alaihi wassalam melarang menggunakan za’faran(1)(HR Bukhari [5846] dan Muslim [2101]).

Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir rhadiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. bersabda, “Tiga orang yang tidak akan didekati malaikat, mayat orang kafir, seorang yang berlebihan menggunakan wewangian yang terbuat dari za’faran, dan seorang yang sedang junub hingga ia berwudhu,” (Hasan lighairhi, HR Abu Dawud [4180]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wassalam melihatku sedang memakai dua potong baju yang sudah dicelup dengan warna kuning. Lantas beliau bersabda, “Ini pakaian orang kafir, jangan kamu pakai.”

Dalam riwayat lain tercantum, “Apakah ibumu yang telah menyuruhmu memakai baju ini?” Aku katakan, “Apakah aku harus mencuci baju ini?” beliau bersabda, “Bahkan kamu harus membakarnya,” (HR Muslim [2077]).

Bagian Za'faran (Orange=6=Stigma, Pink=Corolla/kelopak bunga,kuning=2=stamens, coklat=corm)

Bunga Za'faran (Crocus Sativus)

Kumpulan Stigma Za'faran yang nanti diekstrak jadi warna kuning keoranyean

Baca entri selengkapnya »

Posted in UMUM | 3 Comments »

Fenomena Sok Tahu dan Tidak adanya Adab thdp Ustad

Posted by Bukit Barisan pada 8 September 2010

“wah ati-ati loh sama ta’lim di ustad sana, kata ikhwan2 disini…bla…bla…..” Selentingan2 perkataan yang kadang didengar. Perkataannya seperti menasehati namun beracun karena klo ditanya mengapa antum berkata begitu?? dijawab “kata ikhwan itu begini, kata ustad ini begitu”.

Bukankan perkataan ikhwan atau ustad bukan hujjah….ustad juga bukan hakim/qadhi yang menyelesaikan perkara orang yang berselisih, apalagi ikhwan tersebut juga hanya penuntut ilmu dasar, banyak nggak tahu dan jarang membaca namun klo menasehati nomor satu….wallahu musta’an

Melihat orang shalat dua rakaat dengan duduk iftirasy dipelototi atau bersedekap setelah rukuk juga…Membawa masalah khilaf fiqh dan lalu dianggap seperti aqidah…

Kadang aneh melihat orang yang sudah bertahun-tahun ta’lim namun pola pikirnya masih seperti ini.  Seringnya berkata kata ustad ini..pendapat ustad ini..masih mending mereka yang bertaqlid sama Imam Syafi’i daripada taqlid hanya sama seorang ustad. Mungkinkah  mereka(karena lebih dari 2 orang kadang yg perilakunya seperti ini) tak lebih dari gerombolan pentaqlid/muqallidun.

Manusia jarang yang bisa selamat dari fitnah apalagi disaat fitnah bergejolak, dan seringnya ikut terputar dalam lingkaran fitnah….Apalagi susahnya mencari orang yang tsiqah/terpercaya di zaman ini….menilik dari sejarah maka waktu yang akan menjawab….seorang tahu bahwa si Fulan seorang penyusup tukang adu domba atau si fulan yang benar atau si Fulan yang salah atau si Fulan…bla…bla setelah waktu berjalan dan telah jauh dari fitnah yang terjadi…

Lebih baik salah tidak menghukumi daripada salah memberikan hukuman. Bersabarlah dengan nasihat para ulama dan tetap rajin menuntut ilmu untuk mengangkat kebodohan dari diri pribadi terlebih dahulu…

——————————————————————————————————————————

berikut transkrip daurah Pendahuluan Ilmu Tafsir Ayat-ayat yang Berkenaan dengan Hukum Fiqih-Tanya Jawab oleh Ustad Dzulqarnain…mudah2an bermanfaat

pertama saya tidak menasehatkan kepada ikhwan untuk masuk mempertanyakan hal-hal yang tidak ada manfaatnya dan dari awal apa….pertemuan sebelumnya, saya sudah menyampaikan materi dan itu kaidah di dalam kehidupan..kaidah di dalam kehidupan, seorang jangan masuk di dalam perkara-perkara yang dia tidak ditanya di alam kubur tentang hal itu, dia tahu jawabannya juga tidak bermanfaat baginya, apalagi kalau dia masuk dalam terus berbicara dalam masalah2 fitnah, ini terkesan perselisihan antara ini dan itu, tinggalkan saja hal-hal seperti itu, kita membahas kaidah-kaidah umum dari apa yang diajarkan, dituntunkan oleh para ulama kita seperti tadi yang dibicarakan oleh ustad kita Ustad Hanan Bahanan dari fatwa Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali. Dalam nasehat-nasehat yang indah..jangan seorang masuk dalam rincian-rincian yang tidak akan memberikan manfaat untuknya..tidak akan memberikan manfaat untuknya..nah..kemudian juga ada yang mempertanyakan tobat seseorang..tobat itu bukan milik orang perorang..tobat itu di tangan Allah subhanahu wa ta’ala..dan pintu tobat terbuka untuk siapapun yang ingin bertobat kepada Allah..maka saya ingin bertobat kepada Allah siapa yang bisa melarangnya..siapa yang bisa melarangnya.. jelas ya..tidak usah masuk dalam hal-hal yang seperti itu.klo ingin bertobat akan nampak kejujuran tobatnya apabila seseorang itu jujur dalam bertobat..iya..jelas..

Ada yang mengatakan hukum tahdzir tidak boleh dilakukan sekarang karena umat islam sedang lemah sehingga akan memecah belah umat islam, benarkah demikian?
Sebelum menjawab pertanyaan ini ada beberapa perkara yang perlu dijelaskan yang pertama tentang masalah tahdzir..tahdzir itu artinya memberi peringatan dan tahdzir itu adalah bagian dari nasehat..bagian dari apa? bagian dari nasehat..maka siapa yang menerapkan tahdzir tidak ada bentuk nasehat di dalamnya itu adalah hal yang salah..itu adalah hal yang salah, dan nasehat yang dimaksud darinya apakah nasehat untuk orang yang ditahdzir ataupun nasehat bagi umat..ya..agar supaya jangan terjatuh dalam perbuatan yang sama. Kemudian di dalam tahdzir ini ada ketentuan-ketentuan yang ditentukan oleh para ulama..batasan-batasan yang ditentukan oleh para ulama.

Saya tidak menasehatkan kepada ikhwan ya..apalagi seorang pemula dalam menuntut ilmu sibuk dengan urusan tahdzir-tahdzir ini..ya..sebab dia sendiri belum tentu mendudukkan hal tersebut pada tempatnya…belum tentu mendudukkan hal tersebut pada tempatnya, maka hendaknya si ikhwan bertaqwa kepada Allah dan tahu kadar dirinya masing-masing..ya..apa haknya masing-masing.dia jangan masuk pada perkara-perkara bukan urusannya dan bukan tanggung jawabnya dan dia tidak akan ditanya tentang hal ini sebab diluar kemampuannya dan memang bukan tanggung jawabnya..bukan wewenangnya berbicara di dalam masalah tersebut..iya..ini yang pertama..terkhusus untuk pembahasan tentang masalah tahdzir ini, ini ada ketentuan-ketentuannya, pertama apa itu tahdzir? ini harus dibahas, kemudian tahdzir itu kapan diterapkan..kemudian jenis kesalahan itu bagaimana..kesalahannya kecil atau besar..kesalahannya itu dilakukan sengaja atau tidak sengaja..kemudian kesalahannya ini kesalahan yang mengeluarkan dari islam atau tidak? klo tidak mengeluarkannya dari islam apakah kesalahan ini mengeluarkan dia dari ahlussunnah atau tidak? Ini semua ada ukuran-ukuran..ada rincian-rincian..jangankan antum… kita para penuntut ilmu, sebagian ulama kita saja itu tidak masuk ke dalam sebagian perkara sebab masalahnya kadang kurang jelas dan kurang nampak hal yang semestinya ditegaskan disitu.. iya..jelas

karena itu seseorang yang masuk dalam hal ini apalagi dia seorang pemula itu adalah hal yang tidak benar. Seorang penuntut ilmu dia melihat kemungkaran… dia tinggalkan… dia lihat hal yang membahayakannya maka dia tinggalkan. Dia cari keselamatan dirinya ..selesai..dia belajar menuntut ilmu, dia cari keselamatan dirinya, tidak usah dia masuk urusi si Fulan begini..si Fulan begitu..si Fulan harus diboikot..dihajr…ditahdzir..nggak semua orang tepat dalam melaksanakan hal seperti ini, tapi klo dia sendiri dia menjaga keselamatan hatinya, menjaga agamanya, itu yang sewajibnya dia jaga..jelas ya.. sewajibnya dia jaga..adapun klo masalah mentahdzir, hati-hati dari si Fulan..hati-hati dari si Fulan..ini tidak semua orang punya hak dan tidak semua orang benar dalam mengucapkan hal seperti ini..begitu..jelas ya..nah..dan sebagian dari ulama kita telah memberi contoh yang indah adapun sebagian masalah yang terjadi di Saudi, sebagian masyayikh kita berbicara yang keras dalam masalah ini dan mentahdzir sebagian orang dalam masalah tersebut, dan begitu datang orang dari luar Saudi, Beliau tidak menasehatkan orang itu untuk masuk ke dalam masalah, sebab tidak ada apa? sebab tidak ada manfaatnya..sebab tidak ada manfaatnya.. Dan ini adalah kekeliruan yang sering terjadi..baru sedikit tahdzir..sudah ada di INTERNET..semua orang baca..satu dunia baca..akhirnya ada yang bertanya siapa ini si Fulan? koq ada di internet si Fulan..kenal saja tidak..Subhanallah

Apalagi dia ingin tahu hakikat masalahnya gimana? dan ini menjelekkan nama da’wah.. menjelekkan nama da’wah..jelas ya..sampai kadang ada sebagian penuntut ilmu saja masih tanda tanya besar?? tapi klo dalam masalah JAHR wa TA”DIL, sikat ini.. sikat itu..wah ini lebih hebat dari Imam Bukhari atau Imam Muslim dan ini saya(Ustad Dzulqarnain) anggap sebagai orang yang kurang kerjaan dan kurang menuntut ilmu dan saya doakan semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan petunjuk pada orang-orang yang seperti itu supaya ada pekerjaan yang bermanfaat dan memberikan kebaikan pada kaum muslimin..nah.maka jangan masuk pada hal-hal yang seperti ini.

Kemudian tahdzir itu sesuai dengan maslahat dan mafsadat..siapa yang bisa mempertimbangkannya?? Kebanyakan pemula nggak bisa mempertimbangkan hal seperti ini.
Walaupun saya beri kaidah umum untuk orang yang pemula..Dia menjaga apa? keselamatan dirinya. Dia misalnya ada melihat  ahli bid’ah, maka dia sendiri secara pribadi klo dia merasa terganggu duduk dengannya… segera dia tinggalkan..supaya apa? supaya hatinya terjaga

Tadi masalah tahdzir, memboikot dan sebagainya itu belum tentu dia cocok dalam menyikapi semua hal itu..jelas ya..belum tentu sikapnya itu sikap yang benar..ini semua ada pertimbangan-pertimbangan..baik..kemudian di pertanyaan disini ..karena tahu umat islam sedang lemah sehingga akan memecah belah umat islam, ini pernyataan ini benar pada satu sisi dan salah pada sisi yang lain..sebab tidak selamanya dapat dikatakan seperti ini..Ini tidak bisa dilakukan sekarang karena umat islam sedang lemah sehingga akan memecah belah umat islam. Dibedakan ya..ada sebagian masalah, klo diperingatkan dalam sebagian masalah tersebut itu akan mengakibatkan bahaya dan lebih melemahkan umat dan seperti ini ditinggalkan ataupun lebih hati-hati dengan cara yang betul-betul nampak kemaslahatannya. Tapi ada suatu maslahat sebuah perkara..umat islam dalam keadaan lemah namun memperlihatkan masalah tersebut adalah hal penting dan menguatkan umat islam, dan ini memang tidak ada yang bisa menimbangnya kecuali siapa? yaitu ahli ilmu.

Dan terakhir untuk pertanyaan ini saya ingatkan, sekarang memang fenomena tahdzir, hajr, tabdi’ ada yang ghuluw(ekstrem) dan ada yang menyepelekan..antara ghuluw dan menyepelekan..antara ifrath dan tafrith..dua kutub..jelas ya.. ahlus sunnah itu selamanya di tengah-tengah.

Ada sebagian dari kawan-kawan membaca buku-buku yang berkaitan dengan masalah sikap ahlus sunnah dengan ahlul bid’ah dan dia berlebihan dalam menerapkannya, ini keliru…

Dan ada sebagian lainnya dia mendengar dari sebagian masyayikh ternyata dalam tahdzir itu ada rincian2 ada pembahasan2 seperti yang saya uraikan tadi, tapi ini akhirnya menyebabkan ia menjadi menyepelekan perkara dan mengorbankan prinsip-prinsip ahlus sunnah dan ini keliru yang seperti ini…jelas ya.. Dan ini nampak pada sebagian orang yang mengatakan berkata guru kami, disebut misalnya Syaikh Muhsin Al Abbad..Syaikh Fulan dan Syaikh Fulan. Benar mereka itu ahlus sunnah namun mereka itu berbeda dengan yang berdalil dengannya. Sebab sekarang ini siapa yang ingin membawa pendapatnya, dia akan mencari nama syaikh ahlus sunnah kemudian dia dompleng di belakangnya untuk menguatkan pendapatnya, maka saya tidak menasehatkan kepada siapa saja bagi yang menginginkan kebaikan untuk dirinya dia masuk dalam hal yang seperti ini..

wallahu ta’ala a’lam

sumber :

http://www.go2.wordpress.com/?id=725X1342&site=atstsurayya.wordpress.com&url=http%3A%2F%2Fstatics.ilmoe.com%2Fkajian%2Fusers%2Fatstsurayya%2Filmu_tafsir_ayat-ayat_ahkam%2FPendahuluan_Ilmu_Tafsir_Ayat-ayat_yang_Berkenaan_dengan_Hukum_Fiqih_Tanya_Jawab_-_Ust_Dzulqarnain.zip&sref=http%3A%2F%2Fatstsurayya.wordpress.com%2F2010%2F03%2F31%2Filmu-tafsir-ayat-ayat-yang-mengandung-hukum-fiqih%2Fcomment-page-1%2F%23comment-130

http://jihadbukankenistaan.com/tentang-penulis

Posted in UMUM | Leave a Comment »

Ustad Karbitan

Posted by Bukit Barisan pada 27 Agustus 2010

Fenomena aneh bulan ramadhan..ternyata banyak yang tiba-tiba jadi ustad karbitan.

Biasanya nggak pernah shalat jamaah..tiba-tba jadi imam shalat dan pengkhotbah..mending bacaannya fasih, malahan lebih jelek dari imam rawatib sehari-hari. Baca Ha dgn ha sama, baca Ain dengan hamzah sama..kacau..dasar ustad karbitan

Posted in UMUM | 2 Comments »

Cara Mudah Menentukan Arah Kiblat

Posted by Bukit Barisan pada 24 Juli 2010

Bismillah,

Tulisan ini dibuat hanya untuk membantu dan mempermudah penentuan kiblat. Karena kemarin di masjid di dekat rumah saya, para jamaahnya bertengkar tentang masalah kiblat dikarenakan keluarnya fatwa MUI No. 03 Tahun 2010.

Masing-masing teguh dengan pendiriannya tentang arah kiblat. Ada yang berpendapat dengan posisi matahari, ada yang menebak bahwa pergeseran lempeng membuat kiblat bergeser jauh, ada yang menebak dengan memiringkan ke arah utara sedikit dari arah Barat, ada juga teguh dengan posisi kiblat sekarang. Alhamdulillah setelah didatangkan tukang ukur dari pihak yang berwenang dan saya bantu juga dengan gambar2 berikut, maka masyarakat lebih mudah untuk mengerti dan paham.

kembali dengan dalil dan bukti lebih baik daripada mereka2 tanpa ada dasar:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. An Nisaa 59)

CARA MELIHAT DENGAN SATELIT

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAM | 2 Comments »